Dentingan Waktu

Dentingan Waktu
Biarlah


__ADS_3

Biarlah di bahagia


Bagaimana jika dia belum bahagia?


Aku yakin dia pasti sudah bahagia saat ini*.


Setelah pertemuannya dengan Dewi, kesehatan Rayhan beransur-ansur mulai stabil lagi, ia diperbolehkan pulang hari ini. Hal itu membuat Rayhan sangat senang


karena jujur saja ia bosan dengan keadaan di rumah sakit, ia teramat rindu dengan udara luar.


"Ray, sudah siap semua?"


Rayhan pulang dengan Gio karena papanya ada urusan mendadak yang tidak bisa diwakilkan.


"Ayo. Eh tapi sebelum kerumah, mampir rumahmu dulu ya."


"Mau ngapain kamu? Numpang makan?"


"enak aja, mau ketemu Lisa lah, eh tapi kalau ditawarin makan bolehlah sekalian, hahaha."


"hahah, ada-ada aja."


Gio membantu Rayhan membawakan barang-barangnya, karena jadwalnya lagi senggangdan tidak terlalu padat, maka dari itu Gio bisa mengantar Rayhan pulang kerumah.


"Kira-kira Lisa udah pulang sekolah belum ya?"


"Dia nggak masuk sekolah hari ini, mendadak perutnya sakit.",


Sementara di rumah Gio, Fira menyempatkan datang mengungjungi Lisa ditengah jam-jam istirahatnya. Tadi pagi ia diberi tau oleh Gio bahwa hari ini Lisa ijin sekolah karena sakit, Fira yang mendapatkan kabar Lisa sakit menjadi khawatir dan tidak tenang maka dari itu waktu istirahat tiba, Fira menggunakannya untuk berkunjung kerumah Lisa.


"Hayoo, kemaren makan apa?"


"Emm,." Mulutnya masih bungkam, ia tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, kemaren Lisa makan sambal terlalu banyak hingga membuat perutnya terasa sakit.


"Makan pedes-pedes ya?"


Kepalanya mulai bergerak naik turun namun gerakannya ia lakukan dengan samar-samar.


"Perutnya sekit, enak nggak?"


"Emm, enggak."


"Nah kan, makanya besok jangan diulangi lagi ya, perut Lisa kan masih kecil jangan diisi sama yang pedes-pedes dulu, nanti cacingnya kepedesan terus jadinya sakit deh perut Lisa."


"Tapi ada enaknya, hari ini Lisa jadi bisa main sama kak Fira."


Haish anak satu ini, batin Fira bergejolak jolak mendengarkan jawaban dari mulut mungil milik seorang gadis kecil didepannya itu.

__ADS_1


"Sebentar lagi kakak harus kembali ke kantor, Lisa makan dulu ya kakak suapin."


"Disuapin sama kakak ya?"


"Iya sayang, bentar kakak liat dulu oma udah selesai bikin buburnya belum."


Fira menyuapi Lisa dengan kelembutannya, kesabarannya membuat Lisa nyaman dan betah berada di dekatnya, bahkan ia harus merelakan waktu istrirahatnya agar ia bisa melihat keadaan Lisa saat ini.


"Kakak nggak usah kerja lagi ya."Di sela-sela makannya, Lisa berucap pada Fira, meminta pada Fira agar tetap berada di sisinya.


"Nggak bisa sayang, kakak harus balik, nanti kakak dipecat."


"Nggak papa, kan papanya kisa udah kerja, kata Afdan, mamanya Afdan enggak kerja yang kerja cuman papanya, mamanya nemenin afdan dirumah bermain sama Afdan, nyuapin Afdan makan, nemenin Afdan bubuk siang, pokoknya kata Afdan mamanya dirumah terus, Lisa mau punya mama yang dirumah terus."


Fira hanya mengusap lembut rambut hitam pekat milik Lisa, ia mendengarkan apa saja yang Lisa katakan padanya itu.


Setelah selesai makan, Fira beranjak ke dapur untuk meletakkan mangkok kosong.


"Wah habis makannya ya Fir?"


"Alhamdulilah tante, walauoun harus dengan berbagai cara."


Oma hanya tersenyum menanggapi ucapan Fira.


"Fira balik ke kantor lagi ?"


"Tante tau, pasti Lisa nggak ngijinan kan, ini obatnya Lisa suruh minum, kata papanya itu ada efek ngantuknya, mungkin kalau udah minum itu Lisa jadi ngantuk dan tidur, kamu bisa bakik ke kantor."


"Nggak papa tante?" Tanya Fira memastikan.


"Pastinya nggak papalah, itu papanya sendiri yang kasih obatnya."


Fira kembali masuk ke dalam kamar Lisa lagi, ia membantu Lisa untuk meminum obatnya, setelah obat tertelan oleh Lisa, Fira mulai merebahkan tubuhnya disamping Lisa, membacakan dongeng pengantar tidur untuk Lisa, tak butuh waktu lama Lisa mulai terlelap ke alam mimpinya, efek dari obatnya mungkin sudah mulai bekerja.


- - - -


Mobil Gio sudah terparkir rapi di halaman rumahnya, ia dan Rayhan turun dari mobil menuju ke dalam rumah.


Setelah mengucapkan salam, Gio masuk, Ryhan mengikuti langkah Gio dari belakang


"Eh nak Rayhan udah dibolehin pulang?"


"Alhamdulillah udah tan."Rayhan mencium tangan mamanya Gio, begitupun dengan Gio, ia melakukan hal yang sama seperi yang Rayhan lakukan.


"Lisanya mana ma?"


"Tidur dikamar, barusan ada calon mamanya makanya dia jadi nurut banget disuruh makan sama minum obat " Goda mama pada Gio.

__ADS_1


"Sekarang calon mamanya Lisa masih disini tan?" Sahut Rayhan cepat.


"Yah sayang banget, kalian pasti tadi papasan sama taksi yang keluar dari sini kan. Baru beberapa menit sebelum kalian sampai."


Oh jadi yang ada dalam taksi itu Fira


"Waduh telat dong kita tan, padahal Rayhan penasaran banget sama calon mamanya Lisa kaya gimana?"


"Yang jelas cantik nak."


Gio hanya mendengarkan apa yang tengah diperbincangkan oleh kedua orang didepannya itu, ia pun pergi menuju ke kamar putrinya.


"Tan, emang benrr masih muda?"Bisik Rayhan dengan suara pelan yang membuat mama sedikit tertawa.


"Seumuran sama kamu kayaknya Ray."


"Wah, udah cantik masih muda lagi."


"Eitss, jangan macam-macam kamu, Itu calon mamanya Lisa nggak boleh kamu tikung ya."


"Hahaah tante-tante, Rayhan hanya bercanda kok."


Karena permintaan mamanya Gio, malam ini Rayhan menginap dirumah Gio, mamanya Gio tak tega membiarkan Rayhan dirumah sendirian dengan pembantunya, papanya sedang mengadakan perjalanan bisnis keluar kota.


"Gi, kamu punya fotonya calon mamanya Lisa nggak?"


Gio yang mendengar ucapan Rayhan pun menajadi bingung, keningnya berkerut mengapa Rayhan menanyakan hal itu. Rayhan sendiripun bingung dengan lidahnya mengapa ia seakan ingin sekali tau tentang perempuan yang akan memjadi mamanya Lisa.


"Apa-apaan kamu Ray "


"Hahaha, santai aja kali Gi, cuma bercanda."


Mereka masih di kamar Lisa, menemani Lisa hingga terlelap dalam alam mimpinya.


"Mama." Bibirnya bergumam tidak terlalu jelas, namun Gio dan Rayhan masih dapat menangkap apa yang Lisa ucapkan.


Rayhan reflek memandang Gio, ia seperti memberi isyarat pada Gio akan suatu hal.


"Sampai kapan, dokter muda yang katanya masih ganteng mau menunggu, kamu harus gerak cepat Gi, jangan sampai ketikung orang, apalagi ketikung sama aku."


Ucapan Rayhan mendapat pukulan dari Gio.


"Santai aja dong Gi, aku juga bercanda, tapi kalau beneran juga nggak papa si."


Gio membetulkan selimut pada tubuh anaknya itu, ia memastikan Lisa tidak kedinginan malam ini, setelah semuanya dirasa aman, Gio mengajak Rayhan untuk keluar dari kamar Lisa, ia tidak mau menganggu putrinya yang tengah tertidur hanya karena mendengar obrolan mereka.


"Mama, malam ini temenin Lisa ya ma."Pinta Gio pada mamanya.

__ADS_1


"Haish, kamu ini tanpa kamu suruh mama juga tau kok. Sana kalian makan, udah mama siapin di meja makan."


__ADS_2