DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 10


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan, Minggu pagi Aldi sudah bersiap-siap menjemput Tania. Aldi mengatakan kepada mama dan papanya kalau dia akan mengenalkan Tania pada mereka.


Mama Aldi sangat senang, dia mengerti kalau Aldi sudah berani membawa seorang gadis ke rumah, itu berarti Aldi sudah benar-benar yakin dengan gadis itu. Dan dia juga yakin kalau Aldi tidak sembarangan memilih seorang gadis yang akan dia nikahi. Dia tau kalau anaknya menginginkan gadis yang baik dan cantik.


Berbeda dengan papanya, yang malah tidak percaya dengan yang akan dilakukan Aldi. Karena papanya menilai Aldi itu seorang anak yang urakan, pemalas dan selalu menyia-nyiakan waktu. Jadi mana mungkin ada gadis yang mau serius menjalin hubungan dengan Aldi.


"Sopo sing gelem Karo Kowe Al, bocah ora jelas." gerutu papa Aldi.


"Papa kok bilang gitu to, udah kita lihat aja nanti, seperti apa gadis pilihan Aldi. Dan seberapa besar cintanya sama Aldi." ucap mama Aldi.


Setelah ditunggu-tunggu akhirnya Aldi datang juga bersama Tania. Papa dan mama Aldi menyambut Tania dengan sangat ramah. Dan sepertinya papa dan mama Aldi menyetujui hubungan mereka. Karena selain cantik, Tania juga seorang gadis yang baik, sopan dan pintar.

__ADS_1


Apalagi mama Aldi, baru bertemu Tania sekali tapi seperti sudah lama kenal. Dia sangat menyayangi Tania, apa lagi ketika dia tau kalau Tania sudah tidak memiliki ibu, dia sudah menganggap Tania seperti anaknya sendiri.


Tania sangat bahagia melihat keluarga Aldi yang sangat ramah, baik dan bisa menerimanya dengan baik pula. Dan ini membuat Tania semakin yakin memilih Aldi sebagai kekasih dan calon suaminya.


Bahkan saat ditanya papa Aldi, Tania menjawabnya dengan penuh keyakinan.


"Memangnya nak Tania tidak salah memilih Aldi. Aldi itu bocah sableng, bocah ora jelas. Kalau kamu anak gadis om, om gak akan setuju kamu pacaran sama Aldi,"


"Wes, menengo disek Kowe." ucap papa Aldi.


Tania tersenyum melihat anak dan bapak yang tidak pernah akur itu.

__ADS_1


"Tania sudah yakin om dengan perasaan Tania sama mas Al. Dan kalau menurut Tania mas Al itu sebenarnya baik dan bertanggung jawab kok om. Dia hanya perlu support dan semangat dari orang-orang terdekatnya saja.


Terlihat jelas wajah papa dan mama Aldi berseri-seri. Mereka bahagia karena ada yang mencintai Aldi dengan tulus dan bisa menerima Aldi dengan segala kekurangannya.


"Terimakasih nak Tania, sudah begitu tulus mencintai Aldi. Om dan Tante hanya bisa mendo'akan semoga hubungan kalian bisa sampai ke pelaminan dan bisa langgeng selamanya, Amin."


Sepulangnya dari rumah Aldi, Tania langsung menceritakan semuanya sama Simbok. Karena bagi Tania Simbok sudah seperti ibunya sendiri. Tempat menuangkan segala keluh kesah dan kebahagiaannya.


Dan Simbok sangat bahagia mendengarnya. Tidak terasa air matanya menetes, dia tau kesedihan Tania selama ini. Kehilangan kasih sayang seorang ibu sedari kecil, sering ditinggal papanya bekerja ke luar kota bahkan terkadang sampai satu bulan, dan pergaulan yang sangat dibatasi.


Tapi semua itu justru membuatnya tumbuh menjadi gadis yang baik, pintar, sabar dan kuat. Dan kini Tuhan telah mempertemukannya dengan seorang pria yang begitu tulus mencintainya.

__ADS_1


Melihat simbok menangis, Tania langsung memeluknya. Suasana menjadi haru bercampur bahagia.


__ADS_2