DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 28


__ADS_3

Tania duduk di kursi, Aldi menghampirinya, lalu dia duduk di hadapan Tania. Memegang jari tangan Tania.


"Sayang, aku mohon maafkan aku. Aku tau aku salah, sedikit pun aku benar-benar gak rela kamu disentuh laki-laki lain," Aldi berusaha menjelaskan.


"Tapi aku gak habis pikir, dari mana mas Al punya pikiran kalau aku bisa menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Tolong mas Al jelaskan. Mas Al tau sendiri kan betapa besar dan tulusnya rasa cinta Tania untuk mas Al. Jadi mana mungkin mas Tania melakukan itu semua, bahkan dalam mimpi sekali pun."


Jelas saja Aldi mempunyai pikiran seperti itu, karena dia sendiri melakukannya. Menjalin hubungan dengan wanita lain dibelakang Tania. Dia berfikir kalau Tania sama seperti dia.


"Iya sayang aku percaya sama kamu, maafkan aku juga karena telah meragukan kesetiaan mu. Entahlah sayang, tiba-tiba tadi pikiranku kacau melihat laki-laki tadi memelukmu. Dan aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku lagi."


Tania menghela nafas panjang, dadanya masih terasa sesak dengan apa yang baru saja dia alami. Tapi Tania seorang istri yang penyabar dan lembut. Dia tidak mau memperpanjang masalah dengan terus berdebat dengan Aldi.


"Permisi mbak, apa disini menyediakan pakaian muslim anak-anak?" tanya seorang ibu yang membawa anaknya.


"Ada ibu, mari silahkan masuk." sambut Tania yang langsung menghampiri ibu itu. Sambil mengusap sisa air matanya. Setelah ibu itu masuk, Tania menghampiri Aldi.

__ADS_1


"Mas Al pulang aja dulu istirahat, Tania belum bisa pulang karena masih ada pembeli. Nanti biar aku suruh bi Surti menyiapkan makanan,"


"Ya udah, aku pulang dulu ya sayang, maaf ya aku gak bisa bantuin karena aku masih capek banget. Makasih ya sayang sudah memaafkan kesalahan aku,"


"Siapa bilang Tania memaafkan mas Al, Tania gak marah lagi bukan berarti Tania sudah memaafkan mas Al. Mas Al ngerti kan maksud Tania?"


"Iya sayang, berarti aku perlu usaha keras lagi nih buat dapatin maaf dari istriku yang cantik ini." goda Aldi pada Tania.


Tania tidak menjawab, dia justru memalingkan muka dan langsung menuju ke ibu-ibu tadi. Sebenarnya dalam hati Tania dia sudah memaafkan Aldi. Dia hanya belum mau mengucapkannya lewat kata-kata. Dia sengaja melakukan itu untuk sekedar menghukum Aldi.


"Iya mbak."


"Mari Bu sebelah sini." Tania membawa ibu itu ke tempat bagian baju anak-anak.


Dan begitulah setiap hari Tania melayani pembeli dengan sangat ramah. Meski dia istri seorang pengusaha tapi dia sangat mencintai pekerjaannya itu.

__ADS_1


Sampai di rumah Aldi langsung berbaring di kamarnya. Sementara bi Surti masih sibuk menyiapkan makanan.


Aldi sedang memikirkan apa yang baru saja terjadi. Didalam hatinya ada penyesalan yang mendalam karena telah sampai hati menuduh Tania berselingkuh. Sementara dia tau kalau Tania adalah istri terbaik yang dia miliki di dunia ini.


Tiba-tiba handphone Aldi berbunyi, dan ternyata itu panggilan dari Meri. Aldi langsung mengangkatnya dengan suara pelan.


"Ada apa Mer?" tanya Aldi


"Enggak apa-apa mas, aku cuma mau tanya apa mas Al sudah sampai. Dari tadi aku tunggu-tunggu kok gak kasih kabar," ucap Meri di telepon.


"Iya aku sudah sampai. Udah dulu ya soalnya aku lagi di rumah. Takut ada yang dengar."


"Iya mas, tapi sebenarnya aku udah kangen banget sama mas Al,"


"Iya sama, aku juga sudah kangen sama kamu Mer. Nanti aku telpon lagi ya. Bye sayang... mmuach..." Aldi mengakhiri teleponnya dengan memberikan satu ciuman untuk Meri.

__ADS_1


__ADS_2