
Siang itu Tania sedang merapikan butiknya saat suasana masih sepi pembeli, dengan dibantu oleh pegawainya Nurul. Tania berusaha agar butiknya selalu rapi dan bersih agar pembeli nyaman berada di butiknya.
Tiba-tiba handphonenya berbunyi, Tania mengangkat handphonenya, dan ternyata itu telpon dari papanya. Tapi anehnya Simbok yang berbicara.
"Ada apa pa?" tanya Tania
"Ini saya non, Simbok," jawab Simbok dengan suara yang agak gemetaran.
"lho kok Simbok, ada apa Mbok? papa mana?" tanya Tania yang merasa heran.
"Tu..tu..tuan..tu.." ucapan Simbok semakin terbata-bata.
"Ada apa Mbok! papa kenapa!" seru Tania yang mulai merasa panik.
"Tu..tuan sudah tidak ada non. Tuan baru saja mengalami kecelakaan parah, beliau sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Barusan pihak polisi datang ke rumah, memberi tau saya. Dan ini handphone tuan memang tadi ketinggalan di rumah."
Tubuh Tania seketika gemetar, wajahnya langsung pucat, matanya berkunang-kunang dan tubuhnya pun terasa lemas bahkan handphonenya sampai terjatuh. Tania langsung terkulai lemas dilantai, dalam keadaan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Nurul yang melihat Tania tiba-tiba pingsan menjadi sangat panik. Dia mengambil handphone Tania dan langsung menelpon ke nomor Aldi.
"Ada apa sayang?" tanya Aldi di telepon.
"Ini saya mas, Nurul. Mbak Tania nya pingsan mas. Mas Al buruan ke sini, saya bingung mas harus gimana ini," jawab Nurul panik.
"Apa! Tania pingsan? baik aku segera ke sana." Aldi langsung menutup telponnya dan langsung bergegas pergi ke butik.
Sesampainya di butik, turun dari mobil Aldi langsung berlari masuk ke dalam, dan dilihatnya Tania masih belum sadarkan diri. Dia langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Tania langsung diperiksa. Sementara Aldi dan Nurul menunggu di luar.
"Jadi tadi ceritanya mbak Tania ada yang menelpon, setelah beberapa menit berbicara di telepon tiba-tiba saja mbak Tania pingsan. Sepertinya mbak Tania baru saja menerima kabar buruk mas." jawab Nurul.
Aldi menjadi semakin panik, dan tiba-tiba handphonenya berbunyi. Ternyata itu telpon dari mamanya.
"Iya ada apa ma?" tanya Aldi.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Tania, apa dia baik-baik saja?" mama Aldi terdengar sangat panik.
"Tania tidak sadarkan diri ma, ini juga lagi di rumah sakit. Sebenarnya ada apa ma, apa yang sebenarnya terjadi." Aldi semakin bingung.
"Jadi kamu belum tau kalau papa Tania meninggal?"
"Apa! papa George meninggal? Aldi benar-benar tidak tau ma,"
"Makanya mama tidak tenang Al, mama kepikiran Tania. Mama tau bagaimana perasaannya sekarang. Dia pasti sangat sedih, jaga Tania Al, jangan sampai dia kenapa-kenapa."
"Iya ma, mama juga tenang di sana ya. Mama tidak usah khawatir, Aldi akan selalu menjaga Tania. Udah dulu ya ma, Aldi mau melihat keadaan Tania dulu."
Aldi menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan Tania.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Aldi.
"Istri anda baik-baik saja, setelah kami periksa sepertinya dia baru saja mengalami syok berat. Dan sepertinya dia mengalami tekanan batin yang cukup tinggi. Tapi anda tidak usah khawatir, dia akan segera sadarkan diri. Anda juga sudah boleh melihatnya,"
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Terimakasih banyak dok."
"Sama-sama."