DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 56


__ADS_3

Setelah mengucapkan kata-kata yang menyakiti Tania, tanpa basa-basi pun Meri pergi meninggalkan Tania. Tania masih terdiam di tempat, air matanya masih mengalir membasahi kedua pipinya. Dia masih belum percaya dengan semua ucapan Meri. Bi Surti yang melihat Tania menangis karena ulah Meri, mengajaknya masuk kedalam lalu mengambilkan segelas air putih lalu memberikannya pada Tania.


"Yang sabar ya non, sudah biarin aja non Meri. Suatu saat nanti dia pasti akan mendapatkan balasannya," ucap bi Surti, mencoba menenangkan Tania.


"Tapi Tania tidak pernah menyangka bi, kalau Meri akan berubah seperti itu. Tania sedih bi, harus kehilangan sahabat terbaik Tania,"


Tania belum berhenti menangis, dia benar-benar sedih dan terluka.


Sorenya, Aldi berniat pulang ke rumah Tania lagi, karena dia ingin menemani Tania sampai sembuh total. Namun Meri menelponnya, dan menyuruhnya menginap di tempatnya.

__ADS_1


"Malam ini aku menginap di rumah Tania Mer, karena aku ingin menjaganya sampai dia benar-benar sembuh," ucap Aldi tegas.


"Terserah, kalau mas Al masih tetap ke rumah Tania terus dan gak mau menuruti Meri, jangan salahkan kalau Meri menggugurkan kandungan Meri, karena percuma Meri hamil kalau perhatian mas Al tetap untuk Tania," ucap Meri yang mengancam Aldi.


"Meri! kamu bicara apa Mer, apa kamu sudah gila,"


"Meri gak pernah main-main mas dengan ucapan Meri," jawab Meri tegas.


Usai menelpon Meri, Aldi langsung menghubungi Tania. Dia meminta maaf pada Tania karena tidak bisa pulang ke rumahnya. Dan Aldi menceritakan semua alasannya, kenapa dia tidak bisa menolak permintaan Meri. Dan Tania istri yang baik, dia tidak ingin membebani suaminya. Dia menerima keputusan Aldi dan juga tidak menceritakan kejadian tadi pagi dengan Meri.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, Meri yang marah hanya terdiam saat Aldi pulang. Tidak berkata-kata apalagi tersenyum. Aldi pun berusaha membujuk Meri.


"Meri, sudahlah. Jangan seperti anak kecil, jangan bikin aku tambah pusing dong," ucap Aldi sambil membelai rambut Meri.


"Siapa yang seperti anak kecil mas, Meri cuma ingin waktu dan perhatian mas Al lebih banyak ke Meri, karena Meri lebih membutuhkan itu ketimbang Tania. Dan Meri gak main-main ya mas dengan ucapan Meri tadi. Meri akan menggugurkan kandungan Meri kalau mas Al tetap berpihak pada Tania,"


"Tenanglah Meri, iya-iya mulai sekarang aku akan perbanyak waktuku untukmu. Aku janji, tapi kamu juga harus janji ya untuk selalu menjaga anak kita yang belum lahir," ucap Aldi sambil memeluk Meri.


"Iya mas, aku akan jaga baik-baik anak kita. Tapi mas Al juga beneran janji ya, lebih banyak meluangkan waktu mas Al untuk Meri,"

__ADS_1


"Iya-iya aku janji,"


Dan ini awal penderitaan Tania kembali. Sebagai suami dengan dua istri, yang harusnya bisa bersikap adil, sudah pasti Aldi tidak akan bisa melakukannya. Karena dampak dari keegoisan Meri, dan sifat serakahnya yang ingin memiliki Aldi seutuhnya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah Tania mampu bertahan dalam keadaan ini. Keadaan yang akan membuatnya semakin terluka.


__ADS_2