DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 14


__ADS_3

Tania sedang duduk termenung didalam kamar. Sepertinya dia sedang merindukan papanya di Jogja. Meskipun hampir setiap hari dia menelpon papanya, namun tetap saja belum bisa mengobati kerinduannya. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan ciuman mesra Aldi yang baru selesai mandi. Aldi tau kalau Tania sedang merindukan papanya, dia coba menghibur istrinya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.


"Sayang, biar kamu gak sedih terus, gimana kalau kita jalan-jalan. Terserah kamu mau kemana aku temenin,"


"Emang mas Al gak ke kantor?" tanya Tania


"Gak pa-pa sekali-kali aku libur, aku gak mau lihat kamu sedih terus. Sepertinya kamu juga perlu refreshing keluar, biar gak bosen di rumah terus."


"Aku memang bosen dirumah terus, sebenarnya aku sudah menelpon Meri supaya dia main kesini, tapi dia masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai model. Padahal aku kangen banget sama dia, sudah lama kita gak ketemu."


"Ya udah, sekarang kamu siap-siap, kita jalan-jalan sekalian mampir ke rumah bibi Maya, dia pasti senang ketemu kamu."


"Siapa bibi Maya?" tanya Tania.


"Dia istrinya paman Haris, paman Haris itu adiknya papa yang selama ini mengelola perusahaan. Mereka punya dua orang anak. Kamu juga pasti senang ketemu mereka."


"Ya udah, kalau gitu aku siap-siap ya mas." ucap Tania dengan penuh semangat.

__ADS_1


Tania mengajak Aldi ke kebun bintang, tempat dimana dia dulu sering ke sana dengan papanya. Karena saat masih kecil Tania lebih suka pergi ke kebun binatang ketimbang pergi ke taman bermain.


"Dulu Tania hampir tiap Minggu kesini,"


"Memang apa yang dulu kamu suka dari tempat ini?" tanya Aldi.


"Tania suka kesini karena disini kita bisa belajar banyak tentang jenis-jenis binatang dan apa makanannya. Tania dulu paling suka liat panda. Soalnya menurut Tania panda itu binatang yang paling lucu dan menggemaskan."


"Ehm, tapi aku lebih lucu dan menggemaskan kan?" ucap Aldi.


"Ih... ada yang cemburu sama panda. Itu kan dulu mas, kalau sekarang buat Tania yang lucu, yang menggemaskan, yang ganteng dan yang paling Tania sayang ya cuma mas Al doang." ucap Tania


"Mas, minta tolong fotoin kita dong," kata lelaki itu.


"Boleh, emang mas mau foto sama siapa?" tanya Aldi


"Sama mbak yang itu, saya ngefans sama dia soalnya dia cantik banget." ucap laki-laki itu sambil menunjuk ke arah Tania yang berada agak jauh dari Aldi. Dan jelas saja itu membuat Aldi naik darah.

__ADS_1


"Mas jangan macam-macam ya, dia itu istri saya, sembarangan minta difotoin. Kalau mau foto sama monyet tu!" ucap Aldi dengan nada tinggi.


"Oh maaf mas, saya gak tau kalau Mbak itu istrinya mas. Permisi mas, sekali lagi saya minta maaf." ucap lelaki itu yang langsung buru-buru pergi.


Melihat ribut-ribut dari jauh Tania penasaran dan langsung mendekati Aldi.


"Ada apa mas, kok kayaknya ada ribut-ribut tadi?"


"Itu tadi, ada laki-laki minta difotoin sama kamu, katanya dia ngefans sama kamu, ya jelas aku marah lah." ucap Aldi.


Tania tertawa terbahak-bahak, karena memang terdengar lucu ceritanya.


"Sayang, kok kamu ketawa sih, gak lucu tau. Sini tangan kamu aku pegangin, biar gak ada yang berani melirik kamu." ucap Aldi sambil menggandeng tangan Tania.


"Kalau digandeng mas Al kayak gini, jadi teringat dulu masih kecil kalau kemana-mana pasti tangan Tania selalu di pegangin sama papa. Katanya biar Tania gak ilang."


"Iya, sekarang aku pegangin kamu biar kamu gak diambil orang." ucap Aldi.

__ADS_1


Tania hanya tersenyum menahan tawanya.


__ADS_2