DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 23


__ADS_3

Dan sekarang Bali, tempat yang sangat indah dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Seluas mata memandang, hamparan pasir putih di pantai nan indah dan mempesona. Tempat yang paling didambakan oleh sebagian besar wisatawan.


Aldi yang baru saja sampai langsung menuju ke hotel tempat dimana Meri menginap. Mereka memang sudah berencana untuk memesan hotel yang sama agar lebih mudah untuk bertemu. Dan kebetulan kamar mereka pun bersebelahan yang sudah pasti sangat memudahkan mereka dalam segala hal.


Namun meski tidak sekamar, tetap saja Aldi sering tidur di kamar Meri. Jelas saja dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa bercinta dengan Meri sesuka hatinya dan sepuasnya.


Usai mengerjakan pekerjaan masing-masing, mereka pun mengisi hari-hari mereka dengan jalan-jalan berdua menikmati keindahan kota Bali. Suasana yang romantis sehingga membuat Aldi lupa kalau ada yang merindukannya dirumah.


Saking sibuknya dia bersama Meri sampai-sampai dia lupa menghubungi Tania dirumah. Bahkan urusan pekerjaan sudah selesai pun dia belum juga pulang, membuat Tania merasa gelisah dan juga kesal.


Tania mencoba lagi menelpon Aldi, tapi tetap saja tidak diangkat. Bahkan pesan yang dia kirim pun tidak dibalas oleh Aldi. Membuat Tania semakin kesal.


"Sebenarnya kamu kemana sih mas, angkat dong telponnya." gerutu Tania sambil terus mencoba menghubungi Aldi. Bi Surti yang melihat Tania gelisah mencoba mencari tau apa yang terjadi.

__ADS_1


"Ada apa to non, kok kayaknya gelisah gitu?"


"Ini lho bi mas Al, udah beberapa hari gak ada kabar, ditelpon juga gak diangkat. Tania takut terjadi apa-apa sama mas Al, tapi Tania juga kesal kok bisa-bisanya mas Al kayak gini sama Tania, gak ngasih kabar sama sekali. Dan ini sudah hampir satu Minggu lho bi, masa iya kerjaannya Belum juga selesai." Tania jadi uring-uringan, dia mengeluarkan semua uneg-unegnya pada bi Surti. Karena hanya dengan bi Surti dia bisa mengeluarkan keluh kesahnya.


"Yang sabar non, tenangkan hati supaya tidak ada pikiran-pikiran yang salah. Mungkin den Al memang sedang sibuk, mungkin juga pekerjaannya belum selesai karena ada sesuatu yang menghambat, Ya misalnya ada kesalahan yang harus diperbaiki sehingga membuat kepulangannya di tunda," ucap bi Surti mencoba menenangkan Tania.


"Yang dikatakan bi Surti mungkin ada benarnya, tapi tetap saja Tania kesal sama mas Al."


"Makasih banyak ya bi, selalu ngingetin dan jagain Tania. Bibi emang the best deh pokoknya."


"Ngomong apa to non, bibi gak ngerti."


Tania hanya tertawa mendengar ucapan bi Surti yang terlihat polos itu.

__ADS_1


Selesai sarapan dia langsung berangkat ke butiknya. Dijalan dia mencoba menghubungi Meri, dia berencana mengajak Meri ketemuan. Tapi beberapa kali dia mencoba menelpon tidak diangkat juga oleh Meri. Membuat Tania jadi tambah bete kesal.


Sesampainya di butik, dia coba menghubungi satu kali lagi, dan kebetulan Meri langsung mengangkatnya.


"Meri, kamu kemana aja sih dari tadi ditelpon gak diangkat. Kamu lagi sibuk ya, aku ganggu gak sih?"


"Sorry Tan, iya aku tadi lagi pemotretan makanya gak tau kamu telpon. Ada apa Tan?"


"Ketemuan yuk, siang ini sekalian makan siang bareng. Kamu udah selesai kan kerjaannya?"


"Duh, sorry banget Tan. Aku lagi diluar kota. Lain kali gak pa-pa ya."


"Ya udah deh gak pa-pa." jawab Tania dengan sedikit rasa kecewa.

__ADS_1


__ADS_2