
Sepulangnya bibi Maya dari butik, Tania semakin mantap hatinya untuk mengikhlaskan Aldi menikah dengan Meri. Dia tidak mau kalau sampai orang-orang tau, kalau Meri telah mengandung anak Aldi, sedangkan tidak ada ikatan pernikahan diantara mereka. Dia tidak mau rumah tangganya jadi bahan omongan semua orang.
Malamnya, Tania tengah duduk di tepi ranjang. Sedang Aldi yang masih merasa bersalah dengan Tania, terlihat serba salah didepan Tania. Dia mondar-mandir didepan Tania, dan saat Aldi akan keluar dari kamar, Tania memanggilnya.
"Mas!" seru Tania. Dan Aldi buru-buru berbalik menghampiri Tania. Karena dia memang berharap Tania menyapanya.
"Iya sayang, ada apa?"
"Duduklah di dekatku sini,"
__ADS_1
Aldi langsung bergegas duduk didekat Tania.
"Menikahlah dengan Meri mas, aku sudah mengikhlaskan mu," ucap Tania.
"Kamu sungguh-sungguh sayang?" tanya Aldi ingin meyakinkan.
Tania mengangguk sambil tersenyum. Aldi yang merasa senang, langsung memeluk Tania.
Tania kemudian melepaskan pelukan Aldi.
__ADS_1
"Sebaiknya, secepatnya mas Al menikahi Meri. Karena aku tidak mau rumah tangga kita dijadikan bahan gosip diluar sana, dan kasihan juga Meri, kalau mas Al tidak cepat-cepat menikahinya. Dan satu lagi, jangan lupa beri tahu mama dan papa, mereka harus hadir di pernikahan kalian. Mas Al Sudah melakukan dosa besar dengan berzina dengan Meri, aku tidak mau mas Al menikah tanpa sepengetahuan mereka. Aku tidak mau mas Al menambah dosa lagi dengan membohongi orang tua. Mereka pasti akan marah dengan ini semua, tapi itu resiko yang harus mas Al tanggung. Mas Al mengerti kan maksud Tania?"
"Iya sayang, aku mengerti, aku akan beri tau mama sama papa. Terimakasih sayang, kamu memang istri yang sempurna. Kamu selalu sabar dan bijak dalam masalah apapun, wajar kalau mama dan papa sangat menyayangi mu. Dan aku, aku suami yang tidak berguna yang selalu membuat mu menderita. Maafkan aku sayang, aku janji, ini yang terakhir aku melakukan kesalahan. Aku janji, tidak akan berbuat kesalahan lagi yang akan membuat mu semakin menderita,"
Aldi kembali memeluk Tania, tidak terasa air mata keduanya pun menetes.
"Sudahlah mas, yang telah terjadi biarlah terjadi. Sekarang kita berusaha melangkah ke depan, dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Aku sangat mencintaimu mas, itu yang membuat ku selalu kuat menghadapi semua ujian ini. Tapi mas Al benar-benar masih mencintai Tania kan mas?"
Aldi melepaskan pelukannya, dia raih wajah istrinya dengan kedua tangannya. Dia tatap wajah istrinya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Sayang, aku memang telah melakukan kesalahan besar dengan menghadirkan Meri diantara kita. Tapi percayalah, rasa cinta dan sayang ku pada Meri, tak sebesar rasa cinta dan sayang ku padamu sayang. Aku sangat-sangat menyayangimu, meski ada Meri di kehidupan ku, namun rasa cinta dan sayang ku tidak akan pernah berkurang sedikit pun, aku janji. Dan aku minta maaf kalau selama ini aku sedikit mengabaikan mu, bahkan hari ulang tahun mu pun aku sempat melupakannya, aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji sayang."
Dan lagi-lagi Aldi memeluk Tania. Mungkinkah yang dikatakan Aldi itu semua benar, dan apakah dia nantinya bisa bersikap adil. Karena mempunyai dua istri itu tidak lah mudah. Seseorang harus bersikap adil dengan kedua istrinya, agar tercipta rumah tangga yang tentram dan bahagia.