DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 25


__ADS_3

Bangun tidur Tania langsung melihat handphonenya, dilihatnya dua panggilan tak terjawab dari Aldi. Dan satu pesan masuk.


"Sayang kamu udah tidur ya, maaf ya sayang aku jarang menghubungimu soalnya aku lagi sibuk banget. Dan ada sedikit masalah jadi aku belum bisa pulang. Jaga diri kamu baik-baik di rumah. Mungkin dua atau tiga hari lagi aku pulang. Selamat malam sayang. I Miss you."


Setelah membaca pesan dari Aldi, Tania langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh tanpa membalas pesan dari Aldi. Sepertinya dia tidak terlalu peduli dengan pesan tersebut. Karena hatinya sudah terlanjur kesal dengan Aldi.


Hari ini adalah hari ulang tahun Tania, dia sengaja tidak menghubungi Aldi karena dia ingin tau apakah suaminya masih ingat dengan hari ulang tahunnya. Sebentar-sebentar dia mengecek handphonenya, berharap ada ucapan selamat dari Aldi.


Namun sampai malam pun tetap tidak ada ucapan selamat dari Aldi. Bahkan Aldi juga tidak menghubunginya sehari ini. Tania merasa kalau Aldi benar-benar telah berubah. Karena selama mengarungi bahtera rumah tangga bersama Aldi, baru kali ini Aldi melupakan hari ulang tahunnya.


Kejutan indah dan romantis yang dulu sering Aldi berikan pada nya dihari ulang tahunnya kini tak lagi dia dapatkan. Bahkan sekedar ucapan selamat pun tidak sama sekali.


Tania menangis terisak-isak di dalam kamarnya. Dia tidak percaya kalau Aldi bisa berubah seperti ini. Dan dia juga tidak tau apa yang membuat suaminya berubah.


"Apa yang terjadi sebenarnya dengan mu mas, kenapa mas Al bisa berubah seperti ini. Apa salah Tania." tangis Tania makin menjadi, hatinya benar-benar terluka dengan sikap Aldi.

__ADS_1


Terdengar pintu kamarnya ada yang mengetuk dan memanggil nya. Sudah jelas itu bi Surti,Tania buru-buru mengusap air matanya, dan bergegas membuka pintu.


"Ada apa bi?" tanya Tania


"Maaf non tadi Bu Rima telpon, dia menanyakan den Aldi. Ya saya bilang aja den Aldi nya belum pulang.Terus dia kayaknya marah gitu non. Dia mau bicara sama non. Katanya suruh non menghubunginya,"


"Iya nanti aku telpon mama,"


"Maaf, non habis nangis? non gak pa-pa kan?" tanya bi Surti panik.


"Iya non, syukurlah kalau non baik-baik saja."


Tania langsung menelpon mama mertuanya. Dan memang benar Bu Rima marah sekali dengan sikap anaknya. Meski Tania hanya menantunya tapi dia menyayangi Tania seperti anaknya sendiri.


"Memang apa saja yang dikerjakan Aldi kok sudah satu Minggu gak pulang-pulang. Biar nanti mama telpon Aldi, mama mau marahin dia," ucap Bu Rima lewat telepon.

__ADS_1


"Gak usah ma, mungkin mas Al memang lagi sibuk,"


"Gak mungkin, itu anak pasti keluyuran. Dasar bocah sableng. Kamu sendiri gimana sayang, kamu baik-baik saja kan nak?"


"Tania gak pa-pa ma, Tania baik-baik saja."


Dan benar saja, usai menelpon Tania, bu Rima langsung menelpon anaknya Aldi. Aldi dimarahinya habis-habisan.


"Aldi, ngapain saja kamu di Bali? udah satu Minggu gak pulang-pulang. Apa kamu gak kasian sama Tania dirumah sendiri," gerutu Bu Rima.


"Iya ma kalau kerjaan Aldi dah selesai Aldi langsung pulang kok,"


"Alah kerjaan apa, mama tau kamu pasti bohong. Awas saja kalau kamu gak cepat-cepat pulang!"


"Iya-iya ma Aldi pulang."

__ADS_1


Aldi memang tidak pernah membantah perintah orang tuanya meski dia seorang suami yang tidak baik.


__ADS_2