DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 11


__ADS_3

Aldi sedang mengendarai motornya, dia baru saja membeli alat memancing. Karena dia berencana memancing di sungai bersama teman-temannya.


Di tengah jalan yang agak sepi, dia melihat dua orang laki-laki sedang mengotak-atik mobil. Sepertinya mobil mereka mogok. Aldi berhenti, lalu dia turun dari motornya, berniat membantu dua orang itu yang sepertinya dua orang itu supir dan majikannya.


"Maaf pak, ada apa dengan mobilnya? apa ada yang bisa saya bantu," ucap Aldi menyapa dua orang itu.


"Gak tau nih mas, tiba-tiba mogok," jawab supir itu.


"Bolehkah saya coba memeriksanya,"


"Monggo mas." ucap supir itu memakai bahasa Jawa.

__ADS_1


"Nama kamu siapa anak muda?" tanya lelaki satunya yang ternyata orang bule.


Namun meskipun orang bule, tapi dia sangat lancar berbicara bahasa Indonesia.


"Aldi pak," jawab Aldi.


"Saya salut sama kamu nak, kamu mau membantu kami di tengah jalan seperti ini. Padahal kamu tidak mengenal kami. Jaman sekarang jarang ada anak muda seusia kamu yang mau peduli dengan kesusahan orang. Apalagi dengan orang yang tidak dikenal."


"Ini hanya bantuan kecil pak, itung-itung cari pahala."


"Kira-kira rumah bapak masih jauh gak, biar saya antar pulang. Disini panas dan juga banyak polusi, tidak baik untuk kesehatan bapak. Biarlah supir bapak yang ikut ke bengkel."

__ADS_1


"Rumah saya masih agak jauh dari sini. Tapi terimakasih kalau nak Aldi mau mengantarkan saya. Kebetulan saya memang pengen cepat sampai rumah, karena saya sudah sangat rindu sama anak saya."


Lalu keduanya berboncengan menuju ke rumah orang bule itu. Disepanjang jalan mereka mengobrol, dan ternyata mereka mempunyai hobi yang sama yaitu memancing. Anehnya meski baru kenal tapi mereka sudah terlihat akrab. Dan Aldi merasa laki-laki ini seperti tidak asing baginya. Sepertinya dia sudah pernah melihat orang ini, tapi dia lupa dimana.


Karena penasaran Aldi coba menanyakan nama laki-laki itu. Siapa tau dia bisa mengingatnya setelah mengetahui namanya.


Dan benar saja, Aldi sangat kaget ketika laki-laki bule itu menyebutkan namanya. Karena ternyata laki-laki itu bernama George Richard, papanya Tania. Laki-laki itu sudah jauh berbeda dibandingkan dengan fotonya dulu saat Tania masih kecil. Sekarang dia terlihat lebih kurus dan tua, wajar kalau Aldi tidak mengenalinya.


Dan dari pertemuan itulah ayah Tania merestui hubungan Tania dan Aldi. Ayah Tania yakin kalau Aldi anak yang baik yang pantas menjadi kekasih putrinya. Dan ini yang membuat hubungan mereka semakin erat.


Sedangkan Meri tetap dengan perasaan cintanya kepada Aldi. Meski dia sangat cemburu melihat kedekatan Tania dan Aldi, dia berusaha tidak menunjukkannya. Dia berusaha menepis rasa cemburunya itu, namun tetap saja dia tidak bisa. Dan karena cintanya pada Aldi terlalu besar, membuatnya terobsesi untuk mendapatkan Aldi.

__ADS_1


Hari demi hari hubungan Aldi dan Tania makin dekat. Aldi makin sering mengunjungi Tania, apalagi kalau papa Tania sedang tidak dirumah. Sampai suatu hari, mereka hampir saja melakukan sesuatu yang diluar batas. Karena memang setan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia agar terjerumus ke lembah dosa dan kemaksiatan. Namun seketika keduanya tersadar, betapa pentingnya menjaga kesucian hubungan dan menjaga kehormatan keluarga mereka yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka.


Setelah lulus SMA, Tania dan Aldi melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Keduanya sama-sama kuliah. Tapi baru satu tahun kuliah mereka menikah, karena sepertinya mereka tidak lagi mampu menahan nafsu lebih lama lagi. Mereka takut cinta suci mereka akan ternoda oleh nafsu yang akan menjerumuskan mereka ke dalam dosa besar. Dan untuk menghindari itu semua, akhirnya mereka melangsungkan pernikahan.


__ADS_2