DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 27


__ADS_3

Melihat Tania sedang dipeluk seorang laki-laki, Aldi langsung naik darah. Dan tanpa basa-basi dia langsung melayangkan pukulan ke arah laki-laki itu. Tanpa mencari tau dulu apa alasannya. Sehingga membuat laki-laki itu berbalik emosi kepada Aldi. Lalu membalas pukulan Aldi.


Aldi pun berniat memukul laki-laki itu lagi, namun dengan cepat Tania menghalanginya. Tania yang juga marah kepada Aldi, mendorong tubuh Aldi.


"Mas Al apa-apaan sih, main pukul orang sembarangan. Memangnya mas ini salah apa!" ucap Tania dengan nada tinggi.


"Kamu masih tanya salah dia apa, sudah jelas-jelas dia memeluk kamu. Apa menurutmu itu benar. O... apa jangan-jangan kalian memang ada hubungan ya?"


Bagaikan tersambar petir Tania mendengar ucapan Aldi. Sedikitpun dia tidak pernah menduga kalau Aldi akan merendahkannya seperti itu. Air matanya pun langsung menetes di pipinya. Belum sempat dia menjawab ucapan Aldi, datang istri laki-laki yang tadi mencoba kebayanya.


"Ada apa sih mas ribut-ribut?" tanya perempuan itu pada suaminya.

__ADS_1


"Ini ni laki-laki arogan yang tiba-tiba memukul saya, dikiranya saya ada hubungan sama mbak ini cuma gara-gara saya menolong mbak ini yang akan terjatuh dari atas kursi. Ya jelas saya gak terima lah,"


"Makanya mas lain kali jangan asal nuduh, suami saya orang baik-baik jadi gak mungkin macam-macam sama mbaknya." tambah sang istri.


"Udahlah sayang, ayo kita pergi. Kita belanja ditempat lain saja. Daripada disini malah dapat masalah." cetus sang suami yang langsung membawa istrinya pergi.


Tania masih terdiam dengan air mata di pipinya. Antara marah dan malu itulah yang dia rasakan saat ini. Setelah sekian lama dia menunggu kepulangan Aldi, berharap kebahagiaan yang akan dia rasakan saat pertemuan, namun kenyataannya jauh dari yang diharapkan.


"Sudah puas kamu mas dengan ini semua?" Tania menatap tajam ke mata Aldi


"Maafkan aku sayang, aku kira kamu ada hubungan dengan laki-laki itu, wajar kan sayang kalau aku marah karena aku lihat dia tadi memelukmu, aku sungguh tidak tau kalau dia hanya sekedar menolong mu," Aldi mencoba meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

__ADS_1


"Yang seharusnya marah itu aku mas, karena jelas-jelas mas Al yang menyakitiku,"


"Menyakiti bagaimana maksud kamu sayang, aku gak ngerti,"


"Masih bisa bilang gak ngerti mas, sudah satu Minggu lebih mas Al di Bali, jarang memberi kabar, bahkan hari ulang tahunku pun mas Al sudah lupa. Dan sekarang tiba-tiba datang menuduh aku ada hubungan dengan laki-laki lain. Tania sangat kecewa sama mas Al, Tania tidak menyangka kalau mas Al akan menganggap Tania serendah itu."


"Maafkan aku sayang, aku sangat sibuk mengurus pekerjaanku di Bali jadi tidak bisa sering-sering menghubungimu. Dan maafkan aku juga yang telah melupakan hari ulang tahun mu. Dan soal tadi..."


"Cukup mas! Tania tidak mau dengar apa pun dari mas Al."ucap Tania histeris memotong pembicaraan Aldi.


Tania menangis terisak-isak, tubuhnya terasa lemas. Aldi yang merasa kasihan melihatnya mencoba memeluknya namun Tania menolaknya. Aldi pun memahaminya kalau saat ini Tania masih sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2