
Aldi mencoba menelpon Meri, untuk memberi tau kalau Farel sakit dan dibawa ke rumah sakit. Namun berkali-kali Aldi menelpon Meri tetap tidak mengangkat telponnya. Membuat Aldi semakin marah dengan Meri. Sementara Tania tidak berpindah dari sisi Farel, dia terus menjaga Farel sampai suster di rumah sakit mengira kalau Tania ibunya Farel.
"Maaf Bu, apa anaknya sudah diberi ASI?" tanya salah satu suster.
"Dia tidak minum ASI sus, dan saya juga bukan ibu kandungnya,"
"O...maaf Bu, saya tidak tau. Saya kira ibu orang tua anak ini. Kalau dia minum susu formula sebaiknya dibuatkan sekarang, karena ini sudah waktunya dia minum susu. Kalau bisa jangan sampai telat ya Bu, karena dengan memberi susu secara teratur itu juga bisa mendukungnya cepat sembuh,"
"Iya sus, saya akan segera membuatkannya susu," jawab Tania.
Sorenya, Farel sudah bisa dibawa pulang. Karena Farel hanya mengalami demam, Namun Dokter menyarankan agar dalam beberapa hari ini Farel harus tetap kontrol ke rumah sakit, untuk memastikan dia benar-benar sembuh.
Tania ikut mengantar Farel sampai ke rumah, bahkan dia tidak sanggup meninggalkan Farel dalam keadaan seperti itu. Tania tidak langsung pulang, dia masih belum rela meninggalkan Farel.
__ADS_1
"Mas, coba hubungi Meri lagi. Saya tidak bisa meninggalkannya sendiri, kalau Meri sudah pulang barulah saya bisa tenang meninggalkan Farel,"
"Iya sayang, aku coba telpon Meri lagi ya,"
Aldi mondar mandir sambil terus menghubungi Meri, namun tetap saja Meri tidak mengangkat teleponnya. Entah karena dia benar-benar sibuk, atau cuma karena tidak mau diganggu saja.
Tania masih tetap di samping Farel, dia berbaring di dekat Farel. Mungkin karena kecapekan menjaga Farel seharian, sampai membuat nya ketiduran. Aldi yang juga kasihan melihat Tania, tidak tega membangunkannya. sementara jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya Meri pulang juga. Dan betapa terkejutnya Meri saat melihat Tania sedang tidur di dekat Farel, dan itu membuatnya sangat marah. Tanpa pikir panjang, dia langsung membangunkan Tania dengan kasar.
"Maaf Mer, aku ketiduran. Jadi ceritanya aku tadi jagain Farel, karena dia lagi sakit Mer,"
"Alah...itu kan cuma alasan kamu saja, supaya bisa dekat terus dengan mas Al. Iya kan?"
__ADS_1
Mendengar ribut-ribut, Aldi yang baru saja keluar dari kamar mandi menghampiri mereka.
"Ada apa kalian ribut-ribut? dan kamu Mer, kamu ngapain saja sih seharian ditelpon gak diangkat. Kamu tau tidak, farel sakit Mer. Dan kamu, ibu macam apa kamu ini. Yang lebih mementingkan pekerjaan ketimbang anak sendiri!" bentak Aldi.
Dan Tania yang merasa tidak enak, langsung buru-buru berpamitan.
"Mer, aku pulang dulu ya. maaf kalau aku membuatmu marah," ucap Tania yang langsung mengambil tasnya dan akan bergegas pulang.
Namun Meri malah mencegahnya, dia menarik tangan Tania.
"Mau kemana kamu Tan, sudah puas kamu bikin mas Al marah sama aku. Kamu benar-benar tidak tau malu!"
"Cukup Mer! berhenti menyalahkan Tania, dia yang sehari ini menjaga Farel di rumah sakit. Sementara kamu sama sekali tidak memperdulikan farel. Kamu benar-benar sudah gila Mer," ucap Aldi yang langsung menarik tangan Tania, mengantarkannya pulang.
__ADS_1
Meri berteriak-teriak memanggil Aldi, namun Aldi tidak memperdulikannya. Dia terus berjalan keluar rumah sambil terus menggenggam tangan Tania.