DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 61


__ADS_3

Mendengar penjelasan Aldi, Bu Lina jadi bingung sendiri. Dia berusaha membujuk Meri agar mau memberikan ASI pada anaknya. Tapi sepertinya Meri tetap teguh dengan keputusannya, dan begitu juga dengan Aldi, yang tetap menginginkan Farel minum ASI. Suasana pun menjadi tegang. Bu Lina tidak punya pilihan lain kecuali menuruti Meri, anak kesayangannya.


"Ya udah, gak pa-pa Al kita berikan susu formula pada Farel. Anak-anak yang lain juga banyak yang dikasih susu formula, buktinya mereka tumbuh sehat juga. Udah, kalian gak usah ribut lagi, kasihan Farel tu nangis terus. Mama bikinin susu dulu buat Farel," ucap Bu Lina yang langsung keluar kamar.


Sekeluarnya Bu Lina dari kamar, Meri dan Aldi sama-sama terdiam. Sebenarnya di dalam hati mereka masih tersimpan rasa kesal dan emosi, namun keduanya memilih diam agar tidak membuat suasana menjadi lebih runyam.


Keesokan harinya, sepulangnya dari kantor, Aldi yang masih kesal dengan Meri, memilih pulang ke rumah Tania. Tania pun dibuat terkejut dengan kedatangan Aldi, pasalnya Meri baru saja melahirkan, tapi bukannya menjaga meri dan bayinya, Aldi justru pulang ke rumahnya.


Namun Tania istri yang bijak, dia tidak langsung menghujani Aldi dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu banyak tersimpan di kepalanya. Dia memilih diam dulu, membiarkan Aldi menghilangkan rasa lelahnya sepulang dari kantor.


"Mas Al mandi aja dulu biar segar, aku akan siapkan makanan," ucap Tania sambil membantu Aldi melepaskan dasinya.

__ADS_1


Aldi tidak menjawab, dia justru mencium bibir Tania, Tania pun membalasnya. Karena Tania sudah memahami suaminya, dia tau kalau Aldi sedang tidak baik-baik saja. Pasti dia sedang ada masalah, Tania bisa melihat semua itu hanya dengan raut wajah Aldi yang terlihat muram dan kusut.


Aldi kemudian memeluk Tania dengan erat, karena dengan memeluk Tania, dia merasa lebih tenang dan nyaman.


"Kamu kenapa mas?" tanya Tania lirih.


"Aku lagi kesal," jawab Aldi yang terlihat malas membahas masalahnya.


"Iya sayang," jawab Aldi sambil melepas pelukannya, yang juga sekali lagi mencium bibir Tania, sebelum pergi ke kamar mandi.


Setelah Aldi pergi mandi, Tania bergegas pergi ke dapur, menyiapkan menu makanan.

__ADS_1


Dan selesai makan, mereka pun bersantai. Barulah Tania melontarkan pertanyaan-pertanyaannya.


"Sebenarnya ada apa mas, kok mas Al malah kesini. Kasian Meri dan bayinya dirumah mas. Mereka butuh mas Al di samping mereka,"


"Iya, aku tau itu sayang. Tapi aku sedang kesal dengan Meri, aku kecewa dengan keputusannya yang memilih tidak memberikan ASI pada Farel. Dan sayang tau apa alasannya, hanya karena dia ingin menjaga penampilannya sebagai seorang model. Suami mana yang tidak kesal mendengarnya," gerutu Aldi.


"Sudahlah mas, jangan terlalu dipermasalahkan. Keputusan Meri memang tidak bisa dibenarkan, tapi mas Al juga salah. Bukan begini cara menyelesaikan masalah, dengan pergi menghindar. Kita sama-sama berdo'a saja, semoga Farel selalu diberikan kesehatan meski tidak minum ASI ibunya,"


Tiba-tiba handphone Aldi berbunyi, sudah jelas itu telpon dari Meri. Namun Aldi tidak mengangkatnya.


"Pulanglah ke rumah Meri mas, kasihan Farel. Mas Al gak usah khawatir, semua akan baik-baik saja. Pulang ya, kalau mas Al masih kesal dengan Meri, setidaknya ini demi Farel. Dia butuh mas Al disampingnya," bujuk Tania sekali lagi, agar Aldi mau pulang ke rumah Meri.

__ADS_1


Aldi terdiam, yang dikatakan Tania memang benar, kasihan Farel. Akhirnya Aldi pun memutuskan untuk pulang ke rumah Meri dan mengurungkan niatnya untuk menginap di rumah Tania.


__ADS_2