
Keesokan harinya, pagi-pagi Meri sudah siap dengan segala keperluannya. Managernya sudah menjemputnya pagi-pagi, karena mereka harus secepatnya tiba di bandara, karena jadwal penerbangan yang mereka tuju berangkat lebih awal. Dengan buru-buru Meri berpamitan dengan suami dan anaknya.
"Mas, Meri berangkat dulu ya. Jaga Farel baik-baik ya mas. Kabari aku kalau ada apa-apa,"
"Iya, kamu juga hati-hati di sana. Jangan lupa juga kasih kabar,"
Meri mencium tangan Aldi, lalu memeluknya. Dia juga menyempatkan mencium bayinya sebelum dia berangkat.
"Mama pergi dulu ya sayang, jangan nakal ya dirumah," ucap Meri yang lalu bergegas pergi.
Aldi hanya mengantar Meri sampai depan pintu, karena dia sendiri juga harus bergegas pergi ke kantor. Sebelum berangkat, Aldi berpesan kepada semua yang ada di rumah untuk menjaga Farel sebaik mungkin, selama dia berada di kantor.
__ADS_1
Diperjalanan, handphone Aldi berbunyi. Rupanya itu telpon dari Tania.
"Ada apa sayang, tumben telpon pagi-pagi. Kangen ya sama aku," goda Aldi.
"Emang lagi kangen, tapi bukan kangen sama mas Al. Tania kangen banget sama Farel, sudah dua bulan Tania gak lihat Farel. Bagaimana mas kabar Farel, dia baik-baik saja kan mas,"
"Farel baik-baik saja. Ya udah, nanti sore pulang kantor aku jemput kamu. Kita ketemu Farel,"
"Gak usah mas, apalagi bareng mas Al. Gak enak sama Meri,"
Tania sangat senang mendengarnya, dia sudah tidak sabar menunggu sore hari. Tania begitu menyayangi Farel, meski Farel bukan anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
Sorenya, Tania sengaja pulang lebih awal, supaya ketika Aldi menjemputnya dia sudah bisa langsung berangkat.
Sesampainya Aldi di rumah Tania, Aldi pun terkejut melihat Tania yang sudah rapi dan siap untuk berangkat ketemu Farel. Dia tidak menyangka kalau Tania sangat merindukan Farel. Sampai dia sudah tidak sabar lagi ingin cepat-cepat menemui Farel.
Aldi yang melihat Tania sudah siap pun langsung mengajak Tania berangkat. Sesampainya di rumah Meri, Aldi langsung mengantarkan Tania ke kamar Farel. Kebetulan Farel baru saja selesai dimandikan baby susternya. Tania pun meminta izin untuk memakaikan baju pada Farel, sementara itu baby suster membuatkan susu untuk Farel.
Aldi menemui semua yang ada dirumah itu, dia berpesan kepada mereka agar tidak memberi tau kepada Meri tentang kedatangan Tania. Karena Aldi takut Meri salah paham, karena memang dia tidak suka Tania datang ke rumahnya.
Para Art pun bisa memahami itu dan menuruti perintah Aldi, agar merahasiakan kedatangan Tania pada Meri.
Tania memakaikan baju Farel dengan sangat hati-hati. Sambil sesekali menciumnya, karena gemas. Aldi yang melihatnya pun menjadi terharu, dia tidak menyangka kalau Tania bisa sangat menyayangi Farel. Meski Farel adalah anak dari madunya.
__ADS_1
Aldi tidak mau menggangu Tania, dia pun bergegas pergi mandi. Setelah selesai memakaikan baju, Tania menggendong Farel, menimangnya dengan penuh kasih sayang. Dan inilah yang sangat dia rindukan selama ini, bisa menimang bayi dan mencium seorang bayi mungil.
Baby suster selesai membuat susu untuk Farel, Tania pun minta izin lagi agar dia yang memberikannya. Baby suster pun menuruti keinginan Tania. Tania duduk di kursi sambil memangku Farel dan mulai memberikan susu pada Farel perlahan. Baby suster yang melihatnya pun menjadi heran, pasalnya Meri sendiri yang justru ibu kandungnya, enggan melakukannya meski dia sedang bersantai. Namun sebaliknya, Tania justru dengan sabar dan penuh kasih sayang mau merawat Farel meski bukan anak kandungnya.