DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 30


__ADS_3

Seperti biasa, pagi-pagi Tania menemani Aldi sarapan. Mereka terlihat baik-baik saja seperti tidak pernah ada masalah dengan mereka. Dan tampak rambut keduanya yang masih basah, sepertinya mereka baru saja melewati malam yang indah. Bagaimana tidak, Aldi mendarat sampai dua kali setelah satu Minggu lebih mereka tidak bertemu.


Dan bagi Tania itu adalah sebuah kewajiban yang harus dia lakukan di samping dia sebagai seorang istri, dan juga sebuah pahala besar tentunya yang akan dia peroleh, karena dia melakukannya dengan tulus dan ikhlas kapanpun Aldi menginginkannya.


Aldi duduk di kursi makan sementara Tania memeluknya dari belakang dan menjatuhkan kepalanya di Kepala Aldi. Dia terlihat sangat lesu.


"Ada apa sayang? sepertinya kamu lesu gitu," tanya Aldi sambil mencium pipi Tania.


"Capek, ngantuk," jawab Tania yang masih tetap memeluk Aldi.


"Ehm, pasti karena semalam aku mendarat sampai dua kali ya,"


"Emang dasar Mas Al nafsunya besar," ucap Tania sambil menggelitik Aldi yang membuat Aldi menggeliat kegelian.

__ADS_1


"Ya udah kalau kamu masih ngantuk, kamu tidur lagi aja dan gak usah ke butik dulu, istirahat aja di rumah biar kamu gak kecape'an."


Meski Aldi mempunyai hubungan dengan wanita lain, namun sebenarnya dia masih tetap mencintai dan menyayangi Tania. Hanya saja dia sudah membagi waktunya yang tidak lagi sepenuhnya untuk Tania.


"Gak ah, Tania mau ke butik aja. Tania gak mau kalau cuma bermalas-malasan di rumah, itu cuma bikin Tania bete,"


"Emang dasar kamu ya, susah di bilangin," gerutu sayang Aldi pada Tania sambil mengusap-usap rambut Tania. Yang membuat rambut Tania sedikit acak-acakan.


"Ih..mas Al, jadi berantakan kan rambut Tania." celoteh manja Tania yang membuat Aldi menjadi gemas. Dan langsung menarik Tania kedalam pangkuannya memeluknya lalu menciuminya dengan penuh gairah yang membuat Tania menggeliat kegelian sambil tertawa-tawa.


"Mas Al apa-apaan sih, malu tau kalau sampai dilihat bi Surti," gerutu Tania sambil menatap tajam ke arah Aldi. Dan Aldi justru malah tersenyum mendengar ucapan Tania.


"Biarin, biar dia iri melihat kita dan berubah pikiran mau menerima cinta mang Didik." ucapan Aldi jelas membuat Tania tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Mas Al bener tu, bi Surti emang jual mahal banget sama mang Didik. Padahal udah berbagai macam jurus yang dikeluarkan mang Didik untuk mendapatkan cinta bi Surti, tapi tetap saja hasilnya nihil."


Keduanya pun tertawa-tawa dan tiba-tiba datang bi Surti yang akan meminta uang untuk belanja.


"Kayaknya non Tania sama den Al lagi ngomongin bibi ya? bibi dengar tadi sebut-sebut nama bibi," tanya bi Surti penasaran.


"Emang, kita emang lagi ngomongin bi Surti," jawab Tania sambil menahan sisa tertawanya.


"Jadi kira-kira kapan bi Surti terima cinta mang Didik, kasihan tu mang Didiknya digantung cintanya." goda Tania pada bi Surti.


Aldi yang dari tadi terdiam pun ikut menggoda bi Surti.


"Udahlah bi terima aja, mang Didik baik kok orangnya."

__ADS_1


"Amit-amit den bibi terima si Didik itu, baik sih baik den tapi matanya itu lho, suka jelalatan kalau lihat cewek bening dikit. Ora Sudi aku dadi bojone." jawab bi Surti dengan nada sedikit sewot. Yang membuat Tania dan Aldi menahan tawa.


__ADS_2