
"Meri, kamu gadis yang baik, cantik, aku yakin kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari aku. Aku minta maaf, aku benar-benar tidak bisa mencintaimu selayaknya seorang kekasih. Karena hati dan cintaku hanya untuk Tania. Aku sayang sama kamu, tapi itu hanya sebatas sayang seorang kakak pada adiknya, gak lebih."
Meri makin berderai air matanya, hatinya hancur luluh mendengar jawaban Aldi. Dia tidak bisa berkata-kata dan hanya menangis.
Aldi sangat kasihan melihatnya, dia coba menenangkan Meri dengan memeluknya, sambil membelai rambutnya.
"Sudah jangan menangis, gak bosen apa dari kecil sampai besar nangis terus. Mana ingusan lagi."
"Mas Al jahat, dulu masih kecil sering bikin Meri nangis, sekarang sudah besar pun tetap aja bikin Meri menangis."
"Iya, mas Al minta maaf."
Setelah beberapa saat Meri pun berhenti menangis. Pelukan Aldi mampu menenangkan hatinya.
"Mas Al tidak membenci Meri kan?" tanya Meri sambil mengusap air matanya.
"Sama sekali tidak, karena rasa cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya, kita tidak bisa menyalahkannya. Saya hanya minta satu hal sama kamu, cobalah mencintai pria yang juga mencintaimu, karena itu yang akan membuatmu bahagia."
Meri tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan mengangguk. Entah sampai kapan dia akan menyimpan perasaannya untuk Aldi. Karena baginya melupakan Aldi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena Meri adalah tipe cewek yang tidak mudah jatuh cinta.
"Sudah sore, aku antar kamu pulang ya,"
"Gak usah, mas Al duluan aja. Meri juga bawa motor sendiri kok,"
"Ya udah, aku duluan ya," ucap Aldi sambil berdiri.
__ADS_1
"Tunggu mas,"
"Ada apa?" tanya Aldi yang kemudian duduk kembali.
"Soal perasaan Meri sama mas Al, Meri mohon jangan kasih tau Tania ya. Meri gak mau dia terbebani. Kalau sampai Tania tau, dia tidak akan mau menerima mas Al. Dia pasti merasa tidak enak hati jika dia tau kalau aku juga mencintai mas Al. Mas Al paham kan maksud Meri?"
"Iya aku paham, aku akan merahasiakan ini semua dari Tania,"
"Makasih ya mas."
"Iya, dan aku do'akan semoga Allah memberikan jodoh terbaik untuk orang sebaik kamu." ucap Aldi yang langsung pergi meninggalkan Meri.
"Mungkin sekarang aku tidak bisa mendapatkan cintamu mas, tapi aku berjanji pada diriku sendiri, suatu saat nanti aku akan membuatmu jatuh di pelukan ku bagaimanapun caranya." ucap Meri sambil mengusap air matanya.
Meri tidak langsung pulang, dia pergi ke kosan teman sekelas nya Rani dan Siska. Meri ingin ikut mereka pergi ke party malam ini.
"Tar malam ada party gak, aku ikut dong,"
"Ada, emang beneran kamu mau ikut. Kok tumben banget sih,"
"Iya nih aku lagi suntuk, mumpung bokap ma nyokap juga lagi gak di rumah."
"Tenang, kita akan ajak kamu happy-happy malam ini. Ya gak Sis,"
"Yo'i guys..." jawab Siska.
__ADS_1
Party, istilah ngumpul bareng sambil dengerin musik, berjoget, berdansa atau sekedar ngobrol-ngobrol aja. Sering di lakukan Rani dan Siska, setiap malam Minggu karena mereka jauh dari orang tua, dan tinggal di kosan membuat mereka kurang pengamatan dalam bergaul.
Tepat jam delapan malam mereka sampai di tempat party. Suasana sudah ramai di dalam. Suara musik disko bergema dalam ruangan itu.
Meri duduk di kursi, sementara Rani dan Siska sudah berjoget bersama yang lain, menikmati alunan musik disko, sambil sesekali melambaikan tangan ke arah Meri, mengajak Meri bergabung. Tapi sepertinya Meri masih malu-malu.
Tiba-tiba Meri dikagetkan dengan sapaan seorang pria berkulit putih, tinggi dan wajahnya lumayan tampan.
Dia adalah Riko, mantan kakak kelas nya yang dulu pernah menyatakan cinta padanya, namun Meri menolaknya karena pada saat itu Meri sudah memiliki kekasih yaitu si Rendi, cowok yang telah menduakan nya itu.
"Hai Mer,"
"Hai, mas Riko kan?"
"Iya, masak udah lupa sih. malangnya nasibku udah ditolak, dilupain lagi. Tega kamu Mer,"
"Sorry mas, abis Meri pangling soalnya udah lama gak ketemu."
"Kamu sendirian?"
"Enggak, tu sama Rani dan Siska,"
"Gabung yuk sama mereka", ajak Riko.
Belum sempat Meri menjawab, Riko sudah menarik tangan Meri. Yang membuatnya tidak sempat menolak.
__ADS_1
Awalnya Meri malu-malu, tapi lama-lama dia mulai menikmati musiknya dan akhirnya dia mulai berjoget, menyatu dengan musik disko. Yang membuat tubuhnya terlihat seksi.