DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 49


__ADS_3

Sorenya, sebelum pulang Aldi menelpon Meri. Dia memberi tahu Meri kalau hari ini waktunya dia menginap di rumah Tania.


"Mer, Malam ini aku menginap di rumah Tania. jadi kamu jangan menunggu aku pulang,"


"Ya gak bisa gitu dong mas, kita baru aja menikah lho mas, masak iya mas Al tinggalin Meri. Besok-besok aja lah mas Al ke sananya, Tania pasti bisa ngertiin kok," jawab Meri dengan nada sedikit ngambek.


"Justru karena itu, makanya aku gak tega sama Tania. Saat ini dia pasti sangat sedih dan merasa kehilangan. Sudahlah, aku gak mau berdebat. Aku akan tetap ketempat Tania malam ini," Tegas Aldi.


Aldi langsung mematikan handphonenya. Karena dia tidak mau berdebat dengan Meri. Dan memang dia sudah tidak sabar ingin bertemu Tania, dia ingin tau bagaimana keadaan Tania.


Sementara di apartemennya, Meri yang kesal dengan Aldi karena tidak mau menuruti permintaannya, menjadi uring-uringan. Meri memang tipe orang yang ambisius, apapun keinginannya harus bisa terwujud bagaimana pun caranya. Apalagi dengan statusnya sekarang sebagai istri sah nya Aldi, dia merasa punya hak untuk menuntut apapun dari Aldi.

__ADS_1


Dan kini hatinya pun diselimuti rasa iri pada Tania, karena dia merasa Tania selalu lebih beruntung darinya.


"Tania lagi, Tania lagi. Gak mas Al, gak mamanya, semua lebih mementingkan perasaan Tania. Kenapa mereka tidak pernah memikirkan perasaanku juga. Aku lagi hamil pun, tidak ada rasa simpati sedikitpun pada ku. Benar-benar keterlaluan mereka." gerutu Meri sendiri.


Sementara di rumah Tania, bi Surti sedang menyiapkan makan malam, Dengan ditemani mang Didik. Mereka tetap saja ngobrol berdua, meski bi Surti belum mau menerima cinta mang Didik.


"Kasian ya non Tania, kayaknya non Tania merasa kehilangan den Al banget," ucap mang Didik.


Tidak lama kemudian Aldi datang, Aldi membelikan beberapa buah-buahan kesukaan Tania, dia berikan buah-buahan itu pada bi Surti. Dan langsung menanyakan Tania.


"Tania dimana bi," tanya Aldi pada bi Surti.

__ADS_1


"Ada den, non Tania lagi dikamar,"


Tanpa bertanya-tanya lagi, Aldi langsung pergi menemui Tania. Di bukanya pintu kamar, dilihatnya Tania sedang duduk di tepi ranjang. Aldi melangkah perlahan.


"Mas Al!" seru Tania yang langsung berlari memeluk Aldi dengan erat.


Terlihat jelas Dimata Tania, kalau dia sangat merindukan suaminya. Meskipun hanya sehari dia berpisah dengan suaminya, namun rasa rindunya benar-benar tidak tertahan. Mungkin karena keadaannya sekarang berbeda, dulu Aldi hanya miliknya seutuhnya. Sehingga dia tidak terlalu gelisah saat ditinggal Aldi. Sementara sekarang ada Meri yang juga sama-sama memiliki Aldi.


"Tania kangen banget sama mas Al," ucap Tania, tidak terasa air matanya pun menetes.


"Iya sayang, aku mengerti apa yang kamu rasakan. Maafkan aku sayang, telah membuatmu berada dalam situasi seperti ini," jawab Aldi yang juga meneteskan air mata.

__ADS_1


Aldi melepaskan pelukannya, dia tatap wajah istrinya. Wajah yang cantik, manis, namun dengan mata yang terlihat sayup. Aldi bisa melihat betapa menderitanya Tania. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa atas semua perbuatannya. Karena semua telah terjadi, menyesal pun tidak akan bisa merubah apapun.


__ADS_2