DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 48


__ADS_3

Usai pernikahan Aldi dan Meri, kedua orang tua mereka pun kembali ke Jogja. Kedua orang tua Aldi yang kurang setuju dengan pernikahan ini pun selalu berpesan kepada Aldi, agar Aldi benar-benar harus bersikap adil kepada kedua istrinya. Mereka tidak akan pernah terima kalau sampai Aldi menyia-nyiakan menantu kesayangan mereka, Tania.


Dan rumah tangga Aldi yang baru pun dimulai. Menjadi kepala rumah tangga dengan dua istri tidaklah mudah. Aldi harus membagi waktu, cinta dan kasih sayangnya sama rata pada kedua istrinya.


Setelah menginap di tempat Tania, karena kedua orang tuanya yang akan pulang ke Jogja. Sekarang tiba giliran Aldi menginap di tempat Meri. Ini pertama kalinya dia tidur dengan Meri setelah sah menjadi suami istri.


Dan mereka melewatinya dengan perasaan lebih tenang, karena Aldi tidak harus buru-buru pulang seperti saat mereka belum menikah.

__ADS_1


Pagi-pagi Meri sudah menyiapkan semuanya, dia tidak mau kalah dari Tania dalam melayani Aldi. Setelah membangunkan Aldi, Meri pun menyiapkan semua keperluan Aldi, dia juga menyiapkan keperluannya yang akan dia bawa bekerja.


"Lho, kamu masih tetap bekerja Mer, kamu kan lagi hamil. Apa tidak sebaiknya kamu istirahat aja di rumah. Kandungan kamu kan belum ada satu bulan, tar takutnya kenapa-kenapa kalau kamu kecape'an," ucap Aldi yang khawatir dengan kehamilan Meri.


"Gak pa-pa mas, aku akan berhati-hati di tempat kerja. Aku sangat mencintai pekerjaanku mas, jadi selama aku masih bisa kerja meski dalam posisi hamil, aku akan tetap bekerja. Masalahnya ini soal karier mas, aku tidak akan berhenti mengejar karir ku sekalipun aku sedang hamil. Karena aku sudah bersusah payah merintisnya dari nol, jadi alasan apapun tidak akan bisa menghentikan langkahku untuk tetap bertahan menjadi seorang model yang terkenal seperti sekarang ini. Gak pa-pa kan mas, aku istirahatnya tar kalau perutku sudah membesar, saat aku sudah gak terlihat seksi lagi. Kalau sekarang aku benar-benar belum bisa istirahat di rumah. Karena menjadi model adalah segalanya bagiku," Jawab Meri tegas.


"Ya gak gitu dong mas, mas Al juga sangat penting dalam hidupku. kalau tidak penting, mana mungkin aku tetap bertahan menunggu mas Al sampai bertahun-tahun. Apa bukti itu tidak cukup membuat mas Al percaya pada Meri," ucap Meri sambil memeluk Aldi.

__ADS_1


"Iya-iya aku percaya, aku hanya bercanda kok," jawab Aldi sambil mencium kening Meri.


Sementara di rumah Tania, ini pertama kalinya Tania bangun tanpa ada Aldi disampingnya, setelah pernikahan Aldi dan Meri. Tania meraba kasur tempat Aldi berbaring, tidak terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.


Sungguh berat Tania rasakan, namun dia harus kuat dan ikhlas menerima semua itu. Kini Aldi tidak bisa selalu bersamanya, dan dia harus terima itu.


"Sedih sekali mas, membuka mata tanpa ada mas Al disisi Tania. Tania berharap, semoga pengorbanan Tania tidak kamu sia-siakan mas. Semoga kamu nantinya benar-benar bisa bersikap adil seperti yang kau janjikan pada Tania mas," ucap Tania lirih dengan air matanya yang terus berlinang.

__ADS_1


Tania mengusap air matanya dengan kedua tangannya, lalu bergegas ke kamar mandi. Mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Dan itu membuatnya merasa jauh lebih tenang.


__ADS_2