
Dua hari Tania menjaga dan merawat Farel dengan penuh kasih sayang. Dia sengaja menginap di rumah Meri selama Meri pergi, agar bisa selalu menjaga dan merawat Farel, karena setelah Meri pulang, dia akan sulit bertemu Farel. Tania tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa dekat dengan Farel.
Sorenya Meri tiba di rumah. Dia langsung melihat keadaan Farel, sementara Tania sudah pulang lebih dulu sebelum Meri tiba di rumah. Karena kalau sampai Meri tau kalau Tania yang telah merawat Farel selama dia pergi, pastilah Meri akan marah. Semua yang ada di rumah pun sudah dilarang oleh Aldi untuk memberi tau pada Meri.
Sementara di rumah Tania, Tania yang baru pulang dari rumah Meri terlihat sangat bahagia. Hatinya sudah cukup tenang mempunyai kesempatan bertemu dan merawat Farel. Tania duduk di ruang tengah, dia berniat menelpon pegawainya di butik, untuk menanyakan keadaan di butik selama dua hari dia tidak pergi ke butik. Karena Tania benar-benar hanya merawat Farel selama dua hari ini.
Tania mengoreh-ngoreh tas nya, mencari handphonenya. Namun handphonenya tidak ada didalam tasnya. Dan Tania baru ingat kalau dia meletakkan handphonenya dikamar Farel, usai memfoto Farel agar dia bisa melihat Farel setiap waktu diponsel nya.
Dan semua tidak sesuai yang diinginkan. Meski semua sudah merahasiakan kedatangan Tania ke rumah Meri. Namun tetap saja Meri mengetahuinya.
Dirumahnya, Meri yang tengah menggendong Farel tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah ponsel yang diletakkan di atas meja dikamar Farel. Meri langsung mengambil ponsel itu lalu mengeceknya. Dan bisa diketahui kalau ponsel itu milik Tania. Meri pun langsung memanggil baby suster Farel.
"Siti!" seru Meri pada Siti, baby suster Farel.
__ADS_1
"Iya, ada apa non?" tanya Siti.
"jawab yang jujur, apa selama aku pergi Tania kesini? jawab Siti!"
Siti yang ketakutan pun hanya bisa terdiam, dia bingung harus bicara apa. Dan sikap Siti yang hanya terdiam itu, membuat Meri semakin marah. Meri mengulang lagi pertanyaannya dengan nada setengah membentak.
"Jawab Siti! apa Tania di sini selama aku pergi!"
"Ya udah, kamu jagain Farel. aku mau pergi dulu ke rumah Tania," ucap Meri yang langsung pergi meninggalkan Siti.
Tidak pikir panjang, Meri yang emosi langsung menuju ke rumah Tania. Tidak selang lama Meri pergi, Aldi pulang dari kantor. Seperti biasa, Aldi langsung menuju ke kamar Farel sepulangnya dari kantor. Untuk langsung melihat putra kesayangannya.
"Siti, Meri jadi pulang hari ini kan. kemana dia, apa belum sampai?" tanya Aldi sambil menggendong Farel.
__ADS_1
"Maaf den, Non Meri sudah pulang. Tapi dia pergi lagi sambil membawa handphone non Tania yang ketinggalan disini. Dan saya tidak bisa menutupinya lagi den, saat non Meri menanyakan soal kedatangan non Tania. Maafkan saya den, saya takut sama non Meri, karena sepertinya dia marah sekali den. Mending den Al susulin aja ke sana takut terjadi apa-apa sama non Tania," ucap Siti yang khawatir dengan keadaan Tania.
"Iya gak pa-pa. Ya udah kalau gitu, aku susul Meri dulu ya," ucap Aldi yang buru-buru memberikan Farel pada Siti dan langsung bergegas menyusul Meri.
Sementara Meri telah tiba dirumah Tania, bi Surti yang membukakan pintu pun bertanya.
"Ada apa non Meri?"
"Mana Tania?"
"Ada non didalam,"
Meri menyuruh bi Surti memanggil Tania, sementara dia hanya menunggu di depan pintu. Tania keluar, dia sudah menduga apa tujuan Meri datang ke rumahnya. Karena Tania yakin Meri pasti sudah menemukan handphonenya yang tertinggal di rumah Meri.
__ADS_1