DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 17


__ADS_3

Bi Surti sedang mencuci piring di dapur, dia ART yang sangat rajin dan cekatan dalam bekerja. Mama Aldi memang sangat teliti dalam memilih ART yang bisa di andalkan dan bisa membantu pekerjaan rumah dengan baik. Sehingga dia tidak sembarangan mengirim bi Surti ke rumah Tania.


Tania duduk di kursi makan, mengajaknya berbincang-bincang. Karena hanya bi Surti yang bisa dia ajak bicara di rumah, saat Aldi bekerja di kantor.


"Bi Surti punya anak gak?" tanya Tania.


"Punya non, empat malahan. Tapi yang sekolah tinggal dua. Yang dua sudah berumah tangga."


"Tania juga pengen banget punya anak bi, tapi sampai sekarang Tania belum juga bisa hamil. Kasihan mas Al, aku tau dia sangat menginginkan seorang anak."


"Yang sabar ya non, jangan lelah berdo'a terus kepada Tuhan. Kalau memang tidak ada masalah dengan rahim non, dan juga dengan den Aldi nya, suatu saat nanti non pasti bisa hamil."

__ADS_1


"Amin..." sahut Tania.


Lalu mereka ngobrol dan bercanda layaknya seorang teman, karena memang Tania sudah menganggap bi Surti seperti temannya sendiri meskipun dia hanya seorang asisten rumah tangga. Karena memang Dimata Allah manusia itu sama, hanya orang-orang sombong dan angkuh yang selalu membedakan status seseorang dan yang menganggap dirinya paling baik dan paling sempurna.


Telpon rumah berdering, Tania mengangkatnya. Dan rupanya itu telpon dari mama mertuanya di Jogja. Tania sangat senang karena memang dia sangat rindu dengan keluarga di Jogja. Namun seketika wajannya berubah menjadi muram, dia sangat sedih ketika lagi-lagi mamanya menanyakan soal kehamilannya.


Dengan berat hati dia mengatakan kalau dia belum juga hamil sampai sekarang. Dia tau kalau mamanya akan kecewa mendengarnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Namun Bu Rima seorang mertua yang baik, dia tidak pernah sekalipun menyalahkan Tania. Justru dia selalu memberikan semangat dan do'a agar Tania tidak putus asa.


"Yang sabar ya nak, terus berdo'a. Mama disini juga selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan suamimu,"


"Jangan berkata seperti itu nak, buat mama kamu hidup rukun dan bahagia dengan Aldi, itu sudah cukup membuat mama bahagia. Jadi jangan pernah berfikir yang aneh-aneh."

__ADS_1


Tania menghela nafas panjang, dia merasa lebih tenang mendengar ucapan mamanya. Kemudian dia mengatakan kepada mamanya kalau dia merasa jenuh dirumah. Dia ingin ikut bekerja, tapi Aldi melarangnya. Dia pun meminta solusi kepada mamanya.


"Menurut mama, mending kamu buka butik. Dengan demikian kamu bisa bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Sehingga kamu tidak merasa jenuh dan kesepian. Dan supaya kamu tidak terlalu capek, kamu bisa mempekerjakan seorang pegawai."


Tania sangat setuju dengan saran yang diberikan mamanya. Dia berniat menyampaikan keinginannya pada Aldi sepulangnya Aldi dari kantor.


Handphone Tania berbunyi, dan ternyata itu panggilan suara dari Aldi.


"Sayang, malam ini aku pulangnya agak telat ya, soalnya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini juga,"


"Iya mas, tapi jangan lupa makan ya. Semangat suamiku, mmuach..." Tania memberi kecupan mesra lewat telepon.

__ADS_1


"Iya sayang, mmuach." balas Aldi.


Dan ini pertama kalinya Aldi berbohong kepada Tania. Urusan kantor hanyalah alasannya saja. Karena yang sesungguhnya dia berniat menemui Meri di apartemennya.


__ADS_2