
Sebagai seorang istri yang pengertian kepada suami, melihat Aldi bekerja keras pulang sampai larut malam. Sehabis shalat, Tania langsung membuatkan sarapan untuk suaminya. Dia sengaja membuat nasi goreng kesukaan Aldi untuk menyenangkan hati suaminya itu. Karena dia tau, suatu pahala besar apabila seorang istri membahagiakan hati suami dengan niat yang tulus dan ikhlas. Meskipun itu hanya sesuatu yang bernilai kecil atau mungkin hanya hal yang sepele. Namun jika kita melakukanya dengan tulus dan ikhlas, Allah pasti akan membalasnya dengan suatu pahala yang besar.
Dan tanpa ada kecurigaan sedikitpun yang tersirat di benak Tania, seperti biasa dia membangunkan Aldi, menyiapkan bajunya dan menemaninya sarapan di meja makan.
"Tara... nasi goreng kesukaan mas Al, cobain ya mas, pasti enak," Tania menyodorkan sepiring nasi goreng buatannya kepada Aldi. Dan dengan cepat Aldi memasukkan satu suap nasi goreng itu ke mulutnya.
"Eem... enak banget sayang," ucap Aldi sembari menyantap lagi nasi gorengnya.
"Iya dong, karena itu pakai bumbu-bumbu cinta," goda Tania.
__ADS_1
"Tumben nih bikinin nasi goreng,"
"Iya dong, soalnya aku pengen nyenengin hati suami aku yang semalam kecapekan kerja, pulang sam.." belum selesai Tania bicara tiba-tiba.
"Uhuk-uhuk !" Aldi langsung tersedak mendengar perkataan Tania. Antara kaget dan rasa bersalah, karena yang difikirkan Tania sangat jauh dari kenyataan. Karena faktanya Aldi bukan lembur di kantor, melainkan bercinta dengan sahabatnya sendiri.
Tania buru-buru menuangkan air putih kedalam gelas dan memberikannya kepada Aldi.
"Enggak sayang, nasi gorengnya udah pas, mungkin karena aku kurang pelan-pelan aja makannya. Abisnya masakan kamu enak banget sih." Aldi berusaha menutupi kekacauan didalam hatinya dan rasa bersalah yang tiba-tiba muncul, karena mendengar ucapan Tania yang begitu polos. Entah sampai kapan Aldi bertahan dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang membuatnya selalu dihantui rasa bersalah.
__ADS_1
Selesai sarapan Aldi langsung berangkat ke kantor. Diperjalanan handphonenya berbunyi, dan itu telpon dari Meri yang menyuruhnya mampir ke apartemennya. Tidak lama kemudian Aldi pun sampai di sebuah apartemen mewah milik Meri yang berlokasi dipinggir jalan raya yang biasa dilewati Aldi saat menuju ke kantor yang berjarak kurang lebih enam ratus meter dari kantornya.
Dengan mudah Aldi bisa menemui Meri, karena semenjak menjalin hubungan dengan Meri, dia tidak lagi memakai supir dengan tujuan supaya dia bisa leluasa menemui Meri tanpa diketahui Tania. Sementara supirnya dia pekerjakan di rumah untuk mengantar Tania sewaktu-waktu Tania bepergian ke luar rumah.
Sesampainya di apartemen, Aldi langsung disambut dengan pelukan hangat Meri.
"Ada apa lagi sih Mer, kan baru semalam aku dari sini. Sekarang udah disuruh kesini lagi. Udah siang nih, aku buru-buru,"
"Sabar dong mas, ni aku buatin bekal buat mas Al. Dimakan ya, soalnya aku udah capek-capek masakin spesial buat mas Al. Tadinya mau aku anterin ke kantor, tapi kata mas Al aku gak boleh sering-sering menemui mas Al di kantor. Jadi terpaksa mas Al yang aku suruh kesini."
__ADS_1
"Makasih ya, lain kali gak usah repot-repot, aku juga udah sarapan di rumah. Ya udah, aku berangkat ke kantor dulu ya."
"Iya mas," sahut Meri sambil kembali memeluk Aldi. Kurang lebih tiga menit mereka bermesraan barulah Aldi benar-benar meninggalkan apartemen itu.