DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 54


__ADS_3

Paginya, Aldi bangun lebih dulu. Dia pergi ke dapur, dia sengaja bangun lebih awal karena dia ingin membuatkan sarapan untuk Tania. Dia membuat sayur sop, yang juga makanan kesukaan Tania. Bi surti yang melihat Aldi sibuk di dapur, ingin ikut membantu. Tapi Aldi melarangnya, karena dia ingin dia sendiri yang membuatkan makanan untuk Tania. Bi surti pun, beralih mengerjakan pekerjaan lain.


Sementara di kamar, Tania yang baru saja bangun tidur kaget, karena dilihatnya Aldi sudah tidak ada disampingnya. Dia bergegas ke kamar mandi, selesai shalat dia turun ke bawah. Dia menuju ke dapur, karena dia ingin menanyakan keberadaan Aldi pada bi Surti.


Tapi yang ada di dapur justru Aldi yang tengah sibuk memasak. Perlahan Tania menghampiri Aldi, memeluk Aldi dari belakang, sambil menggoda Aldi


"Bi Surti, kamu masak apa sih bi," tanya Tania yang memanggil Aldi dengan nama bi Surti. Dan Aldi menjawabnya dengan candaan pula.


"Ini non, bi Surti bikin sayur sop kesukaan non Tania," jawab Aldi yang membuat Tania tertawa.


Aldi berbalik ke arah Tania, lalu menyentuh keningnya.


"Kayaknya kamu udah gak panas lagi sayang, tapi masih ada rasa pusing gak?"


"Gak lagi mas, Tania udah sembuh. Mungkin aku sakit karena aku sangat merindukan mas Al. Buktinya aku cepat sembuh karena ada mas Al," goda Tania.


Aldi memeluk Tania, dia tau kalau Tania memang sangat merindukannya.

__ADS_1


"Udah sana, istirahat lagi di kamar. Aku selesaikan Masaknya dulu," ucap Aldi sambil mencium kening Tania.


"Iya mas, aku juga mu siapin baju mas Al. Ehm, tapi masaknya yang enak ya bi, kalau gak enak nanti aku pecat lho..." ejek Tania.


"Iya non..." jawab Aldi.


Tania kemudian kembali ke kamarnya, merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian Aldi.


Tidak lama kemudian, akhirnya Aldi pun selesai memasak. Lalu dia bawa masakannya ke kamar Tania. Dan langsung memberikannya kepada Tania.


"Udah matang ni sayang, di cobain ya," ucap Aldi sambil memberikan sesuap masakannya pada Tania.


"Emm...enak banget mas, ternyata suamiku pinter masak juga ya. Ya udah, biar aku makan sendiri, mas Al buruan mandi sana, dah siang nih, nanti mas Al terlambat ke kantor,"


"Oke... tapi dihabisin ya makannya,"


"Iya-iya...," jawab Tania.

__ADS_1


Aldi pun bergegas ke kamar mandi, sementara Tania menyelesaikan sarapannya. Selesai mandi, Aldi buru-buru ganti pakaian kemudian sarapan.


"Sayang, aku berangkat dulu ya. Kamu jangan beraktivitas dulu, istirahat aja dikamar ya. Jangan lupa diminum lagi obatnya, biar kamu cepat sembuh total. Nanti sore aku akan kesini lagi,"


"Iya mas, hati-hati ya mas," jawab Tania sambil mencium tangan suaminya. Tidak lupa, Aldi pun memberikan satu ciuman hangat di kening Tania.


Diperjalanan, handphone Aldi berbunyi. Dan sudah jelas itu telpon dari Meri yang sudah beberapa kali mencoba menghubungi Aldi. Akhirnya Aldi pun mengangkat telepon Meri. Dan sudah jelas dia mendapat sambutan ocehan dari Meri.


"Iya Mer, ada apa?"


"Ada apa? udah berapa kali telepon aku gak diangkat sama mas Al, masih tanya ada apa,"


"Iya maaf Mer, aku emang sengaja gak angkat telepon kamu karena aku gak mau ribut sama kamu. Dan aku juga menginap dirumah Tania karena dia lagi sakit, aku harus fokus jagain dia dulu," jawab Aldi berusaha menjelaskan.


"Tania beneran sakit? apa cuma alasan dia aja biar mas Al pulang ke rumahnya," gerutu Meri.


Aldi yang malas berdebat dengan Meri pun langsung menutup telponnya.

__ADS_1


"Udahlah Mer, aku lagi gak ingin berdebat sama kamu," ucap Aldi yang langsung mematikan handphonenya.


__ADS_2