
Sorenya Aldi langsung pulang ke rumah Tania, tanpa memberi tahu Meri. Karena selain Meri udah baikan, Aldi juga tidak mau berdebat terlebih dulu dengan Meri kalau dia akan menginap di rumah Tania.
Tapi tetap saja Meri yang egois menelpon Aldi saat Aldi masih dalam perjalanan menuju ke rumah Tania.
"Mas, kok belum pulang jam segini," tanya Meri di telepon.
"Aku malam ini ke tempat Tania, lagian kamu juga udah baikan kan," jawab Aldi.
"Tapi mas...,"
Suara Meri terputus, karena Aldi mematikan handphonenya. Dia benar-benar tidak ingin berdebat dengan Meri. Meri menelponnya kembali, tapi Aldi sengaja tidak mengangkatnya. Dia memang sudah berniat ke tempat Tania, meski Meri melarangnya.
Sesampainya di rumah Tania, suasana sepi. Bi Surti juga terlihat muram saat membukakan pintu. Membuat Aldi penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Bibi kok kayak sedih gitu bi, ada apa?"
"Itu den, non Tania lagi sakit. Dia demam, badannya panas. Tapi sekarang sudah mulai turun panasnya, setelah minum obat dari dokter,"
"Apa? Tania sakit! kenapa gak kasih tau saya bi?"
"Tadinya q mau kasih tau den Al, tapi non Tania melarangnya. Katanya dia gak mau semakin menambah beban den Al,"
"Tania...Tania..." ucap Aldi yang merasa kasihan pada Tania.
"Sayang...kamu tidak apa-apa kan sayang, kenapa tidak bilang sama aku kalau kamu sakit sayang. Maafkan aku sayang, karena tidak bisa selalu di sampingmu bahkan saat kamu sedang sakit sekalipun. Aku benar-benar suami tidak berguna," ucap Aldi sambil meneteskan air mata.
"Sudahlah mas, aku tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Aku juga sudah agak mendingan kok, cuma demam aja,"
__ADS_1
Aldi ikut berbaring di samping Tania, sambil tangannya terus membelai-belai rambut Tania. Dia ingin memberikan seluruh perhatian dan kasih sayangnya pada Tania saat ini. Bahkan dia tidak mau beranjak sedikitpun dari sisi Tania.
Tapi Tania istri yang perhatian, dia tau kalau suaminya capek, gerah pulang dari kantor. Dia menyuruh suaminya mandi, dengan candaannya yang bikin Aldi gemes.
"Ih...mas Al apa sih peluk-peluk Tania, bau keringat tau... mandi dulu sana," ejek Tania sambil membalikkan badannya membelakangi Aldi.
Aldi yang gemas dengan kata-kata Tania, justru makin menggoda Tania dengan memeluk dan menciumi Tania. Yang membuat Tania menggeliat menahan geli.
"Udah mas, geli ah. Buruan mandi sana" seru Tania sambil berusaha menghindari ciuman Aldi.
Aldi pun yang tau posisi Tania sedang sakit, tidak berlama-lama menggoda Tania. Dia menghentikan ulahnya dan menuruti perintah Tania, lalu bergegas pergi mandi.
"Iya-iya aku mandi, tapi tar kalau udah mandi, cium lagi ya..." goda Aldi.
__ADS_1
Tania hanya tersenyum dan geleng kepala, melihat tingkah suaminya yang terlihat seperti Aldi yang dulu, waktu mereka masih pacaran. Tapi di hati Tania yang paling dalam, dia memang merindukan sikap Aldi yang seperti ini. Kocak, lepas, genit yang justru membuatnya nyaman berada didekat Aldi. Dan ini sudah jarang dia temui sejak ada Meri dalam rumah tangganya. Aldi kini justru terlihat tegang dan serius sehingga lupa dengan candaan-candaannya yang dulu.