
Dan betapa terkejutnya bi Surti mendengar percakapan Aldi di telepon. Tadinya dia ingin memberi tau Aldi kalau makanannya sudah siap. Tapi karena mendengar Aldi menyebut nama Meri, bi surti sengaja menguping pembicaraan Aldi. Ditambah dia yang memang sudah mulai curiga dengan hubungan antara Aldi dan Meri. Membuat dia semakin ingin tau.
Mendengar Aldi menutup telponnya, bi Surti buru-buru kembali ke dapur. Dia takut kalau tiba-tiba Aldi keluar dari dalam kamar dan mendapatinya sedang menguping dibalik pintu,bisa dapat masalah besar dia.
Dan benar saja, usai menutup telponnya Aldi langsung pergi ke ruang makan. Dia memanggil bi Surti,menanyakan apakah makanannya sudah siap. Karena sepertinya dia sudah sangat lapar.
"Bi!" teriak Aldi memanggil bi Surti
"Iya ada apa den?" jawab bi Surti buru-buru.
"Makanannya sudah siap kan?"
"Sudah den, tadi bibi mau kasih tau den Aldi, tapi bibi kira den Aldi nya tidur. Saya gak berani panggil, takut ganggu istirahat den Aldi,"
"Ya udah gak pa-pa, makasih ya bi, kalau gitu Aldi makan dulu, soalnya Aldi udah lapar banget,"
"Iya den, kalau gitu bibi ke belakang dulu."
__ADS_1
"Iya bi."
Selesai makan Aldi pergi ke luar, dia pergi ke toko bunga. Tadinya dia mau langsung ke toko perhiasan untuk membeli perhiasan untuk Tania sebagai kado ulang tahunnya. Tapi dia mengurungkan niatnya karena dia tau Tania justru tidak akan menyukainya. Sebab Tania bukan tipe cewek matre, dia lebih suka sesuatu yang sederhana dan romantis.
Meskipun Aldi tau kalau dia sudah terlambat memberikan surprise, paling tidak dia sudah berusaha untuk menyenangkan hati Tania. Dari pada tidak sama sekali. Dan juga ini sebagai bentuk permohonan maaf atas kesalahannya tadi di butik.
Usai membeli bunga dia membeli satu boneka panda. Karena dia ingat kalau Tania suka dengan panda. Dan tidak ketinggalan Aldi juga membeli kue ulang tahun.
Setelah mendapatkan semua yang dia cari, Aldi langsung buru-buru pulang, sebelum Tania mendahuluinya.
"Sayang, aku benar-benar minta maaf soal tadi siang. Aku memang laki-laki bodoh yang bisa-bisanya mencurigai istri setia dan sebaik kamu."
"Sudahlah mas, gak usah membahas soal itu lagi. Justru itu akan membuatku semakin sakit hati. Aku sudah memaafkan mas Al. Tapi Tania minta,mas Al janji jangan pernah punya pikiran seperti itu lagi. "
"Iya sayang aku janji, terimakasih karena sudah mau memaafkan aku," jawab Aldi yang kemudian memeluk Tania dan berbisik:
"Aku punya sesuatu untukmu sayang,"
__ADS_1
"O ya, apa itu?" tanya Tania penasaran.
"Tunggu sebentar ya,"
Aldi melangkah keluar kamar, lalu kembali lagi setelah beberapa menit.
"Tara..." Aldi membawa kue ulang tahun yang dibelinya tadi siang.
"Selamat ulang tahun sayang, gak pa-pa ya telat. Ini juga sebagai bentuk permohonan maaf ku."
Aldi juga memberikan bunga dan boneka panda nya.
"Gak pa-pa sayang telat juga, terimakasih mas sudah mau melakukan ini semua untuk Tania,"
"Tapi kamu senang kan sayang?" tanya Aldi yang takut kalau yang dia lakukan ini tidak disukai Tania.
"Iya sayang aku senang. Senang banget malah."
__ADS_1