DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 16


__ADS_3

Aldi sedang berada di kantornya, dia sedang sibuk di ruangannya, mengerjakan pekerjaannya. Salah satu karyawannya memberi tahu kalau ada seorang wanita yang ingin bertemu dengannya. Aldi menyuruh karyawannya mempersilahkan orang itu masuk. Dan ternyata wanita itu adalah Meri.


Aldi langsung berdiri, dia sangat terkejut dengan kedatangan Meri yang tidak dia duga sama sekali. Dan Meri yang sekarang bukanlah Meri yang dulu yang lebih memikirkan kebahagiaan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Diusianya yang makin bertambah dewasa justru malah membuatnya menjadi sosok yang egois.


Dia menjadi lebih berani dan agresif. Tanpa Aldi duga Meri langsung memeluknya dengan penuh gairah.


"Mas Al," bisik Meri


"Meri, tidak ingatkah kau saya sudah beristri. Bagaimana kalau ada karyawan ku yang melihat." ucap Aldi sambil berusaha melepas pelukan Meri.


Meri melepaskan pelukannya, dia menatap wajah Aldi dengan penuh perasaan. Perasaan cinta yang selama ini dia simpan di dalam hatinya, dan tidak sedikitpun dia berikan kepada pria lain. Meri benar-benar kokoh pendiriannya, dia tetap mencintai Aldi meski Aldi sudah beristri sekalipun.

__ADS_1


"Aku masih seperti yang dulu mas, yang selalu mencintaimu sampai kapanpun. Aku mohon, bukalah sedikit saja pintu hatimu untukku. Aku mohon, cintailah aku mas Al," ucap Meri sambil menangis dan mengiba kepada Aldi yang membuat Aldi merasa kasihan melihatnya. Dan tidak ingin pembicaraannya diketahui karyawannya, dia langsung mengunci pintu.


"Tapi bagaimana dengan Tania, aku sangat menyayanginya. Aku tidak mau menyakiti hatinya. Sebagai sahabatnya kau pun tidak akan tega menyakitinya bukan."


"Kita bisa menjalin hubungan tanpa harus menyakitinya, aku janji Tania tidak akan pernah tau tentang hubungan kita."


Meri tidak memberi kesempatan Aldi menolaknya untuk yang kedua kalinya. Meri memeluk Aldi, lalu perlahan mencium bibir Aldi. Dan Aldi pun membalasnya. Aldi yang memang sudah terpesona dengan penampilan Meri sejak pertama bertemu di rumahnya, benar-benar membuatnya tak bisa berpaling lagi dari Meri. Entah itu cinta ataukah hanya nafsu semata. Yang jelas Aldi sudah melakukan suatu kesalahan, bermesraan dengan wanita yang bukan istrinya.


"Tidak seperti itu mas, justru ini adil bagi Tania dan Meri. Tania sudah mendapatkan seluruh cinta dan kasih sayang mas Al dari dulu sampai sekarang. Aku juga sudah berkorban dengan memendam rasa cintaku dan menyembunyikannya dari Tania. Supaya Tania bisa bahagia dengan mas Al. Tapi sekarang, aku hanya minta sedikit saja cinta dan kasih sayang mas Al untuk Meri gak lebih. Aku sangat mencintaimu mas, cuma mas Al yang Meri inginkan di dunia ini, Meri gak mau yang lain."


"Kau memang wanita setia, tapi juga keras kepala." ucap Aldi yang kemudian memeluk Meri dengan erat.

__ADS_1


Mereka pun terbuai dengan bujuk rayu setan, yang membuat mereka hanyut dalam kemesraan-kemesraan yang nantinya akan menjadi suatu dosa besar. Meri tidak menyia-nyiakan waktunya, dia tidak akan melepaskan Aldi yang sudah berada di pelukannya. Waktu luangnya dia pergunakan untuk menemui Aldi di kantornya. Namun karena Aldi takut hubungannya diketahui Tania dan karyawannya, dia mengatur waktu ketemuan mereka.


"Sebaiknya kamu jangan sering-sering kesini, gak enak sama karyawan. Takutnya mereka curiga dengan hubungan kita," ucap Aldi mencoba memberi penjelasan pada Meri.


"Tapi Meri kangen banget sama mas Al, Meri gak bisa hidup tanpa mas Al."


"Iya aku tau, tapi kamu gak mau kan hubungan kita diketahui Tania. Mulai sekarang biar aku saja yang menemui mu. Aku yang akan datang ke apartemen mu,"


"Janji ya mas,"


"Iya aku janji."

__ADS_1


__ADS_2