DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 09


__ADS_3

Tania menghela nafas panjang, berusaha menyembunyikan kesedihannya karena teringat dengan ibunya.


"Jadi janji ya, gak bakalan bolos lagi." ucap Tania


"Iya aku janji, aku juga akan berusaha lebih baik lagi mulai sekarang. Tapi aku butuh support dari kamu Tania." ucap Aldi sambil mendekati Tania, menyentuh dagunya, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Tania.


Terlihat bibir Tania bergetar, wajahnya tiba-tiba nampak pucat. Aldi tau kalau Tania merasa takut, karena seumur hidup Tania belum pernah dicium seorang cowok. Aldi jadi tidak tega melihatnya.


"Tania, aku tidak akan mencium mu kalau memang kamu belum siap. maafkan aku sudah membuat mu takut." ucap Aldi


"Inilah salah satu alasan Tania mencintai mas Al, mas Al selalu sabar, lembut menghadapi Tania. Dan tidak pernah sekali pun memaksa Tania. Jadi mulai sekarang, hati dan cintaku sepenuhnya untuk mas Al." ucap Tania sambil memeluk Aldi dengan penuh gairah.


Aldi pun memeluk Tania dengan erat. Lalu dia berbisik lembut di telinga Tania.


"Beri aku semangat Tania, aku mohon."


"Iya mas, Tania akan kasih semangat mas Al." jawab Tania sambil memejamkan kedua matanya. Lalu dengan lembut Aldi mencium bibir Tania. Dan dengan perlahan Tania pun membalasnya. Lalu keduanya pun berciuman mesra.


"Terimakasih Tania, bagiku kaulah penyemangat hidupku, belahan jiwaku. Aku sangat mencintaimu Tania. Jangan pernah tinggalin aku ya. Aku benar-benar gak bisa hidup tanpamu." ucap Aldi sambil terus memeluk Tania dengan erat.

__ADS_1


"Iya mas, Tania gak akan pernah tinggalin mas Al. Bagi Tania mas Al cinta pertama dan terakhir, yang gak akan pernah bisa tergantikan oleh pria manapun. Tapi bisa gak Tania minta satu hal sama mas Al,"


"Minta apa Tania, semua yang kamu minta pasti aku turuti. Asal jangan minta aku mejauhimu. Karena aku benar-benar gak bisa jauh darimu."


"Tania minta lepasin dulu pelukan mas Al. Mas Al erat banget peluknya, Tania jadi susah bernafas ni." ucap Tania.


Bukannya melepaskan pelukannya, Aldi malah memeluk Tania sambil menciumi Tania dengan penuh nafsu. Karena gak mau Aldi kebablasan, Tania berusaha menyadarkan Aldi dengan cara menggelitiknya.


"Aw..aw...geli Tan," ucap Aldi menggeliat sambil melepaskan pelukannya.


"Mas Al sih, gak bisa dibilangin,"


"Emang kenapa kalau papa pulang?" tanya Tania.


"Mau minta restu, biar bisa cepat-cepat nikahin kamu,"


"wong edan, udah ah, mending mas Al pulang. Udah malam nih. Gak enak sama tetangga,"


"Gak pa-pa, biar digrebek terus dinikahin," ucap Aldi bercanda.

__ADS_1


"Ih.. mas Al, makin ngelantur deh ngomongnya," ucap Tania menggerutu


"Iya-iya aku pulang. Tapi nanti hari Minggu kita ke rumahku ya. Aku mau kenalin kamu sama orang tuaku,"


"Tapi Tania malu mas,"


"Gak usah malu, aku yakin mereka pasti senang ketemu kamu. Mau ya..." ucap Aldi memohon.


"Iya sayangku..." jawab Tania


Lalu Aldi berpamitan pulang, sebelum keluar rumah Aldi lagi-lagi memeluk dan mencium Tania. Sepertinya dia tidak mau pulang. Rasanya dia ingin menginap dirumah Tania. Tapi jelas saja itu sesuatu yang tidak mungkin. Bisa-bisa dia babak belur di hajar warga satu RT. Belum lagi kalau ketahuan papa Tania, bisa digorok lehernya.


"Aku pulang dulu ya sayang," ucap Aldi sambil mencium kening Tania.


"Iya sayang, hati-hati ya. Jaga mata dan hatimu." ucap Tania


"Iya sayangku... Tania Richard."


Aldi menghidupkan motornya dan menjalankan motornya dengan lambat, agar suaranya tidak berisik supaya tidak menggangu tetangga Tania.

__ADS_1


__ADS_2