DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 75


__ADS_3

Tania terus bercerita, namun seketika dia menghentikan ceritanya. Karena dia sudah tidak mendengar lagi Meri meresponnya. Dengan tubuhnya yang gemetar, Tania pandangi Meri yang hanya terdiam dengan mata yang tertutup dan tanpa bernafas lagi.


"Meri, kamu hanya tidur kan Meri. Kamu pasti lelah bekerja setiap hari. Meri, bangunlah dulu Mer, Dokter akan memeriksa mu. Meri, bangun Mer. Meri," Tania menggoncang-goncang tubuh Meri, berusaha membangunkan Meri. Karena dia tidak mau sahabatnya pergi meninggalkannya.


Tania memeluk erat tubuh Meri, dengan tangisnya yang semakin menjadi. Dia tidak percaya kalau sahabatnya akan pergi secepat ini. Sahabat yang sangat dia sayangi sampai detik ini.


Melihat Tania histeris, Dokter yang baru saja sampai, langsung memeriksa Meri. sementara beberapa suster mencoba menenangkan Tania. Dan Dokter pun memberi tau Tania, kalau Meri benar-benar sudah meninggal. Tania yang dari tadi sudah terguncang batinnya, langsung terkulai lemas tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Begitu Tania tersadar, sudah ada paman Haris dan bibi Maya. Mereka lah yang menjaganya selama dia tidak sadarkan diri. Begitu sadar, Tania langsung menangis lagi. Maya memeluknya, mencoba menenangkannya. Namun tiba-tiba Tania teringat Aldi.


"Bibi, mana mas Al bi. Bagaimana keadaannya bi," Tania ingin menemui Aldi, namun pamannya mencegahnya.


"Tenanglah dulu Tania, Aldi sedang ditangani dokter. Kita tunggu saja hasilnya,"


Tania kembali menangis di pelukan bibi Maya. Dia menuangkan semua kesedihannya saat ini. Hatinya benar-benar hancur. Dia belum bisa mempercayai apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Sahabatnya, suaminya, orang-orang yang sangat dia sayangi, mengalami hal seperti ini.

__ADS_1


Tidak beberapa lama, akhirnya Aldi pun sadarkan diri. Aldi pun langsung menanyakan keadaan Meri, karena dia mengalami kecelakaan bersama Meri. Dengan air mata yang berlinang, Tania memberi tau Aldi, kalau Meri sudah tidak ada. Aldi pun ikut menangis, dia menyesal, dia merasa dialah penyebab kepergian Meri. Tania mencoba menguatkan Aldi, dan mengatakan kalau ini semua bukanlah kesalahannya. Ini semua sudah takdir, dan jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena itu hanya akan membuat kita semakin menderita.


Tania terus berusaha menguatkan Aldi, meski sebenarnya dia sendiri pun rapuh dan lemah. Namun inilah gunanya pasangan, harus bisa saling menguatkan agar mereka bisa bertahan dan berjuang, melewati segala cobaan


Paman Haris sudah mengabari kedua orang tua Aldi dan Meri di Jogja, dan pemakaman Meri dilaksanakan, setelah mereka tiba di Jakarta. Karena itu atas permintaan kedua orang tua Meri.


Keesokan harinya, setelah semua berkumpul, jenazah Meri pun dibawa ke pemakaman, untuk segera dimakamkan. Dan orang tua Meri, dengan segala kerendahannya, meminta maaf kepada semua orang yang menghadiri pemakaman itu, khususnya kepada Tania. Mereka meminta maaf atas semua kesalahan Meri semasa hidupnya. Yang sudah membuat orang menderita menderita, terutama Tania.

__ADS_1


Dan mereka semua pun memaafkan semua kesalahan Meri. Terutama Tania, dia bahkan tidak pernah menyalahkan Meri atas semua yang terjadi dalam kehidupannya. Karena dia selalu menganggap Meri sahabatnya, yang sangat dia sayangi sepenuh hati. Dan tidak pernah sedikitpun dia membenci Meri, tidak pernah sama sekali.


Ibu Meri memeluk Tania, dia juga meminta maaf atas sikapnya selama ini yang kurang baik dengan Tania. Dan Tania pun memaafkannya, karena selama bersahabat dengan Meri, dia sudah menganggap kedua orang tua Meri seperti orang tuanya sendiri. Suasana haru pun menyelimuti sekitar pemakaman Meri. Dan mungkin, suasana seperti ini, yang memang diinginkan oleh Meri.


__ADS_2