
Satu Minggu kemudian, suasana kembali damai. Meri dan Aldi tidak lagi membahas soal Tania. Mereka disibukkan dengan urusan masing-masing. Sementara Tania sendiri juga disibukkan dengan pekerjaannya di butik. Dia sekarang juga lebih tenang karena sudah menyimpan foto Farel di ponselnya. Jadi sewaktu-waktu dia merindukan Farel, dia bisa memandang foto Farel sekedar untuk mengurangi rasa rindunya.
Sorenya, pulang kantor Aldi pulang ke rumah Tania. Walaupun dia harus meminta izin dulu pada Meri semalaman, namun akhirnya Meri mengizinkan Aldi menginap dirumah Tania walaupun didalam hatinya tidak mengikhlaskannya. Tapi dia tidak punya alasan lagi untuk melarangnya, karena usai pertengkarannya dengan Tania Minggu lalu, barulah malam ini Aldi menginap di rumah Tania.
Aldi sengaja tidak memberi tau Tania kalau dia akan menginap. Karena dia ingin memberikan kejutan kepada Tania, dia tau kalau Tania pasti sudah sangat merindukannya.
Tania sedang berada di dapur, dia sedang menyiapkan makanan untuk dia dan mang Didik, karena bi Surti sedang pulang kampung beberapa hari. Aldi sudah berada di dalam rumah, karena pintu depan tidak dikunci. Aldi langsung menuju ke kamar, tapi dikamar Tania tidak ada. Dia sengaja tidak bersuara mencari Tania, karena takut kedatangannya diketahui Tania.
Aldi kemudian menuju ke dapur, dia tau kalau istrinya suka menyibukkan diri di dapur. Dan Aldi yang melihat Tania sedang sibuk memasak, berjalan perlahan mendekati Tania. Aldi langsung memeluk Tania dari belakang, yang membuat Tania kaget dan langsung menoleh.
__ADS_1
"Mas Al? kok gak bilang-bilang sih mau kesini. Kan aku bisa siapin makanan kesukaan mas Al, masaknya juga agak siangan, mas Al sih gak bilang mau kesini. Mana masaknya belum selesai, aku nya juga belum mandi,"
Tania tidak bisa lagi meneruskan ucapannya, karena Aldi langsung mencium bibir Tania, seakan Aldi tidak peduli dengan ucapan Tania. Yang dia tau dia sangat merindukan Tania, dan yang ada di pikirannya bagaimana cara meluapkan rasa rindunya itu.
kurang lebih tiga menit, barulah Aldi melepaskan Tania.
"Ih...mas Al nakal ya, aku tadi kan lagi bicara, main stop aja,"
"Bagaimana keadaan Farel dan Meri mas, mereka sehat semua kan?"
__ADS_1
"Alhamdulillah mereka semua sehat. Ehm, kabar aku gak ditanya nih..." goda Aldi.
"Gak usyah ya... gak penting banget," ejek Tania yang membuat Aldi gemes dan langsung menciumi Tania. Yang membuat Tania tertawa geli.
Aldi menghentikan ciumannya, dia baru sadar kalau dirumah Tania suasananya sepi. Kepalanya celingukan mencari bi Surti. Karena dari tadi dia tidak melihatnya.
"Bi Surti kemana sayang, kok sepi,"
"Bi Surti pulang kampung mas, katanya ada salah satu keluarganya yang meninggal, kalau gak salah kakak iparnya,"
__ADS_1
"O...gitu, berarti kita bebas dong gak ada yang ganggu. Gak ada yang ketok-ketok pintu kamar kalau ada telpon, di dapur pun aku bisa cium-cium kamu," goda Aldi yang lagi-lagi mencium Tania.
Dan mereka pun melewati malam dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Karena sampai detik ini mereka masih tetap bersama, dan saling mencintai meski begitu banyak cobaan dalam rumah tangga mereka.