DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 26


__ADS_3

Sebenarnya Aldi masih ingin beberapa hari lagi di Bali. Dia masih ingin berlama-lama bermesraan dengan Meri. Tapi dia benar-benar tidak bisa membantah perintah mamanya, apalagi kalau sampai papanya tau, bisa tambah dimarahi habis-habisan dia.


"Mer, kayaknya besok kita harus pulang ke Jakarta deh. Soalnya tadi mama marah-marah karena aku kelamaan disini."


pekerjaan mereka berdua memang sudah selesai beberapa hari lalu. Justru malah lebih banyak waktu liburannya.


"Ya udah gak pa-pa kita pulang. Kasihan juga Tania. Tapi kayaknya mas Al duluan aja pulangnya, soalnya kalau kita pulangnya bareng takutnya tar ada yang curiga. Mungkin sebaiknya aku lusa aja pulangnya,"


"Ok lah, kalau gitu aku mau berkemas dulu ya. Tapi sebenarnya aku masih pengen lebih lama lagi disini sama kamu," ucap Aldi sambil memeluk Meri.


"Mas Al lebai ah, kan kita masih bisa ketemu di Jakarta,"

__ADS_1


"Iya, tapi gak bisa leluasa seperti disini. Makasih ya buat liburannya, kamu sudah bikin aku bahagia."


"Iya mas, Meri juga seneng banget bisa seperti ini sama mas Al, meski Meri tidak bisa memiliki mas Al seutuhnya, tapi Meri sudah cukup bahagia dengan waktu yang mas Al berikan."


Keesokkan harinya pun Aldi terbang ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta Aldi menelpon mang Didik agar menjemputnya di bandara. Dia sengaja tidak memberi tahu Tania karena dia ingin memberi kejutan kepada Tania. Dia pun langsung menuju ke butiknya Tania.


Sementara di butik, Tania sibuk dengan pelanggan-pelanggannya. Usahanya semakin lancar. Selain barang-barangnya yang bagus dan berkualitas, Tania juga sangat ramah dalam melayani pembeli. Sehingga orang-orang senang dan tidak kecewa berbelanja di butiknya.


"Iya ada mbak, mari silahkan masuk." sambut Tania dengan sangat ramah. Dia menunjukkan beberapa model dan warna baju kebaya di butiknya. Dia juga menyediakan ruang ganti bagi pembeli yang ingin mencoba baju yang mereka minati. Setelah beberapa menit suami istri itu memilih, akhirnya sang istri menemukan kebaya yang cocok untuk nya.


"Maaf mbak, apa saya boleh mencobanya?" tanya perempuan itu.

__ADS_1


"Oh tentu saja boleh mbak, silahkan mencoba di ruang ganti sebelah sana itu." jawab Tania sambil menunjuk ke arah ruang ganti.


Sementara istrinya mencoba baju, sekarang giliran suaminya yang mencari-cari baju batik yang akan dia beli. Tania pun ikut membantu memilihkan. Tapi ternyata baju batik yang Tania pajang dibawah tidak ada yang cocok warnanya yang sesuai dengan keinginan laki-laki itu.


Tania pun mengambilkan baju batik yang lain, yang warnanya berbeda. Dan kebetulan dia meletakkan stok baju batik di rak lemari yang paling atas, sehingga dia harus menggunakan kursi untuk mengambilnya. Dia terpaksa melakukannya sendiri karena pegawainya sedang sakit sehingga tidak berangkat kerja hari ini.


Sebenarnya dia bisa minta tolong laki-laki itu untuk mengambilnya, tapi karena baginya pembeli adalah raja, maka dia berusaha melayani pembeli sebaik mungkin. Dan sepertinya kurang sopan juga menyuruh-nyuruh pembeli.


Ketika Tania menginjak kursinya, kakinya tergelincir yang membuat dia terjatuh. Sementara posisi laki-laki itu tepat didekatnya, dan dengan spontan laki-laki itu menangkap tubuh Tania. Agar tidak sampai jatuh ke lantai.


Dan kebetulan, ketika laki-laki itu masih dalam posisi memeluk Tania, Tiba-tiba Aldi datang.

__ADS_1


__ADS_2