
Sesampainya di apartemen, Meri yang memang sudah siap dengan kedatangan Aldi membukakan pintu dan langsung menarik lengan Aldi, membawanya masuk ke dalam dan langsung memeluknya dengan penuh gairah.
Tanpa basa-basi Meri yang memang sudah cukup lama mendambakan sosok Aldi, seperti sudah tak mampu lagi menahan hasrat birahinya diusianya yang sudah tidak remaja lagi.
"Aku merindukanmu mas Al, berilah aku kehangatan." bisik Meri di telinga Aldi, yang membuat siapapun lelaki yang mendengarnya pasti akan langsung bergairah dan timbul nafsu syahwatnya. Ditambah Meri yang hanya memakai gaun tidur yang transparan, sehingga nampak jelas bentuk tubuhnya yang seksi.
Sikap Meri yang agresif dan begitu menggoda, membuat Aldi lupa daratan. Lupa dengan ikatan suci pernikahan dan lupa dengan janjinya pada ayah Tania, kalau dia tidak akan pernah menyakiti Tania.
"Meri, kamu cantik sekali malam ini. Kau benar-benar membuatku tergila-gila,"
Bagi Meri ucapan Aldi sebagai bentuk penerimaan atas permintaannya.
"Aku tidak akan mengecewakanmu mas malam ini." bisik Meri yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan membiarkan Aldi melepas gaun tidurnya.
__ADS_1
Dan malam ini Meri telah menyerahkan kesuciannya pada Aldi, lelaki yang sangat dia cintai. Tidak peduli meski Aldi suami dari sahabatnya sendiri, cintanya pada Aldi benar-benar cinta buta, yang telah membutakan mata dan hatinya sehingga tidak dapat lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
"Kau benar-benar masih perawan Mer,"
"Inilah bukti cintaku padamu mas, aku tidak akan memberikan kesucian ku kepada pria manapun kecuali kepada mas Al".
Meri begitu lincah dan agresif dalam bersenggama, dia menjadi lawan yang tangguh bagi Aldi. Sehingga membuat Aldi hampir kewalahan dibuatnya.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam, keduanya sama-sama terkulai lemas di atas kasur, beberapa menit kemudian Meri memakai kembali gaun tidurnya dan mengambil dua botol minuman dingin dan memberikannya kepada Aldi satu. Mereka lalu ngobrol sebentar, karena waktu sudah larut, Aldi bersiap-siap pulang.
"Tapi mas Al sering-sering kesini ya," timbal Meri sambil membantu mengancingkan baju Aldi.
"Iya itu pasti, makasih ya buat malam ini.
__ADS_1
Aldi memeluk Meri dan mencium keningnya, lalu bergegas pulang.
Tania sedang tertidur pulas, dan tiba-tiba dia dibangunkan oleh satu ciuman hangat dipimpinnya.
"Mas Al baru pulang?"
"Iya sayang,"
"Mau aku buatkan teh hangat,"
"Gak usah, kamu tidur lagi aja."
Tania yang memang masih dalam keadaan mengantuk langsung kembali tertidur. Aldi menyelimuti Tania, dia pandangi wajah istrinya itu. Didalam hatinya yang paling dalam, tersimpan berjuta rasa bersalah yang teramat sangat, karna dia telah mengkhianati istrinya yang begitu tulus mencintainya.
__ADS_1
Namun dia sendiri tak mampu berpaling dari Meri yang juga mencintainya dengan sepenuh jiwa dan raganya, yang begitu sabar menunggunya bertahun-tahun dan tak sedikitpun membuka pintu hatinya untuk laki-laki lain, meski dengan popularitasnya yang sekarang sebagai seorang model. Yang tentunya banyak pria diluar sana yang menyukainya. Namun dia tetap mencintainya tanpa mempedulikan pria manapun.
"Maafkan aku Tania," ucap Aldi dalam hati sambil terus memandangi wajah Tania. Saat ini dia berada di posisi yang benar-benar membuatnya galau. Hampir semalaman dia tidak bisa tidur. Sampai pukul tiga pagi barulah dia bisa memejamkan matanya.