DERITA TANIA

DERITA TANIA
PART 76


__ADS_3

Setelah kepergian Meri, semua terlihat baik-baik saja, kedua orang tua Meri pun mengikhlaskan Farel diasuh oleh Aldi, meski itu cucu satu-satunya yang dia punya. Dan peninggalan Meri yang sangat berharga. Namun memang sebagai ayah kandungnya, Aldi jelas lebih berhak mengurus Farel dibanding kedua orang tua Meri. Namun itu tidak menjadi suatu masalah atau pemutus silahturahmi kedua pihak, karena Aldi memberi kebebasan kepada kedua orang tua Meri untuk bertemu dan menyayangi Farel layaknya mertua pada umumnya, karena Aldi tidak mengurangi rasa hormatnya sedikitpun pada kedua orang tua Meri. Aldi dan Tania juga sudah menganggap mereka seperti orang tua mereka sendiri.


Setelah semua keadaan membaik, kedua orang tua Meri dan Aldi pun kembali ke Jogja. Dan inilah awal kehidupan rumah tangga Aldi dan Tania, tanpa adanya Meri diantara mereka.


Mereka menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan, Aldi pun sekarang benar-benar sudah berubah. Dia tidak lagi merasa tertarik sedikitpun dengan wanita lain. Karena baginya, kehidupannya sudah benar-benar sempurna, dengan seorang istri yang cantik, baik dan menyayanginya dengan setulus hati dan mau menerima segala kekurangannya dan mampu bertahan dalam keadaan apapun juga. Serta dengan memiliki seorang putra tercinta, benar-benar kehidupan rumah tangga yang sempurna, yang patut untuk selalu disyukuri.


Tania pun berhenti bekerja di butik. Karena dia ingin fokus merawat Farel, dia mempekerjakan seorang pegawai lagi untuk membantu Nurul, pegawai lamanya di butik, yang sudah dia berikan kepercayaan untuk mengurus butiknya.

__ADS_1


Hari-hari Tania merawat dan menjaga Farel dengan penuh kasih sayang dan segenap jiwa raganya. Dan Tuhan memberikannya hadiah atas semua kebaikannya, kasih sayangnya dan kesabarannya. Karena di suatu hari, saat Aldi pergi memeriksakan Tania, karena beberapa hari ini Tania sering mual dan muntah-muntah. Dan betapa bahagianya mereka saat Dokter mengatakan, kalau Tania sedang hamil.


Sungguh anugrah yang tak ternilai harganya. Karena akhirnya, apa yang mereka harapkan dan mereka rindukan selama ini bisa terwujud. Sungguh kebahagiaan yang sempurna mereka rasakan, mungkin ini balasan dari kesabaran Tania menghadapi semua cobaan hidupnya. Kebahagiaan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


mereka pun memberi tau kabar bahagia ini kepada kedua orang tua mereka di Jogja, pak Surya dan Bu Rima. Dan mereka pun sangat bahagia mendengar kabar ini, karena mereka memang sudah lama mendambakan seorang cucu dari pernikahan Aldi dan Tania.


Keduanya pun beranjak besar, Alicia sudah duduk di bangku TK, sementara Farel sudah duduk di bangku SD. Aldi dan Tania mendidik kedua anaknya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Sehingga mereka pun tumbuh menjadi anak-anak yang mempunya Budi pekerti dan sikap saling menyayangi. Sehingga kedua anaknya pun hidup rukun, dan saling menyayangi satu sama lain.

__ADS_1


Dan berakhirlah kisah Derita Tania dengan kebahagiaan


Sungguh sebuah perjalanan cinta yang sangat panjang dan berliku, namun sesusah apapun jalan yang kita tempuh, selama kita sabar dan terus melangkah tanpa menyerah, pada akhirnya kita akan sampai juga ke tempat tujuan kita.


Dan teruslah berjuang, untuk meraih kebahagiaan kita.


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2