
Tubuh Tania terasa lemas, dia duduk di lantai, sambil menyandarkan kepalanya di kursi bagian bawah. Meri juga ikut duduk di lantai, dia mendekati Tania. Sambil menangis, dia terus meminta maaf kepada Tania.
"Maafkan aku Tan, aku tau aku salah,"
"Kamu tega Mer, aku tidak menyangka kalau kamu akan melakukan ini semua pada ku, apa ini yang dinamakan sahabat? kamu tau kan, kamu satu-satunya sahabat yang ku punya. Kamu juga tau, betapa aku sangat menyayangimu. Tapi inikah balasan mu Mer, kamu tau apa yang aku rasakan sekarang? sakit Mer, sakit sekali. Kamu benar-benar tidak punya perasaan Mer, kamu jahat!"
"Cukup Tan! berhenti menyalahkan ku. Tidak cukup kah pengorbananku selama ini. Aku rela menyimpan perasaan cintaku pada mas Al selama bertahun-tahun, supaya apa? supaya kamu bisa bahagia dengan mas Al. Aku yang lebih dulu mencintai mas Al, Tan. Sejak pertama kali bertemu di kafe waktu itu. Tapi aku rela menahan rasa cemburu dan rasa sakit ku, setiap kali aku melihat mu bersama mas Al,"
__ADS_1
Tania terkejut mendengar pengakuan Meri, karena dia baru tau kalau Meri ternyata juga mencintai Aldi. Seandainya dia tau dari awal, mungkin dia tidak akan menerima Aldi waktu itu. Karena Tania jelas lebih memilih kebahagiaan sahabatnya ketimbang kebahagiaan dirinya sendiri. Karena dia sangat menyayangi sahabatnya itu.
"Kenapa kamu tidak katakan itu dari awal Mer? lalu bedanya apa dulu dan sekarang? justru sekarang kamu malah menusukku dari belakang. Kamu rela melakukan apapun untuk mendapatkan cintanya mas Al, bahkan kau sampai rela berzina Mer, sedangkan kau tau, kalau itu adalah sebuah dosa besar. Kenapa kamu tidak berterus terang saja pada ku, Kalau memang kamu benar-benar mencintai mas Al, aku rela melepas mas Al untuk mu Mer," Tangis Tania semakin menjadi.
Dan Tania, tetaplah Tania. Seorang wanita yang lembut, sabar dan penyayang. Meski telah dihianati oleh sahabatnya sendiri, dia tetap tidak bisa marah, walaupun hatinya hancur luluh. Selain sahabatnya, Meri yang kini juga sedang hamil, membuat Tania bingung bagaimana harus menyikapi Meri.
"Kamu tidak usah khawatir Mer, kamu pasti akan memiliki mas Al seperti yang kamu idam-idamkan,"
__ADS_1
"Tunggu Tan! aku mohon maafkan aku. Ini semua salahku, aku yang akan menanggung ini semua sendiri. Aku tidak akan mengambil mas Al darimu Tan, aku mohon maafkan aku." Meri memeluk kaki Tania, memohon agar Tania mau memaafkannya.
Namun Tania tidak memperdulikannya. Dia mendorong tubuh Meri, melepaskan pegangan tangan Meri dan langsung berlari keluar meninggalkan Meri.
Meri yang tidak bisa mengejar Tania menjadi panik, dia takut terjadi apa-apa dengan Tania. Meri pun buru-buru menelpon Aldi. Meri menceritakan apa yang baru saja terjadi. Aldi yang mendengar kalau Tania sudah mengetahui hubungannya dengan Meri, menjadi panik. Dia tau bagaimana perasaan Tania saat ini. Dia juga takut terjadi apa-apa dengan Tania.
"Ini semua salahmu Mer! aku sudah bilang jangan sampai Tania tau dulu tentang hubungan kita. Dia baru saja kehilangan papanya, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Tania," gerutu Aldi lewat telepon.
__ADS_1
"Iya Meri tau, ini salah Meri. Tapi Meri juga tidak menyangka kalau Tania akan membaca surat keterangan itu. Sudahlah mas, ini bukan saatnya untuk berdebat. Mending mas Al cari Tania sekarang. Meri juga takut terjadi apa-apa dengan Tania."