
"Hai sayang, kita berenang yuk," sapa Aldi yang mengajak Meri berenang dan kebetulan Meri belum mematikan handphonenya yang masih tersambung dengan Tania.
"Mer, kamu dimana? kok kayaknya aku dengar suara mas Al. Itu barusan yang ngomong siapa,"
"Aku lagi di Surabaya Tan, barusan ada cowoknya temen aku ngajak berenang temen aku. Ya gak mungkin mas Al to Tan. Emang mas Al dimana?" Meri pura-pura menanyakan keberadaan Aldi yang jelas-jelas ada di depan matanya. Sambil memberi isyarat kepada Aldi untuk tidak bicara lagi sepatah kata pun. Karena kalau sampai Tania tau mereka sedang berduaan di Bali, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Mas Al lagi di Bali Mer, sorry aku kira itu suara mas Al abisnya mirip banget. Mungkin juga karena aku lagi kepikiran mas Al, jadi fokus ke mas Al terus,"
"O... gitu. Tapi kamu baik-baik saja kan disitu,"
"Itu dia makanya aku mau ngajak kita ketemuan, aku mau curhat sama kamu. Soalnya aku lagi kesel banget sama mas Al udah hampir satu Minggu tapi kok gak pulang-pulang ya. Mana jarang kasih kabar lagi. Gimana aku gak kesel coba,"
__ADS_1
"Sabar, mungkin dia memang lagi sibuk kali. Tapi sorry banget ya Tan, kayaknya udah dulu deh, soalnya aku mau kerja lagi nih. Lain kali kita sambung lagi ya. Gak pa-pa kan?"
"Iya gak pa-pa, semangat ya kerjanya. bye Mer."
"Bye Tan."
Meri buru-buru menutup telponnya, dia terlihat tegang dan juga merasa bersalah. Didalam hatinya yang paling dalam dia merasa kasihan pada Tania. Tapi dia juga tidak bisa hidup tanpa Aldi.
"Iya mas, sepertinya dia sedang kesal sama mas Al, karena katanya kamu jarang menghubunginya. Mas, apa kita tidak berlebihan, mas Al juga kenapa jarang menghubunginya. Kalau dia mulai curiga kemungkinan besar dia akan mencari tau ada apa dengan mas Al. Meri gak mau kalau sampai hubungan kita diketahui oleh Tania. Kalau sampai ketahuan, Meri mau bilang apa coba."
Meri menjadi sangat gelisah, dia benar-benar takut hubungannya dengan Aldi diketahui oleh Tania. Karena sejujurnya dia tidak tega melihat sahabatnya terluka.
__ADS_1
"Sudah kamu gak usah khawatir, Tania tidak akan mengetahui hubungan kita. Iya, nanti aku telpon dia. Aku sendiri juga baru sadar kalau aku memang jarang menghubunginya. Semua ini gara-gara kamu,"
"Lho kok nyalahin Meri?"
"Iya soalnya kalau udah sama kamu aku bisa lupa segalanya."
Gombalan Aldi membuat Meri berbunga-bunga dan langsung membuatnya lupa dengan sahabatnya Tania. Lalu keduanya memutuskan pergi ke pantai untuk berenang dan bersantai menikmati keindahan pantai di Bali.
Pulang dari butik Tania terlihat sangat lesu dan sangat tidak bersemangat, karena seharian dia menunggu telpon dari Aldi tapi Aldi tidak juga menghubunginya. Dia sengaja tidak menghubunginya lebih dulu, karena dia ingin memastikan kalau Aldi tidak benar-benar melupakannya.
Sampai datang waktu isya' Aldi belum juga menghubunginya. Dia berwudhu lalu melaksanakan shalat isya'. Selesai shalat dia berdo'a memohon agar diberi ketabahan dan kesabaran serta keutuhan rumah tangganya. Tania yang memang dalam keadaan sedih, gelisah dan kecewa dengan sikap suaminya yang akhir-akhir ini mulai berubah membuatnya berlinangan air mata.
__ADS_1
Selesai shalat Tania merasa lebih tenang. Dia pun langsung tertidur pulas. Bahkan saat Aldi menelponnya pun dia tidak tau.