
Sesampainya di Jakarta, Aldi dan Tania tinggal di sebuah rumah mewah milik pak Surya yang memang sudah diberikan kepada mereka.
Setelah mengangkut barang-barang mereka ke dalam rumah, keduanya menghempaskan tubuh di atas kasur.
"Sayang, mulai hari ini kita akan memulai hidup baru tanpa mama,papa dan papa George. Kita akan mengurus rumah tangga kita sendiri, susah maupun senang aku ingin kamu tetap di sampingku. Bahagia kah kamu hidup bersama ku Tania," tanya Aldi sambil membelai rambut istrinya itu.
"Mas Al tidak perlu menanyakan soal kebahagiaanku, karena di manapun Tania berada, selama ada mas Al di sampingku, aku pasti selalu bahagia." jawab Tania yang langsung berbaring di pelukan Aldi.
Lalu keduanya sama-sama tertidur, karena sepertinya mereka kelelahan sehabis menempuh perjalanan jauh.
Pagi-pagi Tania bangun lebih awal, setelah shalat subuh dia langsung pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. Tania sudah pandai memasak, karena selama tinggal dengan keluarga Aldi, mama mertuanya selalu mengajarinya memasak dengan penuh kesabaran sampai Tania benar-benar pandai memasak. Karena Tania seorang istri yang baik dan bertanggung jawab, dia ingin membuatkan makanan untuk suaminya sendiri tanpa mengandalkan ART. Selesai memasak dia membangunkan suaminya dengan ciuman mesra.
__ADS_1
Dan hari ini hari pertama Aldi bekerja di kantor sebagai direktur di perusahaan Surya Group. Dan dia melewati hari pertamanya itu dengan penuh semangat. Dia berusaha menjadi contoh yang baik bagi karyawan-karyawannya. Karena dia tidak ingin mengecewakan papanya yang telah memberikan kepercayaan padanya untuk mengelola perusahaan itu.
Pamannya yang sudah lama mengelola perusahaan itu menjelaskan secara rinci bagaimana keadaan perusahaan itu dan perkembangannya. Sehingga dia lebih mudah memahaminya dan mengerti apa yang harus dia lakukan untuk kemajuan perusahaan itu.
Selain pintar, Aldi juga telah digembleng oleh papanya sewaktu di Jogja, sehingga dia sudah paham dunia bisnis dan perkantoran.
Pulang dari kantor Aldi langsung disambut dengan pelukan hangat Tania. Mereka sengaja belum mempekerjakan ART karena mereka masih ingin bermesraan tanpa ada yang mengganggu. Meskipun sudah lama menikah namun mereka masih seperti pengantin baru yang selalu mesra.
"Aman sayang, karena suamimu ini orang yang memiliki kemampuan dan juga profesional, jadi kamu gak usah khawatir dengan pekerjaanku." jawab Aldi dengan penuh keyakinan.
"Ih... sombongnya yang jadi Direktur," ucap Tania sambil mencubit kedua pipi Aldi
__ADS_1
"Aku kangen banget sayang sehari ini gak ketemu kamu." ucap Aldi yang langsung memeluk dan menciumi istrinya itu.
Hari-hari mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, Aldi sibuk dengan urusan kantor sementara Tania sibuk dengan pekerjaan rumahnya.
Sebenarnya Tania juga ingin bekerja di kantor, tapi Aldi tidak mengizinkannya. Karena dia hanya ingin istrinya dirumah, mengurusnya dan melayaninya saja. Biarlah dia sendiri yang bekerja mencari nafkah. Karena itu sudah menjadi tugas seorang suami.
"Sayang, tadi mama telpon. Mama marah besar setelah tau kalau kita belum mempekerjakan ART disini. Dia gak tega kalau menantu kesayangannya harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kata mama dia akan mencarikan ART terbaik untuk kamu dan akan segera mengirimnya kemari. Aku menyetujuinya, karena aku juga sebenarnya kasihan melihat kamu mengerjakan semua sendiri. Menyetrika, menyapu, mengepel. Aku gak mau istriku yang paling ku sayang kecapekan. Jadi gak pa-pa ya kita mulai mempekerjakan ART. Sekalian aku juga mau cari sopir dan tukang kebun."
"Ya udah, terserah mas Al. Tania nurut aja. Tania juga gak mau nanti mama tambah marah kalau kita menolak."
Tania sangat beruntung mempunyai mama mertua seperti Bu Rima yang begitu menyayanginya. Meskipun sampai sekarang Tania belum juga bisa memberikan seorang cucu, namun kasih sayangnya kepada Tania tidak berkurang sedikitpun.
__ADS_1