Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Kasih tampak rapi mengenakan setelan baju kemeja berlengan panjang berwarna putih serta rok kembang panjang hitam polos pekat ,pakaian yang dipakai kemarin di pakai lagi olehnya lagi pula itu masih bersih hanya saja menyisakan bau keringat tapi karena sudah di semprot oleh minyak wangi strawberry tatkala bau nya sudah hilang. Seperti biasa rambutnya di kepang dua berbentuk lipan ala anak India serta kacamata bulat tak pernah lepas.


Kasih menapaki anak tangga bergandengan tangan bersama Nathan saling tersenyum tidak ikhlas,memulai drama menipu semua orang yah begitulah cara untuk bertahan hidup,mereka duduk kursi bersanding di meja makan di hadapkan oleh makanan sarapan pagi.


Hari ini Kasih terlihat bahagia kenapa tidak karena mendapatkan hadiah duoble tadi malam.


Abdi tak sengaja menatap wajah kasih yang tak lepas dari senyuman merasa kepo apa yang terjadi.hari ini ia juga melihat penampilan kasih agak sedikit rapi dari biasanya.


"Kasih kok rapi banget,mau kemana nak.?" hardik Abdi saat memandangi Kasih.


Kasih menghentikan suapan makanan yang hendak ia kunyah demi menjawab pertanyaan Papa mertua. "Kasih mau kerja pa,di salah satu restoran xx. "Kasih kembali menyuap makanan nya.


Mendengar ucapannya sebagian dari mereka terbahak ingin tertawa merasa lucu itu juga kesempatan tiga penyihir untuk mentertawakan si udik,Kasih abdi Nathan menatap tiga penyihir tertawa lepas di depan mereka.


"Wkwkk,Kamu buat apa bekerja.? Lebih baik dirumah saja nikmati harta yang ada itukan mau kamu sebelum menikah dengan Nathan, Memangnya kalau tamatan SMA bisa kerja apa coba.?" Nona tertawa santai merasa geli.


Kasih berhenti makan meletakkan sendok dan garpu ke piringnya bukankah itu sebuah penghinaan yang harus dijawab,Kasih meneguk segelas susu lalu menatap Nona sedang tertawa.


"Tidak masalah mau kerja apapun yang penting halal,daripada di rumah terus tidak berguna hanya bisa bersantai membuang waktu dan berfoya-foya membuang uang."


Kini jawaban bijak keluar dari mulut kasih untuk pertama kalinya kata-kata itu berhasil mengskakmat tiga penyihir hingga mati kutu,jelas saja Anna dan Jasmine merasa tersinggung dan Nona merasa malu tapi bagi orang seperti mereka mana bisa merasakan hal seperti itu hanya karena di lawan oleh wanita kecil seperti kasih.


Nathan menatap menoleh kasih penuh makna ahhh sudahlah itu permasalahan dirinya begitulah batin Nathan,Nenek hanya terkekeh mendengar jawaban Kasih yang begitu polos,Kasih beranjak dari duduk ingin segera berangkat bekerja ini hari pertama dan jangan sampai ia telat.


Kasih keluar dari rumah menuju Halte agar dapat menaiki Bus untuk transportasi bekerja,dia masih enggan menggunakan mobil-mobil mewah milik keluarga Suaminya bisa saja dengan keberanian nya untuk menggunakan fasilitas itu membuat kekacauan antara ia dan tiga penyihir, Sebenarnya Abdi mengizinkan ia untuk menggunakan salah satu mobil beserta supir jika ingin kemana-mana namun Kasih hanya bisa menolak dengan ucapan (terimakasih atas kebaikannya Papa) seperti itu.


RESTORAN

__ADS_1


Kasih tiba di depan restoran tempat ia ditolak bekerja kemarin kini ia datang untuk bekerja dan dari situ ia akan memulai mencari uang, Kasih belum tau apa alasannya di tolak dan apa alasannya ia di terima sebelum mengajukan surat lamaran,dipandangnya restoran dari atas genteng hingga ke tanah sungguh besar luar biasa.


Kasih melangkah masuk kedalam restoran sambil melirik lirik isinya suasana nya sangat nyaman,apalagi pagi-pagi gini belum ada pengunjung di dalam para pelayan sibuk beres-beres ada yang mengilap permukaan meja menyusun kursi hingga mengilap kaca pintu dan beberapa pekerjaan lainnya.


Saat Kasih sibuk mengecek keadaan seorang pria datang menghampiri nya sambil tersenyum ramah,menyadari itu kasih pun membalas senyuman sambil menunduk hormat.


"Selamat pagi Pak.!" Kasih menyapa pria itu sekaligus bersalaman tanpa ia tahu siapa orang yang ia sapa.


"Selamat pagi,kamu nona Kasih kan.?" Kasih pun mengangguk saat di tanya dan jabatan tangan usai. "Saya Coky Andriano orang yang menelpon anda kemarin, sekaligus saya pemilik resmi restoran ini." Coky Sangat ramah memperkenalkan diri.


"Owhh iya pak,saya sangat berterima kasih telah di terima bekerja." Kasih merasa malu-malu berbicara kepada Coky.


" Ya sudah kamu bisa mulai bekerja,Kerjakan apa yang bisa kamu lakukan." Coky memegang bahu kasih dari depan.


" Terimakasih pak terimakasih banyak,,saya janji akan bekerja keras setiap hari." sekali lagi kasih membungkuk hormat sekali.


"Aaagghh,wkwkk."


Kasih dan Coky saling terkekeh bersama rasanya mereka sudah akrab padahal baru pertama kali kenal,kalau bukan karena ancaman Rehan tadi malam Kasih mungkin tidak akan bisa bekerja dan Coky mungkin tidak akan bisa bernafas lagi,Coky mungkin sudah tidak tinggal dirumah namun tinggal di alam kubur bersama cacing yang menggerogoti tubuhnya berkumpul bersama para penghuni kuburan.


Sampai di dapur kasih mengerjakan apa yang bisa di lakukan didalam sudah ada 8 Koki sedang memasak,Kasih dengan sukarela membantu para koki itu memotong sayuran, Rasanya sudah lama sekali tak memegang peralatan dapur selama menikah bersama Tuan muda secara ia tak boleh melakukan pekerjaan di dapur tanpa izin Nathan dan Tuan Abdi.


KANTOR WING


Nathan mundar-mandir di ruangannya berdiri menatap luar melalui jendela kacanya, Fikirannya hanya fokus ke Kasih entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat sibuk dengan masalah sendiri.


ia menggigit bibirnya hingga memunculkan warna merah syukurnya tidak sampai berdarah,sekertaris Rehan duduk di sofa memandangi Tuan nya itu penuh pertanyaan teka-teki, hari ini sangat berbeda rasanya tidak se segar biasanya keadaan pun sangat Hening ditambah tidak ada jadwal rapat.

__ADS_1


Ceklek.. (suara pintu)


Seketika pandangan dua pasangan mata mereka beralih kearah pintu memastikan siapa yang masuk,Nathan mengehentikan lamunan berbalik ke arah belakang tepatnya ke hadapan pintu.


" Mama."


Nathan tersenyum berjalan selangkah dua langkah menyambut kedatangan Mama yang membuat Nathan merasa aneh ialah dengan wajah Nona yang terlihat kesal,Nona dengan menghentakkan kaki menimbulkan kuat suara tapak heelsnya,Nona berjalan menuju sofa tempat dimana Rehan duduk disitulah Nona menghempaskan bokongnya merasa kesal.


Nathan masih berdiri di garis lurus pintu menatap sikap aneh Mama untuk mengetahui apa yang terjadi Nathan menghampiri Nona.


Nathan duduk di sebelah kiri Nona sambil bertanya. "Mama kenapa.?" tanyanya ingin tahu.


Nona menoleh kearah Nathan dengan mengendus. "Nathan kamu kenapa sih.?" Bukannya menjawab dengan benar Nona malah menambah rasa penasaran Nathan.


Nathan menggeleng tidak mengerti apa maksud Mama yang tiba-tiba menyalahkan dirinya tanpa sebab,lalu Nathan bertanya kembali ingin mengetahui masalah secara detail.


" What is wrong.?" Nathan mendekati wajah Mama ingin tau.


"Nathan mama sudah tidak tahan dengan pembantu itu,semakin lama dia semakin menjadi." penjelasan sangat mengejutkan dilontarkan Nona.


Nathan tersenyum tipis merasa belum mengerti apa maksud dari ucapan Nona, "Memangnya kenapa.?" meminta penjelasan seperti anak kecil.


" Kamu suka kan dengan dia.?"


"Bhhhkk,ha-ha-ha." Nathan terkekeh sendiri menutup mulut mendengar tuduhan Nona. "Rehan apakah itu benar.?" Nathan menatap Rehan merasa dirinya sangat tertuduh.


"Not Comment." Rehan hanya tersenyum singkat tak ingin mengikut campur masalah mereka,lebih baik diam menutup mulut dengan dua kata.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2