
Nathan tertawa pecah bertepuk tangan berulang kali mendengar ucapan Nona,baginya itu seperti lelucon receh sampai-sampai Nona mengerutkan dahi semakin emosi melihat tingkah konyol putranya.
Nathan berhenti tertawa mengatur nafas. "Mama istriku itu hanya satu dan cintaku hanya satu yaitu Sera,sedangkan kasih hanya sekedar budak bagiku."
"Tapi kenapa kamu sangat perhatian dengannya,? kalau tidak suka kenapa tidak kamu ceraikan saja dia lalu katakan pada Papa kalau kalian tidak saling mencintai." usai mengatakan itu Nona mengalihkan pandangan.
Nathan menepuk jidat ingin tertawa kembali.. "Mama tunggu saja waktu yang tepat Nathan punya banyak rencana untuk menyingkirkan gadis udik itu,mama cukup diam saja menyaksikan drama nikah-nikahan ini." berusaha meyakinkan Mama agar tak marah lagi.
" Kamu janji ya jangan sampai jatuh cinta dengannya jangan sampai kalian bersentuhan satu titik saja,Mama gak akan pernah biarkan cinta itu muncul diantara kalian berdua duhhh pokonya Mama benci,benci, benci, dengan pembantu sialan itu."
"Iya janji."
Mereka tertawa pecah seheboh petir yang menggelegar di alam,Rehan hanya bisa diam menyimak ingin sekali ia keluar namun itu tidak bisa tubuhnya terasa berat jika ingin diangkat.
Perjanjian Nona dan Nathan sangat berbeda dari perjanjian lainnya,Nathan berjanji tidak akan pernah menyentuh Kasih atas permintaan maut mama tersayang.
RESTORAN
Baru pertama kali bekerja Kasih sudah di buat repot oleh request para pengunjung,memang anggota kerja lumayan banyak tapi itu pun tak cukup melayani banyaknya para manusia meminta makanan yang dipesan.
Kasih bulak balik dari dapur ke meja pembeli badannya mulai terasa pegal akibat banyak bergerak,ngin sekali berhenti sebentar tapi ini bukan waktu yang cocok untuk bersantai mana kala restoran di penuhi pengunjung.
Tak disangka bekerja sebagai karyawati di restoran lebih berat dari bekerja sebagai pembantu seperti lalu-lalu di rumah Wing.
Kasih begitu lihai saat melayani para pembeli meja ke meja ia datangi dengan rasa semangat menawarkan beberapa menu food yang ada,hingga pak bos memberi banyak pujian untuknya memang tak salah Coky menerima ia bekerja dan kasih bekerja sesuai janji tadi pagi.
Kasih kembali ke dapur ingin menyiapkan pesanan makanan selanjutnya saat ia baru masuk empat karyawati sudah berkumpul bergosip tentang dirinya.
" Lihatlah baru pertama kali masuk gayanya sudah songong,seakan ingin menguasai dapur."
"Iya tuh lama-lama dia nanti bisa berkuasa seenaknya."
__ADS_1
Beberapa orang itu mengoceh dengan ucapan fitnah di samping nya mereka memasang wajah cemberut tidak senang berulang kali menyudutkan Kasih, sebenarnya jika mereka semangat bekerja dan saling mendukung pasti mereka juga akan sama seperti Kasih namun begitulah jika orang yang terlalu santuy memiliki rasa iri hati.
Cuekin saja kasih,aduh Tuhan kenapa banyak sekali orang yang membenci ku,sebenarnya apa sih dosa ku hingga memiliki banyak musuh di muka bumi ini..;; batin Kasih.
Kasih tak mau menggubris seluruh olokan wanita itu ia hanya diam fokus menyiapkan serangkaian makanan di piring,lalu seorang wanita tak di kenal mendatangi dirinya.
"Hay jangan dengarkan apa-apa mereka memang begitu." wanita itu berbicara di sebelah kasih sambil memotong selada.
Kasih yang mendengar nasihat sang wanita langsung menoleh nya ternyata masih ada orang yang lumayan baik,Kasih tersenyum kepada wanita itu sebentar dan masih fokus menyusun makanan.
"Siapa namamu.?" wanita itu menatap wajah Kasih mengharap di jawab.
Kasih berhenti bekerja sejenak menatap wajah sang gadis seraya mengulurkan tangan. "Aku kasih,Kamu.?" bergaya seperti anak kota.
Wanita itu membalasnya uluran tangan kasih ingin membalas. "Aku Sari."senang berkenalan denganmu." gadis itu lebih terlihat ramah dari wanita yang lain.
Perkenalkan terjadi antara satu sama lain saling melemparkan senyuman ikhlas, Persahabatan mulai terbentuk antara mereka yang tadinya orang asing sekarang menjadi orang dekat.
MALAM HARI
Tuan petir sudah pulang atau belum ya,? aku harus cepat selesai kan semua ini kalau saja aku terlambat Tuan petir akan marah besar padaku.
Hihihi memanggilnya dengan sebutan Tuan petir seru ya lagi pula dia tidak akan dengar suara hatiku kan...;; batin Kasih..
Kasih berdecak senyum sendiri membayangkan suami edan nya sedangkan Pak Bos tengah sibuk menghitung pendapatan uang hari ini sambil menunggu para karyawan selesai,saat para yang lain sudah ingin bersiap untuk pulang kasih masih sibuk mengerjakan yang lain.
15 Menit sudah terlewati tinggallah kasih dan Pak Bos di restoran Coky berdiri bersandar di hadapan meja kasir,matanya sudah sangat mengantuk berulang kali ia menguap terpejam tanpa di sadari dan akhirnya tertidur di kursi berlawanan kearah pintu keluar masuk.
Kasih masuk ke dapur mengambil tas miliknya yang ada di dalam locker saat melihat Pak Bos tengah larut dalam tidur kasih menatap pria yang cukup tampan itu tidur tak beraturan di kursi sepetak dengan menyender.Kasih berdiri di hadapan Pak Bos sambil memegang dada sambil berdehem dehem pelan berlatih bersuara membangunkan si Bos,membangun kan pria asing dari tidur lebih menyeramkan dibanding membangunkan Nathan.
Kasih membungkuk. "pak bos,anda tidur.?" Kasih berbisik pelan memanggil nyawa pria itu agar tersadar.
__ADS_1
"Pak Bos." sekali dua kali hingga tiga kali Kasih berusaha membangun kan Coky namun suaranya tak kunjung berhasil membuat pria itu terbangun.
Kasih berdiri tegak berfikir keras sambil menggaruk-garuk kepala penuh kebingungan, Coky terlihat sangat pulas dalam tidur apa yang harus ia lakukan jikalau pulang begitu saja itu sangat tidak sopan lebih-lebih nya lagi Pak Bos tengah tertidur misalnya ia pergi maka tak salah lagi pasti akan ada penjahat datang nantinya,oke ada satu cara cepat membangunkan orang tidur.
"Ehem ehem." Kasih berdehem lagi seraya terbungkuk menatap wajah Coky sekaligus mengangkat tangan kanan. "Pak Bos." .PLAK. tak ada cara lain Kasih berteriak dengan memukul pundak Coky.
"Aaagghh." Pak Bos terbangun setengah berteriak kaget. "Kasih." mengelus dada seperti orang jantungan lalu mengilap mulut akibat tumpahan liur jiwanya juga belum sadar sepenuhnya.
Karena telah melakukan cara itu Kasih merasa tak enak hati telah mengagetkan orang yang tengah tidur. "Maafkan saya pak," tertunduk hormat merasa bersalah lalu berdiri kembali. "Saya ingin pulang."
"Iya iya,maaf saya ketiduran hah." Coky bangkit dari duduk merasa malu-malu kucing.
" Baik Pak saya permisi dulu,, selamat malam." usai berpamitan Kasih berbalik arah menuju pintu.
Coky menepuk-nepuk pipi sendiri merasa malu mengumpat umpat di dalam hati bagaimana ia bisa ketiduran seperti itu,Kasih sudah menghilang dari restoran menuju pulang kerumahnya yang tak tau dimana, Coky menoleh sebuah amplop putih di atas meja kasir lalu ia ingat amplop itu sudah ia sediakan dari tadi dan akan ia berikan kepada seseorang,Kasih,ya amplop itu sudah ia sediakan untuk di serahkan kepada karyawati barunya Coky meraih amplop itu segera berlari keluar.
Keluar dari batas pintu Coky menoleh kearah jalan kanan dan kiri mencari bayangan Kasih, kesempatan sekali Kasih belum jauh dari kawasan disitu kemudian Coky berlari mengejarnya.
"Kasih tunggu.!" jeritan Coky sekuat tenaga ia keluarkan.
Mendengar namanya di panggil Kasih menoleh ke belakang dan saat ia Pastikan siapa yang memanggil dirinya cukup kaget, Coky menghampiri Kasih dengan nafas ngos-ngosan akibat berlari sekitar 80 meter tidak lumayan jauh.
" Ada apa Pak.?" melihat Coky ngos-ngosan Kasih juga terikut latah.
"Ini." Coky menyodorkan amplop itu. "Untuk apa Pak.?" Kasih belum mengerti apa maksudnya belum mau bertindak. "Itu tip untukmu,ambillah." menyodorkan kembali agar segera diambil oleh Kasih.
Karena itu di bilang untuknya Kasih pun tak segan mengambil amplop tersebut. "Apa ini pak.?" bertanya tak mengerti.
"Jika Restoran saya laku seharian,saya akan memberi bonus lebih untuk karyawan dan itu juga sudah sering dilakukan,Itu untuk kamu." menjelaskan sedetail mungkin.
Ihh baru pertama bekerja udah dapat tip aja nih..;; batin Kasih,wajahnya tersenyum selebar mungkin mendapatkan uang. "Emm,terimakasih banyak pak kalau begitu saya permisi." Kasih memeluk uang didalam amplop sekiranya terlihat bahagia pipinya terlihat memerah walaupun dalam suasana gelap di tengah jalan.
__ADS_1
Ini sudah terlalu larut malam Kasih pun pergi meninggalkan Coky di jalanan berlari menuju Halte berharap masih ada Bus jam segini, uang itu disimpan di dalam Tas berdiri di depan Halte menantikan Bus,tak ada siapapun selain ia disitu banyak kendaraan lewat dengan meninggalkan angin hingga menghembus menyentuh kulit,pada akhirnya Bus pun berhenti tepat didepan nya.
BERSAMBUNG