Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
TABRAK MEREKA


__ADS_3

Kasih tampak gugup kehabisan ide mau menggunakan kebohongan apa lagi, bila mau mengarang tapi dia tak tau mengenai hal yang menyangkut tentang kecantikan.


"Sepertinya kamu belum mempelajari buku-buku Itukan? mungkin juga belum dibuka." Dilan menatap Kasih seperti orang kesal.


"Em em, begini Tuan sebenarnya tadi malam saya mau membaca ta- tapi saya ketiduran." kebohongan nya sudah terlalu banyak.


Dilan menoleh kecewa menatap Kasih lalu berbicara. "Kamu itu wanita, seharusnya kamu lebih banyak mempelajari hal mengenai kecantikan dan penampilan. Kamu tau tidak? Penampilan adalah urusan nomor satu." Dilan mengeraskan rahang tanda seperti orang marah.


"Baik Tuan, saya janji akan mempelajari semua yang ada di buku itu. Janji." berbicara dengan nada manja.


Kasih memegang kedua kuping dengan dua tangan tanda berjanji, Dilan sembari tersenyum tanpa respon entah percaya atau tidak.


__


"Rehan mereka mau kemana sih? Kenapa mereka terus saja. Gedung TVE kan sudah lewat, aku yakin sekali kalau mereka benar-benar ingin ke Hotel melakukan perselingkuhan."


Nathan merasa tak tenang tatkala melihat mobil Dilan berjalan tanpa henti, padahal Gedung TVE sudah mereka lewati.


Rehan bertambah pusing tujuh keliling mendengar ocehan Nathan.


"Tuan, saya mendapatkan informasi mengenai lokasi syuting, sebenernya bukan di Perusahaan itu tapi langsung kelapaknya yang di jalan xx."


"Kau tau dari mana?" Nathan bertanya merasa belum percaya.


"Teman saya ada yang bekerja di TVE, dia yang memberitahu saya kemarin."


Rehan sangat bosan menjawab pertanyaan Nathan.


Mobil Dilan tiba di lokasi syuting yang sudah ditentukan, iapun mengajak Kasih turun.


Sedangkan mobil Nathan tiba lebih akhir karena ia belum percaya kalau Kasih apa benar-benar ingin syuting.


Nathan memastikan pergerakan dua kadal itu dari dalam mobil, insting seorang suami yang ia punya sangat meyakinkan bahwa istrinya selingkuh.


"Ayo Re kita turun." Nathan melepas sabuk pengaman sembari membuka pintu.

__ADS_1


"Tuan sudahlah ngapain kita harus menguntit mereka?" Rehan menarik ujung jas Nathan agar ia tak keluar.


Nathan berbalik arah melepaskan tangan Rehan yang tengah menarik jasnya.


"Kita harus pergoki dia." ia masih terus berusaha keluar.


"Tuan mereka itu ingin syuting bukan mau selingkuh, ayolah hari ini andakan ada rapat penting."


Rehan berhasil mendudukkan Nathan kembali ketempatnya.


"Tapi Re?"


"Stop."


Rehan membentak pria itu dengan pekikan suaranya yang agak tinggi, dirinya sudah terlewat emosi. Mau tak mau Nathan diam menurut duduk dengan tenang.


***


Dilan dan Kasih sudah berada di lokasi syuting, pemandangan di lokasi yang sudah dipilih sebagai tempat menjalani syuting sangat indah. Sebuah taman yang sangat lebar ditumbuhi berbagai macam jenis bunga-bunga, air pancur berada dimana-mana sebagai penghias taman.


Ditambah ribuan kupu-kupu berterbangan diatas udara, kupu-kupu indah itu datang menghinggapi semua bunga untuk mencari sari disana. Sungguh pemandangan yang amat asri.


Seluruh team work tengah sibuk mengurus kamera dan memasang kabel listrik dimana-mana, Dilan juga harus cepat-cepat stan by di tempat.


"Hay Kasih." suara Tuan Alrico terdengar, pria itu berjalan dari arah barat bersama seorang pria.


"Maafkan saya Tuan, saya terlambat." Kasih merasa panik serta sedikit takut, ia membungkuk minta maaf.


"No. ¿Por qué realmente, todavía queda una hora?" (Tidak masalah, waktu masih tersisa satu jam lagi kok) Alrico terlihat sangat santai dicampur senyuman khas manisnya. Diperkirakan usia Alrico hampir menginjak kepala empat tapi ketampanannya tak berkurang, ditambah lagi ia sudah sukses diusia segitu.


Huh syukurlah. batin Kasih. ia menghembuskan nafas pelan seraya mengelus dada.


"Kasih Esta es Dora, Dora será tu asistente personal de ahora en adelante." (Kasih ini Dora, Dora akan menjadi asisten pribadi kamu mulai sekarang) Alrico memperkenalkan pria itu kepada Kasih.


Dilan menjadi mesin translate antara percakapan Alrico dan kasih.

__ADS_1


Dora melambaikan tangan menyapa gadis udik didepannya. Dora memiliki wajah kejawaan jadi tak diragukan kalau dia adalah orang Indonesia.


Dora berlari pelan bak pinguin mendekati Kasih. " Hay saya Dora, nama aslinya Dodo Rawon disingkat jadi Dora. Senang berkerjasama dengan anda."


Pria itu berbadan sedikit gendut, tingginya setara dengan tinggi badan Kasih. Perutnya buncit membusung, rambutnya berbentuk batok terbelah dua persis seperti Dora, ia berbicara cempreng memperkenalkan diri kepada Kasih. Gayanya tak jauh beda dengan para wanita elegan.


"Hay, saya Kasih. Senang berkenalan dengan anda." Kasih sedikit geli geli takut menjabat tangan Dora.


"Uluh uluh, kamu imut sekali." Dora mencubit kedua belah pipi Kasih, dengan rasa gemas lalu ia lepaskan.


"Hahaha."


Alrico dan Dilan hanya terkekeh, Kasih merasa sedikit perih dibagian dua belah pipi. Pelan-pelan dengan rasa sebal ia mengelus pipinya yang lembut.


"Kasih tienes que prepararte pronto, comienza el rodaje, memorizas este guión para que Dora te ayude." (Kasih kamu harus bersiap-siap karena sebentar lagi syuting di mulai, biar Dora yang membantu kamu)


Alrico memberikan sebuah buku yang isinya tentang naskah. Kasih tanpa ragu menerima buku tersebut tanpa rasa segan, dilihatnya setiap sisi buku dengan cermat menurut keputusan ia akan membacanya nanti saja.


"Ayo nona, kita segera bersiap."


Dora menggandeng tangan Kasih, ia memaksa Kasih untuk melangkah menuju ruang ganti.


Ingin sekali Kasih mendorong manusia unik itu, tapi tidak baik melakukan hal tersebut apalagi Dora sudah menjadi asistennya.


Sebelum pergi Kasih ingin berpamitan dulu. "Tuan Alrico dan Tuan Dilan, saya permisi dulu."


Kasih membungkuk separuh badan, ia berpamitan pada kedua pria yang sudah berbaik hati padanya.


Sepeninggalan Kasih, Dilan dan Alrico masih berbincang membahas tentang rancangan syuting film tersebut.


Sebenarnya syuting film ini sudah di rencanakan jauh sebelum mereka mengenal Kasih.


Semuanya sudah direncakan dalam tiga tahun yang lalu, awalnya proyek perfilman ini akan dibintangi oleh Sera karena itulah awal Sera membintangi film. Tapi semua batal disaat musibah yang dialami Sera. Semua perencanaan dan persiapan dibatalkan bahkan dihentikan sebab satu masalah. Tidak ada aktris yang cocok berperan di film itu selain Sera, maka dahulu itu mereka bertekad ingin menunggu Sera sadar dari koma baru film akan diproses.


Tapi tak tau kenapa, kemarin Alrico mengkaji ulang perencanaan syuting tersebut, ia perkirakan bahwa film ini akan sangat menguntungkan. Jadi ia memutuskan alangkah baiknya menjadikan Kasih sebagai peran utama dan pengganti Sera. itu juga berkat Dilan. Ya Dilan yang menawarkan Kasih kepada Alrico dan untungnya Tuhan juga merestui niat mereka hingga akhirnya terkabul.

__ADS_1


Walaupun mungkin Kasih tak sehebat Sera tapi jika belajar dan berusaha tak jadi masalah.


BERSAMBUNG


__ADS_2