
Kasih bertahan dalam lembah yang telah ia masukin tanpa sadar dari awal, di samping Dilan ia berdiri dan di depan Tuan Petir dan sekertaris Rehan ia ketakutan cemas.
"Hay semuanya.!" tangannya ia lambaikan keudara menyapa semua orang yang ada dan mereka menjawab sapaannya menggunakan bahasa Inggris.
Dilan menarik tubuh Kasih mendekati semua orang sejujurnya Kasih sudah merasa lemas,ingin sekali ia kabur tapi mau gimana lagi karena sekarang ia sudah terperangkap di dalam situasi yang tak memungkinkan ia terus saja menunduk.
"Hay everyone,introduce this Kasih of people who Will star in our ad." (Hay semuanya, perkenalkan ini Kasih orang yang akan membintangi iklan kita) Dilan menunjuk Kasih sebagai pengenalan.
Karena bukan hanya orang Spanyol yang ada disana orang dari Amerika juga ada jadi berbicara menggunakan bahasa Inggris saja,para orang asing itu beranjak dari duduk menyapa Kasih secara bergantian.
"Hello Kasih nice to meet again." (Hello Kasih senang bertemu lagi) Alrico dengan senang hati menyalami tangan Kasih.
"Nice to meet you." dan para anggota yang lain ikut menyapanya.
Nathan hanya berdiam diri menatap tajam kearah Kasih ia tau pasti Tuan Petir akan marah besar jadi ia memilih menunduk saja,Dilan menghadapkan Kasih mendekat kearah Nathan karena dua orang itu belum bersalaman.
Dilan mengangkat tangan kasih keatas setara dengan tangan Nathan. "Nathan perkenalkan dia Kasih." Kasih semakin gemetaran bila Dilan melakukan hal itu di depan Tuan Petir.
Nathan menciutkan bibir menyapa Kasih alis kanannya menyungkit sebelah. "Hay salam kenal." dia sangat kuat menggenggam tangan kanan Kasih sekuat emosi yang ia tahan sekarang.
Mati kau malam ini udik, lihat saja akan aku cabik-cabik kau nanti sudah banyak sekali kesalahanmu padaku, pertama kau bilang tadi pagi kau sakit dan ternyata kau bohong, kedua tanpa seizinku kau berani keluar,ketiga kau berani sekali mendaftarkan diri menjadi bintang iklan, keempat kau berani sekali datang ke perusahaanku dan ke-lima kau berani sekali berpelukan dengan Dilan di depan mataku.;; batin Nathan.
Nathan tak habis-habis menggerutu dalam hati sambil menatap lirih ke wajah si udik.
__ADS_1
Setelah bersalaman dengan Nathan Dilan mengarahkan kearah Rehan pula dengan banyak pandangan mereka saling bersalaman, Nathan yang tadinya emosi hanya kebohongan Kasih sekarang dia lebih emosi bila melihat tangan Dilan tak lepas-lepas merangkul pinggang mungil Kasih, itu sangat keterlaluan dan emosi Nathan kian berlonjak tinggi.
Sudah berkenalan satu persatu mereka semua duduk kembali ketempat,Dilan menarik kursi dari bawah meja untuk mempersilahkan Kasih duduk perlakuannya sangat lembut, bukan Nathan saja yang merasa tak nyaman dengan perlakuan Dilan tapi Rehan juga tak lepas memandanginya, bagaimana tidak, tangan pria itu terus saja merangkul pinggang Kasih hingga sudah duduk tetap saja begitu.
interview di mulai.
Tuan-tuan besar itu melontarkan banyak pertanyaan mengenai silsilah latar belakang pendidikan dan hidupnya, ia menatap dengan mata kosong sembari berbicara jujur Dilan mengartikan kosa kata pertanyaan mereka untuk di jawab olehnya,
Kasih lumayan pintar bicara saat para orang itu bertanya padanya dalam keadaan getir mana kala Nathan terus saja menatapnya dari sebrang meja, keadaan posisi mereka sekarang saling berhadapan.
Setelah puas mendengar jawabannya dua belah pihak cukup tertarik mereka saling berbisik untuk saling sepakat, Kasih menatap Dilan yang tengah duduk di sebelah kanannya ia juga menoleh kearah Rehan yang duduk di sebelah kirinya dan Nathan duduk di depan menatapnya, untung saja ada meja yang menghalangi jarak mereka jika tidak Tuan Petir akan menyambarnya.
"Mr Nathan,what about your opinion,do you agree.?" (Tuan Nathan, bagaimana dengan pendapat anda,apakah anda setuju) salah seorang dari pria yang ada disana bertanya kepada Nathan.
Mendengar jawaban netral para yang lain berhenti bertanya arti kata netral berarti dia tak memilih apapun, semua orang mengangguk sudah mendapatkan jawaban itu mereka pun berbalik lagi menatap Kasih.
"Alright Kasih we accept you." Alrico mengatakan kata itu sesuai kesepakatan semua pihak untuk menerima gadis udik.
Kasih tak tau harus mau jawab apa dia mau bersyukur senang tapi keadaannya sekarang tak memungkinkan mengingat ada Nathan disitu, jadi dia tersenyum saja seikhlasnya,
Alrico menyodorkan sebuah formulir persyaratan kontrak kehadapan Kasih, ia disuruh memahami isi formulir dan sekalian diisi.
"Let's sign here." (Ayo tanda tangan disini) Dilan menunjuk surat agar di tanda tangani oleh Kasih.
__ADS_1
Tangannya menggetar bila menggenggam pena di atas kertas hatinya bergemuruh ragu ingin ditanda tangani untuk persetujuan atau tidak, Kasih memikirkan kemarahan Nathan jika ia setuju itu pasti jelas terjadi tapi Nathan mengatakan kata netral berarti dia belum tentu marah,
Dilan membisik kekuping Kasih menyuruhnya untuk tandan tangan.
"Kasih ayo tanda tangan.!" Dilan mendekati wajah agar bisa berkata bisik.
Nathan sudah tak bisa dielak dengan kata sabar ia terus saja melotot menatap wanita yang sudah menjadi istrinya lebih-lebih lagi melihat perlakuan Dilan yang sok akrab dengan Kasih,
ia melihat formulir biasa yang menuliskan ia akan di kontrak selama dua hari saja dan itu bukanlah waktu yang lama.
Dengan yakin Kasih menandatangani kontrak alangkah baiknya jika ia tak perlu memikirkan kemarahan Tuan Petir toh dia juga sudah di marahin setiap hari.
Formulir sudah ia tanda tangani berserta cap namanya tapi ia tak menaruh nama Wing disana karena ia tak bisa memakai nama itu untuk akhir gelar namanya.
Seorang CEO bernama Jhonson meraih formulir dari tangan Kasih lalu bertanya tentang sesuatu yang belum ia ketahui.
"Kasih,are you married.?" Jhonson menatap serius kearah Kasih.
Karena Kasih memakai KTP beserta berkas-berkas dan dokumen lama yakni yang menyatakan ia belum menikah atau masih lajang jadi tak ada bukti yang menguatkan kalau ia sudah menikah, Kasih menggeleng yang mengartikan kata belum menikah jikalau dia katakan sudah pasti urusan semakin report mana kala pasti mereka semua meminta berkas suaminya dan yang lainnya, mereka mengerti maksud dari gelengan kepala berarti itu lah arti dari jawaban.
"Today you can start casting." (Hari ini anda bisa mulai casting) ucap beberapa orang tadi.
Interview selesai mereka beranjak berdiri ingin mengadakan casting iklan hari ini waktu casting hanya sebentar tak perlu waktu lama, Nathan dan Rehan juga ikut menilai kemampuan Kasih menjalani seleksi casting dibalik sisi Dilan Kasih bisa berlindung dari sambaran Petir.
__ADS_1
BERSAMBUNG