
PAGI DI HARI MINGGU
Semua orang berkumpul di ruang makan hanya ingin melakukan sarapan seperti biasa Nathan dan Kasih duduk bersampingan mereka belum bertegur sapa dari kejadian malam itu,Kasih berusaha damai meminta maaf tapi Nathan bagai anak kecil terus mendiaminya dan dua Penyihir juga semakin jengkel dengan Kasih akibat kejadian saat berada di restoran kala itu tapi ya Kasih fine fine saja.
Karena ini hari minggu mereka semua yang ada di situ terlihat sangat santai rencananya sih ingin menghabiskan waktu seharian penuh di rumah Itung-itung istirahat,Nathan melirik Kasih dengan tatapan tak suka dia tau itu jadi Kasih lebih memilih diam dari pada melawan yang ada nanti dia gebuk lagi.
Abdi menyeruput segelas kopi lalu mengingat sesuatu. "Nathan apa kalian tidak ingin liburan,? inikan hari minggu sayang sekali jika tidak di gunakan dengan liburan." Menawarkan hal yang tak dapat di lakukan.
Nathan terbahak mendengar pertanyaan papa. "Tidak lah pa,memang nya mau kemana.?" menelan makanan tanpa memperdulikan ucapan papa.
"Ya kemana gitu,kamu ajakin lah istri dan anak kamu jalan-jalan toh kalian gak pernah pergi bareng jadi apa masalahnya pergi sesekali." Abdi sedikit jengkel dengan ke jutekan Nathan.
Malas banget jalan-jalan dengan dia..;; Batin Nathan,mata nya terus-terusan menatap tajam kearah Kasih.
Nathan harus melakukan perintah papa kalau tidak di lakukan maka papa akan mengancamnya seperti dulu,Nathan punya rencana agar ia tetap selamat dari sisi siudik.
" Iya pa kita kan udah lama gak jalan-jalan." mendengar bujukan Billy Nathan mau tak mau harus menyetujui usulan papa,ia juga tak mau terlalu egois.
__ADS_1
"Baiklah hari ini kita akan jalan-jalan." memberikan sebuah keputusan yang tentunya membuat Billy terpingkal bahagia. "Hore,kita pergi dengan Bunda kan.?" tanpa Bunda Pastinya Billy tak akan mau pergi.
"Tentu saja." Nathan merangkul pundak Kasih dan menariknya agar mendekat. "Iya kan sayang.?" tipuan maut sekali lagi dimainkan olehnya tubuh Kasih menggetar seketika pria itu memeluknya,suara pekikan Nathan malam itu meraung-raung di otaknya.
JALAN-JALAN
Sesuai janjinya tadi Nathan sudah bersiap-siap mengajak anak dan istri untuk pergi,kini mereka sudah berada di dalam mobil kalau Nathan sibuk berbicara kepada seseorang melewati sebuah ponsel di luar mobil.
Kasih tak percaya akan pergi bersama monster terkejam di Dunia,tidak,sepertinya masih banyak pria yang lebih kejam dari suaminya dan Billy duduk bersama Kasih di kursi belakang Billy sudah kegirangan tak sabar ingin pergi.
Selesai berbicara dengan teleponnya Nathan kembali masuk kedalam mobil tanpa bertanya atau berbicara sedikitpun mobil melaju.
sepanjang perjalanan Suasana sangat hening Kasih lebih memilih masuk kedalam dunia khayalan sedangkan Nathan tengah fokus menyetir.
Tak lama Kasih terjaga dari lamunannya dia merasa mobil itu tak lagi berjalan tak sadar mobil tersebut berhenti di tepi jalan,
ia duduk tegak memeriksa sekeliling Billy sedang bermain game dengan gamebot di periksa nya jok depan rupanya Nathan sudah tak ada,matanya berkeliling menyoroti sekitaran lalu menoleh ke jendela sebelah kiri ternyata Nathan berada di luar tapi tunggu,kenapa ada sekertaris Rehan.?
__ADS_1
Kasih melihat Nathan dan Rehan berbincang di sebelah tiang listrik dan mobil yang biasa di gunakan untuk melayani Nathan terparkir di depan mobil yang mereka tumpangi,entah sejak kapan Nathan keluar dan udah seberapa lama mereka berbincang dan pada akhirnya selesai.
Rehan masuk kedalam mobil di mana ada Kasih dan Billy lalu Nathan masuk ke dalam mobil Rehan lebih jelasnya mereka bertukar posisi atau bertukar kendaraanz
Kasih terdiam memikirkan apa maksudnya ini kenapa Nathan pergi sendiri dengan mobil Rehan.
Jadi Rehan mau apa bukankah rencananya akan pergi dengan Nathan ia penasaran lalu bertanya.
"Tuan sekertaris,Tuan muda mau kemana,? Kenapa kalian bertukar.?" berusaha mengetahui masalah.
Rehan menyala mesin mobil lalu memutar badan menatap belakang. "Tuan muda ada urusan mendadak jadi dia perintahkan saya untuk mengajak kalian jalan-jalan." begitulah penjelasan dari Rehan terus membuat Kasih mengerti.
Sudah mendengar alasannya Kasih kembali diam menyenderkan tubuh tiba-tiba suara Billy mengoceh tak bisa diam ia sangat kesal karena papa nya telah mengingkari janjinya, kelakuan Billy membuat Kasih bertambah pusing seribu keliling,dia tak habis fikir kenapa pria itu begitu egois untuk menemani putranya seharian saja tidak mau, kenapa dia lebih memilih menghabiskan waktu untuk bekerja dari pada menghabiskan waktu bersama anaknya,inikan hari minggu apa dia tidak bisa libur sekali saja lantas untuk apa ada hari minggu dan apa arti hari minggu dalam hidupnya.
Sebenarnya Rehan tak tau harus pergi kemana saat bertanya kepada Kasih dia hanya menjawab "Terserah." saat bertanya kepada Billy dia juga udah kelewat ngambek tak mau berbicara jika di tanya hanya diam. Kadang-kadang dia berfikir kenapa dia harus menjadi sekertaris di keluarga amburadul seperti keluarga Wing,ingin sekali dia melompat dari ketinggian 3000 kaki namun tak ada keberanian untuk nya karena ia takut mati.
Rehan hanya mengingat satu tempat wisata yang paling populer yaitu Taman DUFAN, bingung mau kemana akhirnya ia memutuskan menuju arah sesuai keputusan nya tanpa meminta persetujuan dari Kasih dan Billy,tiba di lalu lintas ia membelokkan mobil kearah kanan tempat arah menuju Ancol.
__ADS_1
Jika diingat kemarin dia juga sudah kesana dan tak sengaja bertemu dengan dua kadal, sekarang pula ia kembali lagi ke tempat itu dan harap-harap tidak bertemu mereka lagi
BERSAMBUNG