Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Sambutan keluarga


__ADS_3

"Apa kalian semua keluarga Kasih Sarasvati?" tanya Dora ketika sudah tiba mendekati keluarga Wing.


"Iya." jawab mereka serentak.


"Kami ingin menemuinya, tetapi tidak bisa karena banyaknya para wartawan itu." ungkap Yoan sembari menunjuk ke keramaian.


Dora melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Yoan, dia saja yang tadinya berdekatan dengan Kasih menjadi tersingkirkan akibat keramaian itu.


"Oh ya, saya Dora, asisten pribadi Kasih. Dia bilang sebaiknya kalian pulang saja dulu, dia akan menyusul nanti. Karena sulit baginya untuk keluar dari situasi seperti ini." ucap Dora mengusir semua untuk pulang dahulu,


entah sejak kapan dia menjadi asisten pribadinya Kasih, namun sejak beberapa hari ini sebelum lomba dimulai, dia sudah memutuskan untuk menjadi asisten pribadi Kasih walau tak dibayar sekalipun.


"Oh begitu ya, baiklah kami mengerti. Kami akan pulang dulu ke rumah, sampaikan padanya." ucap Nona, hari ini dia merasa tak mengerti, kenapa dia ikut senang atas kemenangan Kasih, bahkan ia sendiri juga merasa tak sabar untuk bertemu dengan menantunya itu.


Mereka semua bergegas meninggalkan gedung, Nathan sebenarnya masih ingin menunggu Kasih. Dia juga sangat rindu pada si udik.


"Oh ya Nathan." Abdi mengehentikan langkahnya berbalik badan menatap Nathan.


"Kau tunggulah di sini, tunggu Kasih sampai selesai. Jangan tinggalkan dia, kau paham?" perintah Abdi.


Nathan mengangguk, semua orang pun pergi. Rehan diminta untuk menyetirkan mobil, sebenarnya dia ingin sekali ikut bersama Nathan menunggu Kasih.


***


Hari sudah gelap, Kasih memutuskan untuk pulang dan membawa hasil kemenangannya. Dia berjalan bersama Dora keluar dari gedung, saat sampai di teras bagian depan gedung, dia melihat Nathan yang tengah berdiri di samping mobil menunggunya dari beberapa meter.


"Eh, dia sudah menunggumu." bisik Dora, mereka menghentikan langkah.


Kasih mengangguk, dia merasa senang saat melihat Nathan.


"Kasih, dengar apa kataku." Dora menghadap kearah Kasih sembari memegang kedua tangannya.


"Kamu masih ingat dengan apa yang aku katakan, kan?" sambungnya.


Kasih mengingat semua percakapannya selama ini dengan Dora, bahwa dia memiliki satu tujuan ketika usai dari lomba itu. Sebuah balas dendam, bukan balas dendam seperti biasa. Di mana semua orang akan melakukan kejahatan untuk membalaskan dendam sendiri, namun di sini, Kasih ingin membalas dendam dari apa yang dilakukan oleh Nathan selama ini padanya. Dia akan mengerjai Nathan untuk sementara hingga Kasih benar-benar tau apakah Nathan benar mencintainya.


"Tentu aku ingat, bersikap jual mahal dan sedikit dingin padanya." ucap Kasih mengingat semua rencana awal.


"Huh, apa yang mereka bicarakan?" Nathan merasa bosan menunggu terlalu lama, badannya hampir pegal semua.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya. Aku akan memulai permainannya." Kasih meninggalkan Dora sendiri.


"Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." jerit Dora.


Nathan sudah bersiap-siap menyambut Kasih, dia melebarkan senyumnya sembari melambaikan tangan kepada Kasih.


Tuan petir. Kasih berani bersumpah, begitu tampannya tuan petir yang ia cintai selama ini. Di sini Kasih belum yakin apa Nathan mencintainya juga terlepas dari apa yang terjadi selama ini.


"Kasih." waktu Kasih sedikit lagi mendekati Nathan, dia di panggil oleh seorang pria yang tak asing.


Kasih menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.


"Tuan Dilan."

__ADS_1


"Hai." mata Dilan berkaca-kaca melihat Kasih yang begitu cantik.


"Si kadal." Nathan mengerang kesal bila melihat Dilan mendekati Kasih, Nathan tak habis fikir, kenapa Dilan terus saja mendekati Kasih.


"Astaga, sepertinya Kasih mulai banyak fans. Dia semakin menjadi primadona." Dora menepuk jidatnya, dia pusing akan apa yang terjadi nanti.


"Mau pulang bersamaku?" ajak Dilan, dia mengulurkan tangan berharap tawarannya tak di tolak oleh wanita cantik itu.


"Astaga, apa maunya dia?" Nathan masih menahan kesabarannya, dia ingin sekali menonjok wajah Dilan.


"Tapi ... ." Kasih ragu, dia menggerakkan tangannya pelan-pelan, sekilas dia menoleh ke arah Nathan yang tengah menunggunya.


Terima saja Kasih, ini kan sebuah bantuan untuk membuat tuan petir itu marah. Ayo terima saja. Kasih mengangkat tangan menjabat Dilan, dia sengaja membuat gaya manja untuk melihat reaksi Nathan.


"Apa? Kenapa dia mau?" Nathan pun memukul badan mobil, sekarang dia merasa kepanasan.


"Drett ... drett."


"Sebentar ya." Dilan melepaskan jabatan tangan mereka, dia merogoh ponsel yang ada di celananya. Sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Ah kenapa waktunya tidak tepat sih. Dilan mendesah kesal setelah membaca isi pesan, lantaran dia harus menyelesaikan pekerjaannya yang tersendat hari ini.


Dia menyimpan ponselnya kembali, dia memasang wajah sedih karena harus membatalkan ajakannya tadi.


"Kasih, maafkan aku ya. Aku ada urusan penting mengenai pekerjaan aku, kamu pulang sendiri saja ya?"


"Oke, tidak masalah. Pergilah." kata Kasih, dia mengangkat tangan membenarkan poninya yang terjuntai di kening. Dengan ganyang yang anggun membuat Dilan terpesona.


"Kalau begitu aku pulang duluan ya, sampai jumpa."


"Bye, sampai jumpa." Kasih melambaikan tangan melihat kepergian Dilan dari belakang.


"Hai." sapa Nathan dengan salah tingkah.


"Hai juga." balas Kasih, dia terlihat begitu menantang.


"Kau ... ." Nathan diam dengan seribu bahasa, dia tak tau lagi harus berkata apa bahwa saat ini wanita yang ada di hadapannya begitu cantik. Dari atas kepala hingga ujung kaki, semuanya tampak sempurna.


"Iya aku tau, aku cantik kan?" tebak Kasih dengan gaya sombong.


"Hah." Nathan terbahak, dia merasa kalau Kasih menjadi begitu berbeda.


"Buka pintunya." perintah Kasih, dia sudah lelah untuk berdiri berlama-lama.


Nathan pun membukakan pintu depan, dia mempersilahkan Kasih masuk.


Setelah Kasih masuk ke dalam mobil, dia pun segera masuk dan membawa mobil pergi.


Di dalam mobil tidak ada yang bersuara, Nathan fokus menyetir namun matanya ingin sekali menatap lama-lama wajah istrinya. Sedangkan Kasih, dia memejamkan mata sembari bersandar di jok untuk sekedar beristirahat sebentar.


"Apa kamu lelah?" tanya Nathan, dapat ia tebak pasti Kasih sangat lelah.


"Hem." Kasih hanya berdehem saja, Nathan segera melajukan mobilnya untuk segera sampai ke rumah.


Setibanya di depan rumah, Kasih segera turun dari mobil bersama Nathan. Mereka berjalan beriringan, Kasih melingkar tangan Nathan dengan bergelayut manja.

__ADS_1


"Dorrrrr."


ketika mereka sudah memasuki rumah, Kasih dikejutkan dengan suara party popper.


Para keluarga begitu antusias menyambut kedatangannya dengan berbagai macam pernak-pernik, Kasih begitu tak percaya bahwa semua orang sudah menunggunya dengan kejutan yang disediakan.


"Selamat ya, putri papa." Abdi langsung memeluk Kasih begitu bangga.


"Papa." Kasih pun membalas pelukan sang papa mertua.


"Selamat ya sayang, kau sangat membanggakan. Oh astaga aku tidak percaya kalau kau sangat cantik nak." nenek tak kalah bahagianya, dia mencubit gemas berulang kali ke pipi Kasih.


Beberapa makanan mereka suap ke mulut Kasih, secara bergantian menuang kebahagiaan.


Nona, Jasmine, Anna dan lainnya juga ikut bahagia, entah pura-pura ataupun benar namun kebahagiaan dari mereka terlihat seperti nyata.


"Kau cantik sekali." puji Nona, dia memberikan senyuman hangat tak seperti biasanya. Sesekali dia memeluk Kasih sebagai pelukan pertama.


Mama mertua kenapa begini?


Siapa yang tak heran jika melihat seorang manusia bersikap seperti serigala dan seketika berubah menjadi lembut seperti seorang peri.


"Terimakasih." Kasih melepas pelukannya dari Nona, dia merasa tidak yakin akan keakraban yang dilakukan Nona terhadapnya.


Nathan tampak begitu bahagia, kapan lagi dia bisa menyaksikan keluarganya seceria ini. Hanya satu yang kurang, yaitu Billy, anaknya. Sebentar lagi Billy juga akan kembali dari Norwegia, semua orang sudah merindukan kehadiran anak kecil itu.


BERSAMBUNG


Halo semuanya author balik lagi nih untuk menyambung cerita Maaf ya kalau ceritanya sempat tersendat akibat ulah tangan jahil orang syirik, kali ini tuan petir dan si udik akan menghibur kalian kembali dengan cerita dramatis mereka.


Oh ya, ini juga sekalian author mau beri visual ala author sendiri, dan juga author sudah merevisi sebagian cerita yang sepertinya kurang masuk akal, jadi jangan sedikit heran kalau ceritanya agak berubah sedikit namun gak full berubah kok hanya sedikit bagian yang gak pentingnya, sesuai latar belakangnya di Indonesia orangnya juga yang Indonesia ya, bukan bule-bule dan oppa Korea dan barat, kali ini author mau kasi visual lokal aja ya. Kalau tidak suka kalian bisa bayangin siapa aja😁 Tapi author lebih suka mereka, ini diantaranya.












__ADS_1



__ADS_2