
Yura dan Dilan tiba di taman seusai memarkirkan mobil mereka pun berjalan memasuki kawasan,Dilan menggandeng tangan Yura agar terlihat sedikit romantis dengan terpaksa Yura harus membalasnya.
Mumpung ini hari Sabtu taman tersebut di penuhi ribuan pengunjung,mereka berhenti di alur keluar masuk melihati para mainan dari jarak jauh.
"Yura kita naik itu yuk seperti mereka." Dilan Menunjuk wahana bianglala yang sedang bekerja membawa manusia berputar di dalamnya.
"Gak ahh Dilan,aku gak tertarik seperti anak-anak saja." Yura melangkah ke depan untuk semakin ke dalam taman.
Dilan tersenyum lalu berlari kecil mengejar Yura. "Gimana kalau kota-kota, roller coaster,Atau apapun.!" Sekali lagi menawarkan banyak wahana yang terlihat wow.
Yura mengehentikan langkahnya tepat di dua patung Dufan. "Ahhh sudahlah Dilan.!" sedikit membentak pelan menatap tajam ke arah Pria itu. "Kalau kamu mau naik_naik aja sana.!" Tolakan Yura tentu saja membuat Dilan sedikit putus asa,bukannya mereka datang untuk bertamasya tapi ini apa,?
Usai mengatakan itu Yura kembali melangkah menuju kebun binatang Dilan tersenyum merasa malu akibat di tolak,Dilan seorang pria yang lembut humoris dan penuh perhatian bukan seperti Nathan di penuhi sikap emosional.
Sabar tetap sabar Dilan mengelus dada mencoba ikhlas menghadapi wanita pujaan hati.
Yura menoleh kebelakang dengan tatapan benci saat melihat Dilan menyusulnya.
Ihhh gimana ya caranya aku bisa kabur dari pria nyebelin itu,
Nyesel banget tadi aku mau diajak olehnya lebih baik tadi aku tidur saja..;! Batin Yura..
Yura berjalan melengos berlalu lebih cepat membentang jarak berapa meter dari Dilan, Yura sangat kesal melihat Dilan apa lagi ia tak bisa menghubungi Rehan hari ini sangat membuatnya jengkel.
"Nona Yura minta fotonya dong.!"
"Nona Ciss Ciss.!"
"Nona Yura minta tanda tangan.!"
__ADS_1
Saat Yura baru tiba di depan kebun binatang para anak ABG labil menyerbunya,sepertinya mereka itu adalah sekelompok fanbase setianya,Dilan mempercepat langkah menuju perkumpulan itu dan Yura dengan senang hati meladeni para fans satu persatu hingga bertambah banyak untuk datang meminta berbagai macam darinya.
Dilan hanya menyaksikan saja aksi secara mendadak itu Tak lalai ia terus melindungi Yura dari kejahatan haters.
Rehan merasa lelah berkeliling tak menentu seputar Taman Dufan ia merasa dirinya seperti anak hilang,ia pun berhenti di persimpangan taman di dekat pamplet peta jalan perhatian nya teralihkan dengan sesuatu perkumpulan anak ABG di arah kanan,dia pun merasa kepo berusaha mencari tahu dengan berjalan pelan-pelan.
Setibanya di kerumunan Rehan menyempil-nyempil seperti ulat menyusuri anak-anak ingin melihat siapa yang telah di kerumunin.
Rehan berhasil menembus para manusia dan melihat. "Aaaaa,astaga anak itu lagi." ia malah merasa enek saat melihat Yura sebagai biang keladi.
Merasa cukup tertarik Rehan berhenti sebentar menyaksikan jumpa fans dadakan, Ia tak berniat ingin bergabung tapi lebih seru menyaksikan orang-orang bodoh yang meminta hal tak berguna kepada manusia seperti Yura,begitulah penuturannya.
Satu persatu semua fans bubar dari lokasi kejadian menampakkan keceriaan dari masing-masing wajah,mereka sangat bahagia telah mendapatkan apa yang di mau.
Yura diam sebentar sambil menyimpan beberapa peralatan bawaannya untuk bekerja memberi permintaan para fans tadi,saat ia memutar balik kearah belakang tak sengaja ia melihat Rehan yang tengah berjalan perlahan.
" Rehan.!" Yura mengangkat tangan melambai-lambai memanggil Rehan sambil berlari kecil.
"Hay Rehan apa kabar.?" Dilan mengulurkan tangan ingin berjabatan dengan senang hati Rehan membalas. "Baik.!" Menjawab sambil memberi senyuman.
Yura melepaskan jabatan tangan dua pria tersebut dan menggenggam tangan kanan Rehan sambil mendekat. "Rehan sejak kapan kamu disini.?" Yura bertanya manja dengan memeluk tubuh Rehan hingga nyaris membuat Dilan kepanasan.
Rehan merinding saat di peluk erat oleh Yura." Dari tadi pagi. "Rehan melihat wajah Dilan kian memerah geram lalu pelukan Yura ia lepas dan mundur satu langkah kebelakang.
Rehan tak tau detail tentang hubungan antara Dilan dan Yura karena ia taunya mereka hanya sekedar bersahabat apalagi ini kali pertama mereka bertemu setelah perpisahan selama 4 tahun kebelakang,tapi Rehan tau bahwa dulu Dilan sangat menyukai Yura setengah mati.
Rehan merasa tidak enak memilih menjauhi Yura dan mendekati Dilan. "Kalian sejak kapan disini.?" Bertanya sedemikian.
"Baru aja sih.!" kini Dilan sudah tak cemburu lagi karena Rehan tak seperti apa yang ia fikirkan di dalam fikiran suudzon nya.
__ADS_1
Yura tersenyum lagi saat mendapati satu rencana. "Gimana kalau kita naik roller coaster.?" ia mengajak sambil menarik ke-dua tangan pria itu.
"Tadi aku udah ngajak kamu naik tapi kamu gak mau,aku fikir kamu beneran gak suka." Benar juga kata Dilan bahwasanya Yura menolak beberapa ajakannya tadi dan sekarang wanita itu mengajak mereka naik.
Yura tertunduk merasa malu dengan ucapan apa adanya dari dilan,Rehan merasa tak mau ada diantara dua manusia itu apalagi dengan Yura.
"Aku gak mau mending kalian aja yang naik,aku ada urusan mendadak.!" Menolak secara baik-baik sembari berjalan perlahan meninggalkan mereka.
Menyadari kepergian Rehan Yura mengejarnya. "Ayolah Rehan kita naik sebentar,kamu mau ya.?" menarik tangan berusaha membujuk.
"Ayolah Rehan." seyakin mungkin membujuk Rehan.
Dilan berjalan mendekati Rehan saat melihat perjuangan Yura yang gagal membujuk mantan suami. "Ayolah Rehan,udah lama kan kita gak senang-senang bersama itung-itung kita mengenang masa lalu." ikutan membujuk kalau tidak seperti itu Yura pasti tidak akan mau naik wahana tersebut tanpa ada Rehan.
Yaelah nyesel banget aku kemari,bukanya tenang tapi malah pusing terjebak di antara dua kadal ini..;; Batin Rehan.Rehan menatap mimik wajah Adam dan Hawa yang beda perasaan hingga merasa dirinya sangat hebat.
"Baiklah ayo kita naik." mendekatkan diri tidak mengapa toh hanya untuk satu hari saja.
Yura semakin bahagia saat permintaan nya di setujui oleh Rehan tak segan menarik tangannya berlari menuju wahana,tinggallah Dilan menyusul di belakang merasa terasingkan mereka menaiki roller coaster tersebut,sebenarnya Rehan sangat phobia dengan ketinggian apalagi dengan benda semacam Roller coaster yang bisa saja mencabut nyawanya dalam sekejap saja namun phobianya di tahan kala tak mau malu di depan Dilan dan Yura.
JASMINE DAN ANNA
Anna dan Jasmine baru keluar dari gedung salon yang cukup Terkenal di ibukota karena pelayanan yang sangat memuaskan para pengunjung mereka menenteng beberapa banyak paper bag seperti habis shopping,yah itulah kebiasaan mereka dengan berfoya-foya setiap hari,kesalon saja lima hari sekali katanya sih mereka menghabiskan waktu ke salon hanya ingin merawat diri agar lebih cantik tapi entah apa yang mereka rawat dengan waktu lima hari sekali.
"Kak kita makan dulu yuk."Jasmine merasa sangat lapar.
" Ya udah ayuk,aku juga udah laper banget ni." Anna mengelus seputar perutnya yang sudah terasa keroncong.
Jasmine memutar pandangan mencari sebuah restoran untuk mereka singgahi. "Itu ada restoran sebaiknya kita makan di sana saja.!" Jasmine menunjuk ke sebuah restoran mewah yang berada tepat di dihadapan mereka.
__ADS_1
Mereka pun berjalan ke sana setelah bersepakat memilih restoran itu untuk tempat mengisi perut,mereka bergandengan ingin menyebrangi pintasan jalan dengan menoleh kanan-kiri memastikan tak ada kendaraan yang melintas.
BERSAMBUNG.