Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Rapat


__ADS_3

Pagi itu Nathan sedang mengadakan rapat bersama kolega dari Spanyol seorang executive producer bernama Alrico Bernado dari Klan Tve perusahaan pertelevisian paling tersohor di Spanyol,Dilan juga bergabung di Klan itu sebagai sutradara terpenting banyak Bintang model dan produk produk menjadi terkenal saat di terbitkan dari Klan itu termasuk juga produk dari Wing Group, Kedua belah pihak sudah lama bekerjasama dan ini kali keempatnya mereka bertemu untuk mengadakan kerjasama.


Hari ini mereka berbincang mengenai masalah tentang pembuatan iklan yang akan di lakukan beberapa hari lagi,mereka masih merencanakan tajuk iklan minuman dari Wing Group seorang produser bernama Alrico Bernado duduk di sebelah kiri Nathan mengingat ada sesuatu yang kurang.


"Sr. Nathan, ¿cree qué artista es el adecuado para ser el modelo en este anuncio?."


(Tuan Nathan, menurut anda artis mana yang cocok untuk di jadikan model dalam iklan ini)


Alrico menatap Nathan menunggu jawaban.


Nathan menghentikan tangannya saat bergerak menulis. "Todo depende de que puedan ser profesionales en el trabajo."(Terserah yang mana saja asal mereka bisa profesional dalam pekerjaan) Hardiknya membalas.


Alrico diam sejenak memikirkan bahwa tak ada artis yang cocok untuk membintangi iklan itu dan semua artis yang ia miliki tahun ini memiliki jadwal syuting masing-masing dan pekerjaan lainnya.


"Pero no creo que haya artistas que protagonicen anuncios porque tienen un calendario completo este año."


(Tapi Tuan sepertinya belum ada artis yang akan membintangi iklan di karenakan mereka mempunyai jadwal penuh di tahun ini) Alrico menjawab.


Satu seorang wanita yang bertugas menjadi kepala staf ikut menimbrung memberikan usul. "¿Qué tal si usamos artistas coreanos como BTS? El concepto es como el baile Además, la banda de chicos es muy popular en varios círculos, así que estoy seguro de que nuestro volumen de ventas aumentará, por lo que si podemos hacer algo diferente." (Bagaimana kalau kita pakai artis Korea seperti boyband BTS Konsepnya seperti dance apalagi boyband itu sangat terkenal bagi seluruh kalangan jadi saya yakin omset penjualan kita akan meningkat ya kalau bisa kita buat yang agak berbeda) Wanita itu berbicara di sebrang meja.


Dan seorang pria seperempat abad berdiri dan berbicara. "si una muy buena propuesta bailaremos y cantaremos asi." (Ya usul yang sangat bagus kita akan berjoget dan menyanyi seperti ini)


Pria itu langsung memperagakan sebuah dance di hadapan para semua orang sambil bernyanyi.


🎵Oh my my my oh my my my


🎵i've waited all my life

__ADS_1


🎵ne jeonbureul hamkkehago sipeo


🎵 Oh my my my oh my my my


🎵 looking for something right


🎵ije jogeumeun na algesseo .


" Wek,Wek,Wek."


"Prok,prok,Prok."


Para semua orang merasa terhibur akan persembahan yang di berikan salah satu dari anggota Wing,pria itu merasa bangga telah di puji karena dance nya lumayan bagus ia membungkuk kepala berterimakasih.


"Very good." Alrico memberikan sebuah acungan jempol.


Semuanya kembali tenang berbincang mengenai pokok pertama,lalu Nathan berfikir jika mengikuti usul staf nya itu terlalu sulit.


(Sepertinya kita tidak bisa memakai BTS karena mereka terlalu ramai lagi pula mereka itu pria,sedangkan kita hanya membutuhkan seorang wanita saja) ia memperjelas.


Yang mendengar mengangguk kepala merasa benar apa yang di ucapkan Nathan jika ada artis lokal kenapa harus memakai artis internasional, itu juga mengulur waktu yang cukup besar mana kala iklan akan di lakukan beberapa hari lagi dan mereka masih banyak pekerjaan dengan rencana pembuatan film bioskop.


Nathan diam sejenak berfikir,lalu Dilan menjawab. "sobre eso es fácil todavía tenemos tiempo para buscar un artista, tómalo con calma déjame pensar en eso más tarde."(Soal itu gampang kita masih punya waktu untuk mencari seorang artis, tenang saja biar saya fikirkan itu nanti)


"si alguien que se convierte en estrella no importa, está bien, todo estará bien." (Iya kalau soal siapa yang menjadi bintang juga tidak masalah Oke semuanya akan beres) sambung Nathan.


Satu jam lebih sudah terlewatkan akhirnya kedua belah pihak saling sepakat antara perencanaan kerjasama membuat iklan,Klan TVE permisi pamit kembali ke gedung tempat dimana mereka bekerja yaitu cabang TVE rencananya Klan itu ingin tinggal di Indonesia untuk beberapa waktu saja sampai seluruh proyek pekerjaan selesai.

__ADS_1


Nathan berjalan mengantarkan para koleganya sampai ke depan pintu ruangan.


"Gracias senor disculpe Primero." (Terimakasih Tuan kami permisi dulu) Alrico mengulurkan tangan.


"Muy feliz de trabajar contigo." (Baiklah senang bekerjasama dengan anda) Nathan menepuk pelan punggung Alrico.


Alrico serta beberapa rekannya pergi di hantarkan oleh para bodyguard pribadi Nathan sampai keluar,Nathan menutup pintu saat tinggal ia dan Rehan lalu berjalan menuju sofa ia duduk lalu merebahkan tubuh di sofa sambil memijit-mijit Pangkal hidung seperti orang kelelahan,sekertaris Rehan sibuk membereskan semua berkas dan sampah-sampah yang berserakan di atas meja.


"Rehan apa saja yang kau lakukan dengan si udik kemarin.?" bertanya dalam posisi memejamkan mata.


"Tidak ada Tuan,kami hanya bermain-main saja menghilangkan rasa jenuh." Melanjutkan bersih-bersih.


Nathan berhenti bertanya menghela nafas kecil saat hendak larut kedalam tidur suara pintu nyaring terdengar di kupingnya sontak ia kaget "Jedorrr." suara bantingan pintu itu membuatnya sedikit marah lalu ia menoleh ke arah pintu untuk memastikan siapa yang berbuat kasar.


"Papa." Nathan bergumam pelan saat melihat Papanya masuk ia tak perduli kembali lagi memejamkan mata,dirinya sangat lelah dan mengantuk lebih baik tidur.


Abdi berdiri di situ ia melihat Rehan sibuk bekerja dan Nathan malah enak-enakan tidur Abdi melangkah cepat ke arah sofa.


"Nathan bangun." Abdi menarik bantal yang sedang ditindih di kepala Nathan. "Enak sekali kau tidur-tiduran." membentak keras dengan menyepak kaki sofa.


Nathan membuka mata sedikit dan merebut bantal dari tangan Abdi. "Apaan sih pa, Nathan baru mau istirahat." wajahnya terlihat melas.


"Banyak banget alasan kau." menarik kembali bantal dari kepala Nathan lalu di rebut kembali,Abdi duduk di sofa yang lainnya.


"Itu,tu,tolong kau belikan Kasih ponsel karena Papa tidak bisa mengetahui keadaannya saat jauh." suatu perintah yang tak bisa di bantah.


Nathan mengecutkan wajah mendengar ucapan Abdi. "Baiklah nanti Nathan akan belikan ponsel untuk istriku tercinta." selesai berbicara ia kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu oleh kedatangan papa.

__ADS_1


Abdi duduk bersantai meraih remote yang terletak di atas meja lalu menyalakan TV nyaman sekali bersantai di ruangan tersebut.


BERSAMBUNG


__ADS_2