Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Sebuah Pemberian Pelajaran


__ADS_3

"Apa.!" suara dari mulut bergemuruh kaget.


Deg' mereka yang mendengar merasa tak percaya terutama Abdi dia berharap bahwa itu tidak benar tapi tiga penyihir berharap itu benar.


Abdi menoleh kesetiap wajah orang untuk menjelaskan apa maksud dari ucapan itu.


Abdi menghadap Kasih. "Nak kamu bercanda kan.?" merasa tak percaya kalau belum dijelaskan.


"Tidak pa,kami akan berpisah." Kasih menunduk lagi usai memberi tahu.


"Tidak nak kalian tidak boleh berpisah,Nathan apa yang terjadi kenapa kalian mau berpisah?" Abdi kalang kabut meminta satu jawaban yang tak ia dapatkan.


"Nathan juga tidak tahu pa, Nathan udah bujuk Kasih untuk tidak pergi dan meminta pisah tapi Nathan tidak tahu salah apa dia minta cerai begitu saja.Sumpah. Nathan juga tidak mau bercerai." menjelaskan sesuatu kebohongan.


Nyatanya dia sendirilah yang membalikkan fakta mungkin dia yang paling berharap agar Kasih tak jadi pergi, Kasih terpelongo mendengar pengakuan Nathan hingga berani bersumpah atas kebohongannya pria itu memang hebat bersandiwara,dalam keadaan begini saja ia masih sempat bersandiwara.


Abdi memegang kedua bahu Kasih sambil bersedih hati. "Nak kamu bercanda kan, ap apa yang dilakukan Nathan padamu nak apa dia menyakitimu atau apa ayo katakanlah, jika Nathan bersalah biar papa beri pelajaran dia." Abdi semakin menjadi sedih.


Bukan hanya sekali Nathan menyakitiku pa,iya itu semua bisa aku terima dengan lapang dada.


Tapi ini bukan Pernikahan penuh kebahagiaan, keharmonisan, keromantisan, seperti yang papa fikirkan, dia tidak bisa menerima aku sebagai istrinya lalu apa yang harus aku pertahankan dalam pernikahan kebanggaan papa ini.;; batin Kasih.


"Nak berbicaralah jangan diam saja." membujuk sekali lagi.


Kasih menatap Abdi melihat wajah tua itu sangat pilu sungguh kasihan bila disakiti, Kasih menenangkan jiwa mengumpulkan semua kekuatan untuk menjelaskan tentang alasan retaknya rumah tangga kecilnya.


"Pa Nat-Nathan dan Kasih tidak saling mencin-cintai,Nathan tidak pernah menyukai Kasih dia tidak bisa menerimaku sebagai istrinya, di-dia hanya menyukai Sera dan aku berbeda dengan Sera aku tidak bisa menjadi Sera apalagi menggantikan posisinya.nathan sering menganiaya ku hingga aku kesakitan nyaris meninggal sudah berapa kali dia memperlakukan aku seperti binatang, Kasih sengsara pa,hiks hiks, papa liat kami bahagia itu tidak benar dia sudah berapa kali melakukan KDRT padaku tapi semua itu aku tutupin papa tidak tau Itukan, Hiks Hiks."


"Hiks hiks."

__ADS_1


Kasih menangis di pelukan Abdi rasa sakit yang ia rasakan bisa membuat Abdi merasakannya,sesekali Abdi melotot kearah Nathan ia menggumpal emosi digenggaman tangan mendengar pengakuan Kasih yang tersiksa bersama Nathan.


Abdi sangat percaya dengannya ia adalah orang pertama yang dipercaya oleh Abdi.


"Lihatlah mam drama banget ya."


"Tau tuh palingan mau cari perhatian."


"Berdoalah agar si pembantu udik itu pergi maka mama akan membuat pesta besar-besaran untuk kalian nanti."


Di sudut sana tiga penyihir menyaksikan sambil berharap harap,mereka benar-benar menikmati adegan menyedihkan hati semoga ceritanya happy ending setelah Kasih pergi angkat kaki dari rumah.


Kasih melepaskan pelukan hangat dengan papa mertua ia menghapus air mata lalu mundur mengambil koper serta barang lainnya, ia melangkah keluar dengan rasa haru banyak yang sedih jika ia pergi.


"Bunda mau kemana? jangan pergi.!" Billy memeluk Kasih dari depan anak itu mulai menangis tanpa suara.


Nenek juga ikut terharu sedangkan Nathan tak tau harus berbuat apa memilih diam,ia juga menyesal sudah tak membujuk Kasih pergi tadi dan malah mengusirnya dirinya benar-benar jahat.


"Bunda jangan pergi Bunda tidak boleh pergi." ia memeluk Kasih seerat mungkin agar wanita itu tidak bisa pergi begitu saja.


Suasana semakin haru disatu sisi Abdi merasa berat ditinggalkan oleh Kasih dan satu sisi lagi ia kasihan dengan cucunya jika harus ditinggalkan oleh ibu sambungnya, Abdi menatap si pria brengsek si pembuat onar dan penyebab Kasih ingin pergi.


Abdi berjalan menghampiri Nathan dengan tangan yang membawa gumpalan emosi.


Plak.!


Plak.!


Dua pukulan kiri kanan ia hantam kedua belah pipi Nathan,ia mengerang kesakitan mengelus pipinya yang merah merona akibat pukulan papa.

__ADS_1


Semua orang kaget melihat aksi papa tak segan-segan memukul Nathan, dengan sigap Nona berlari melindungi putra kesayangannya dengan tubuh sendiri mana mungkin seorang ibu tega melihat anak kesayangan terluka.


"Papa hentikan.!" Nona melindungi Nathan dengan menepis tangan Abdi keudara. "Apa yang kau lakukan kenapa kau menyalahkan putraku." suara Nona menggema di ruang hingga menimbulkan dampak negatif.


"Lepas mam biar papa beri pelajaran dia." Abdi mendorong tubuh Nona hingga mental kejauh tak perduli keadaan Istrinya Abdi melanjutkan aksinya. "Dia memang anak yang tak berguna,sini kau,biar dia bisa melupakan Istrinya yang tak bernyawa itu mau sampai kapan kau akan menggilainya dan mengharapkannya heh."


Abdi menggebuk Nathan sejadi jadinya ia tak bisa melawan karena dasarnya dia memang takut dengan papa,dia hanya berani kepada orang yang berada dibawahnya jelas dia sanggup mengintimidasi manusia kalangan rendah namun dengan Abdi dia akan menunduk takut, ya taulah semua kekayaannya masih resmi 100% milik Abdi Kusuma Wijayanto Wing.


"Kau ingin aku mati heh, katakanlah."


"Akan aku bunuh kau hari ini maka setelah itu kau akan terbaring koma bersama istrimu di rumah sakit."


Abdi semakin parah menggebuk Nathan Nona berusaha keras menyelamatkan anaknya tapi tenaga Abdi sangat kuat kalau sedang marah, ia mendorong Nona hingga terbentur meja saat ingin melindungi Nathan sekali lagi.


Kasih merasa iba melihat Nathan dihajar juga ikut menolong ia melepaskan pelukan dengan Billy langsung berlari.


"Papa hentikan ini bukan salah Nathan." Kasih memeluk Nathan membawanya sedikit menjauh dari jangkauan papa.


Abdi kaget bukannya mendengar kata Kasih ia malah semakin panas ingin menghajar Nathan.


"Minggir nak jangan membelanya dia pantas kena hukum."


Nenek pula yang sudah tua ikut-ikutan menghantam Nathan dengan sebilah sapu ijuk yang entah dari mana ia dapatkan, Nenek melepaskan Nathan dari pelukan Kasih agar bisa menggebuk nya menggunakan gagang sapu.


Brukkk.!


Brukkk.!


Nathan habis-habisan digebuk oleh Nenek dan papa Kasih sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi ia menyingkir dan hanya bisa menyaksikan, Nona juga tertenggek menyaksikan penyiksaan anaknya beberapa pelayan juga merasa kasihan terutama pak Tejo ingin sekali ia menolong tapi bagaimana caranya bisa-bisa nanti dia kena pukul juga.

__ADS_1


Sebuah sapu ijuk dan tali pinggang yang dikenakan Abdi dipakai untuk melibas tubuh Nathan sungguh rasanya duoble kill. Dia dihajar seperti b*** ngepet yang di gebuk sekampung oleh warga dia diintimidasi persis perbuatan yang pernah ia lakukan dengan Kasih.


BERSAMBUNG


__ADS_2