
Kasih masih berlenggak-lenggok di catwalk, dia melirik ke arah Nathan dan keluarganya, hari ini ia merasa begitu beruntung.
Di sana wajah Abdi tersenyum sumringah melihat Kasih, putri yang selalu ia banggakan kini bersinar di atas catwalk dan diperhatikan semua orang.
Putriku. gumam Abdi, dia ingin menangis haru.
Kau menjadi yang tercantik hari ini Kasih. Kasih berhenti di ujung catwalk sambil menunjukkan pose yang ia pelajari dari Dora, para penonton semakin takjub.
"Aku baru pertama kali ini melihat seorang wanita secantik dia." ucap seorang ibu-ibu yang duduk di tribun, walaupun menempati tribun, mereka tetap bisa melihat Kasih yang begitu bersinar
"Iya, aku sangat menyukai kecantikannya." sambut para ibu-ibu satu lagi.
Para kontestan lainnya menjadi iri dengan kecantikan Kasih, mereka saling berbisik membicarakan bahwa Kasih telah menjadi pusat perhatian, mereka yang mencemooh penampilan Kasih waktu lalu menjadi merasa tak enak hati.
Kasih berjalan mundur untuk berbaris dengan para kontestan lainnya, dia semakin bangga akan dirinya. Semoga ia akan menang membawa penghargaan.
"Itu beneran si udik?" tanya Nathan pada Rehan yang tatapannya fokus mengajar gerak-gerik Kasih.
"I———ya benar." Rehan tertegun untuk menjawab pertanyaan Nathan, kini dia, Nathan dan Dilan saling terpelongo tak dapat berkutik.
Seiring berjalannya waktu perlombaan, semuanya tampak berjalan dengan lancar. Tidak ada yang mengecewakan justru mereka dibuat terhibur dengan penampilan elegan Kasih.
Acara berlangsung hingga sore hari, di sana para kontestan tengah berdiri menunggu pengumuman siapa yang menang.
Para penonton berharap yang menang adalah Kasih, karena kala itu penampilannya lah yang paling memukau, dilihat dari busana yang ia pakai, style yang bagus, ekspresi muka yang dapat, semuanya sudah sempurna bahkan sangat sempurna.
Para panitia saling berinteraksi dengan panitia lainnya, para kontestan merasa berdebar-debar menunggu pengumumannya, siapa yang akan mendapatkan juara satu, hadiah yang fantastis sudah menunggu di depan mata.
Dari juara tiga hingga juara harapan sudah di umumkan, dari semua juara belum ada nama Kasih yang diucapkan. Tinggal satu lagi untuk juara pertama, Kasih menjadi putus asa merasa pasti dia bakalan kalah.
Kasih berdiri bersama kontestan yang tersisa, begitu banyak saingannya, para wanita cantik serta pria tampan dia merasa tak ada harapan.
"Juara pertama jatuh ke pada ... ." seru para presenter setelah di beri aba-aba oleh panitia, semuanya menjadi berharap-harap, presenter itu sengaja menggantung ucapannya membuat semua orang penasaran tak sabaran.
Aku pasti kalah. Kasih menunduk memejamkan mata, dia menggenggam busananya.
Di sana Abdi sedang berdoa semoga putrinya menang mendapatkan penghargaan menjadi juara pertama, tak ada kekurangan dari penampilannya.
Semoga putriku menjadi pemenangnya. gumam Abdi.
"Juara pertama jatuh kepada peserta nomor 23, yaitu Kasih Sarasvati."
"The best of world."
__ADS_1
Kasih terbelalak ketika namanya disebut sebagai pemenang juara satu, para kontestan lainnya merasa putus asa karena juara satu jatuh kepada Kasih. Confetti atau serpihan kertas berjatuhan dari atas menghujani Kasih, para panitia memberikannya selamat dan penghargaan yang sudah disediakan, perancang busana yang ia kenakan juga mendapat hadiah.
"Selamat ya." ucap kata panitia secara bergantian.
"Terimakasih."
"Selamat atas kemenangannya." sambut para yang lainnya, mereka semua memberikan Kasih kata-kata selamat, mereka ikut senang dan tak lupa mengambil sebuah gambar untuk mereka simpan di galeri ponsel.
Abdi dan nenek terlihat begitu gembira, mereka menangis haru menyaksikan Kasih yang mendapatkan juara pertama. Rehan dan Dilan ikut senang, lain dengan Nathan, tentu saja dia lebih bahagia dari perasaan mereka semua.
Satu presenter wanita tadi menghampiri Kasih, dia ikut bahagia akan kemenangan itu.
"Nona Kasih, ada yang ingin anda sampaikan? Untuk para keluarga di rumah." presenter itu menawarkan sembari memberi mic untuk Kasih.
Kasih dengan senang hati mengambilnya lalu berjalan beberapa langkah maju ke depan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan seberuntung ini.
"Halo semuanya, atas kemenangan ini. Terutama saya akan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME." Kasih mengucapkan kata-kata terimakasih sepanjang mungkin untuk semuanya, tentu setiap kalimat yang ia ucapkan berhasil membuat semua orang mendengar menjadi terharu.
***
Sesuai acara berakhir, Kasih berdiri memegang piala yang ia bawa. Dia berjalan menuju loby karena semua keluarga sudah menunggu di sana, Kasih ingin sekali memberikan kebahagiannya untuk suami serta ayah mertua. Pasti menyenangkan.
"Kau lihat tadi? Kasih begitu cantik berjalan di atas panggung." ucap nenek sambil melompat kecil mengingat Kasih.
"Iya Bu, ah aku bangga sekali dengannya." imbuh Abdi, mereka berdiri di ubin loby menunggu kedatangan Kasih. Di sana juga masih ramai orang serta wartawan yang mewawancarai para kontestan yang menang hingga kalah.
"Selamat ya beb." ucap Dora sembari memeluk erat tubuh Kasih.
"Iya, terimakasih juga ya karena selama ini kamu sudah bekerja keras membantuku." hardik Kasih membalas pelukan hangat dari Dora.
"Uhhh aku sangat bahagia."
Pintu lift terbuka saat tiba di loby, Kasih melangkah keluar mencari keluarganya.
"Papa." seru Kasih sedikit berteriak melambai kepada Abdi.
Saat Kasih hendak berlari mendekati Abdi dan semuanya, langkahnya terhenti saat semua wartawan dan kaum awam lainnya berlari mendekatinya.
"Hei itu dia."
"Ayo liput dia."
Para wartawan lainnya saling dorong untuk mendekatinya, Kasih berdiri melihat semua orang itu berusaha mendekatinya.
__ADS_1
"Nona Kasih, bagaimana perasaan anda telah mendapatkan juara satu?"
"Nona katakan sesuatu?"
"Apa harapan anda selanjutnya?"
Kasih merasa kelabakan dengan pertanyaan itu, langkahnya terhenti untuk menemui keluarganya, para wartawan mengepung dirinya.
"Eumm." Kasih gugup saat berbicara, dia harus menghadapi semua pertanyaan itu sendirian. Bahkan Dora tersingkir akibat dorongan wartawan.
"Katakan sesuatu." kata salah seorang wartawan.
"Dia cantik sekali ya."
"Bolehkah kami meminta fotomu?"
para massa itu itupun saling mendorong untuk meminta foto bersama Kasih, mereka tak perduli jika ada yang tersakiti.
Para sekuriti mencoba melindungi Kasih agar tak terluka sedikitpun, karena kebanyakan dari mereka banyak yang brutal.
Agar semuanya tak berlangsung rusuh, Kasih pun memberikan apa yang mereka semua pinta, dia menjawab satu-persatu pertanyaan dari wartawan.
Setelah memberikan apa yang diinginkan orang-orang itu, Kasih pun masih tak punya kesempatan untuk pergi. Dia melihat semua keluarganya sudah menunggu.
Kasih mencari Dora yang tak kelihatan, dalam situasi seperti ini sulit baginya untuk keluar dari kerumunan.
"Dora, kemari." panggil Kasih ketika melihat Dora tengah di dorong-dorong.
Dora pun berhasil mendekati Kasih, dia merasa kesakitan akibat brutalnya semua orang.
"Dora, katakan kepada semua keluargaku, tunggu aku sebentar. Atau suruh saja mereka pulang duluan, aku akan menyusul nanti. Lihatlah, aku sangat sulit untuk keluar dari sini." bisik Kasih kepada Dora.
"Baiklah, berikan apa yang mereka pinta, aku akan menyampaikannya kepada keluargamu."
Dora keluar dari kerumunan itu, dia menghampiri keluarga Wing untuk menyampaikan pesan dari Kasih.
"Ramai sekali mereka." ucap nenek melihat segerombolan kerumunan itu.
"Kita tidak akan kesempatan untuk menemui Kasih." timpal Bagas.
"Tunggu sebentar lagi." sambung Abdi, mereka semua menyaksikan betapa banyak yang menyukai Kasih, para ibu-ibu serta remaja saling bergantian mencolek tubuh Kasih yang begitu mulus bersinar.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Hai kakak, bila berkenan mampir ke karya saya yuk judulnya. Nama pena Sea Starlee, atau Bisa klik profil saya. Awas jangan salah pilih ya. Gak bakal digantung kok.