Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Tawaran Main film


__ADS_3

Sedikit demi sedikit makanan disuap kemulut sebelum habis, Kasih berhenti mengunyah karena makanan itu sama sekali tidak lezat paling hanya beberapa suap dan masih banyak lebihnya dipiring.


"Kenapa tidak dihabiskan?" Dilan melihat masih banyak sisa makanan di piring Kasih maupun dipiring lainnya.


"Saya sudah kenyang Tuan." bukan kenyang sih dia saja masih merasa lapar hanya saja perutnya tak dapat mencerna asupan makanan.


"Sudah kenyang atau gak suka?" Dilan bisa menebak keadaan Kasih melewati mimik ekspresi wajahnya.


"Aaaaa bukan begitu Tuan,saya memang sudah kenyang tadi sebelum pergi saya sarapan dulu dirumah." ia berbohong sekali lagi.


Dilan makan sampai habis dia memang lapar dikarenakan sebelum pergi tadi dia belum memakan apapun, makanan itu habis sampai-sampai bekas Kasih juga di embat yang penting kenyang sampai acara makan-makan berakhir.


Mereka santai sebentar mencerna makanan yang masuk kedalam perut.


"Tuan apa kita sedang menunggu seseorang?" Kasih bingung kenapa Dilan tidak mengajaknya pergi atau setidaknya mengatakan sedang menunggu seseorang.


"Iya." Dilan hanya menjawab sesingkat itu.


Kasih diam setelah pertanyaan dijawab dia seperti anak hilang duduk bersama Dilan,tak lama satu orang pria dan satu orang wanita muda datang menghampiri meja mereka, satu pria tersebut terlihat gagah mengenakan jas kantoran sepertinya tak asing.


Mungkin dua pria itulah yang sedang ditunggu.


Kasih mencoba mengenali salah satu pria tersebut. Tuan Alrico.;; batin Kasih. ya dia menyadari bahwa pria itu adalah produser Alrico.


"buenos días señor Alrico." (Selamat pagi Tuan Alrico) Dilan berdiri menyambut Tuan Alrico serta satu asisten wanitanya. Kasih juga begitu melakukan hal yang sama.


"Hola señorita Kasih." (Hay nona Kasih) Alrico juga memberi salam sapa untuknya. "perdón por hacerte esperar tanto." (Maaf membuat kalian menunggu lama) sambungnya sekali lagi.


"no hay problema, siéntate." (Tidak masalah,ayo silahkan duduk) Dilan mempersilahkan mereka duduk.


Kasih tak tau mereka sedang berbicara apa lebih baik diam dan mengikuti, serangkai kata patah tak dapat ia artikan, sepertinya ia harus belajar banyak tentang bahasa asing agar mengerti apa yang orang asing bicarakan, siapa tau ada dari mereka yang sedang mengejeknya menggunakan bahasa asing.

__ADS_1


"Señorita Kasih como estas?" (Nona Kasih apa kabar." Alrico menoleh kearah Kasih meminta jawaban atas pertanyaan kecilnya.


"Emm." Kasih menoleh Dilan meminta penjelasan atas ucapan Alrico yang tak dapat ia mengerti, Dilan pun mengartikan kata ucapan Alrico, dengan begitu Kasih menjawab antusias.


Baiklah tak usah panjang lebar lagi dan acara tanya menanya sudah berakhir, ada empat kepala dan 4 pasang mata saling berhadapan membagi pandangan. Kasih tak tau apa maksud dan tujuan Dilan mengajaknya bertemu dengan Tuan Alrico.


"El propósito de mi llegada, hay algo que quiero transmitirles." (Maksud kedatangan saya, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Anda) ucapannya bertuju kepada Kasih dan tak tau apa maksudnya.


Dilan mengartikan kata perbincangan itu agar ia mengerti, setiap detail sampai tak ada yang silap.


"que pasa señor?" (Ada apa Tuan) Kasih menggunakan bahasa itu dari ajaran Dilan.


"nosotros del clan TVE pronto lanzaremos un film, donde todavía estamos tratando de encontrar una protagonista femenina, significa que hemos perdido al personaje principal debido a un escándalo, por lo que tenemos que encontrar un reemplazo. Creo que eres muy adecuado cuando interpretas al personaje principal para ser la figura de la esposa en este film."


(Kami dari Klan TVE sebentar lagi akan mengeluarkan sebuah film,dimana kami masih berupaya mencari pemeran utama wanita pengganti. Maksudnya kami telah kehilangan pemeran utama karena ada scandal jadi kami harus cari pengganti nya, saya rasa anda cocok sekali bila memerankan tokoh utama menjadi figur istri di film) penjelasan yang sangat panjang diberikan oleh Alrico.


"¿Qué quieres decir?" (Maksudnya) sepertinya Kasih belum paham inti dari penjelasan panjang.


Alrico menarik nafas merasa sebal dengan wanita udik itu, tapi dia juga mengerti dengan posisi perbedaan Ras antara mereka.


(Intinya,kami ingin bekerjasama dengan anda, jika anda berkenan memerankan film ini kami sangat bersyukur,film ini pertama kali akan ditayangkan di seluruh bioskop negeri bahkan sampai ke Spanyol dan beberapa negara lainnya. Anda tenang saja. Anda akan mendapatkan banyak keuntungan berlipat-lipat ganda, seperti ketenaran, mendapatkan fans, penghasilan yang lumayan besar dsb) Alrico menjelaskan cerita selanjutnya semoga gadis itu bisa paham.


Ini aku gak salah ya,aku ditawarkan main film, benarkah? Aku akan jadi artis terkenal,oohh Kasih kali ini takdir berpihak padamu. Uhhh terima ayo terima ini kesempatan emasmu.;; batin Kasih. Kasih sudah terpingkal bahagia sendiri.


"¿Qué señorita quieres?" (Bagaimana nona apakah anda mau) tanya Alrico menyakinkan, ia rasa gadis itu akan setuju jika dilihat dari wajahnya yang sudah memerah.


"Quiero señor." (Saya mau Tuan) tanpa fikir panjang Kasih pun setuju.


Kedua belah pihak saling memberikan senyuman bahagia,Kasih sendiri bak mendapatkan lucky draw.


"Entonces firma este contrato." (Kalau begitu tanda tangani kontrak kerjasama ini) Alrico menyodorkan sebuah map berisi lembaran kertas yang ia ambil dari sang asisten. "por favor lea primero." (Silahkan dibaca dulu) ia menunjuk map tersebut agar tak ada salah apapun.

__ADS_1


Kasih membuka map itu dan dibaca isinya satu-persatu. Dilan sendirilah yang membantunya memahami persyaratan kontrak, usai memahami semua itu, tangannya langsung melukis sebuah coretan bertema tanda tangan diatas kertas putih tanpa ragu-ragu.


Kemudian ia kembalikan lagi kepada sang pemilik, merekapun menyempatkan waktu untuk berbincang lebih jauh.


***


Nathan dan Rehan baru keluar dari rumah sakit setelah menjenguk istri tercinta.


Mereka berjalan mendekati mobil yang terparkir di Basement. Lalu masuk secara bersamaan.


Nathan memilih duduk di jok depan. "Emm Rehan aku sangat lapar." ia mengelus perutnya.


"Anda lapar Tuan?" Rehan melihat Nathan memegang perut, sepertinya benar-benar lapar.


Nathan mengangguk memunculkan komuk manja-manja menyedihkan, membuat Rehan merasa gemas ingin mencubit ginjalnya menggunakan tang.


"Anda ingin makan dimana Tuan?"


"Terserah dimana saja,di Cafe Jepang itu juga boleh."


"Baik Tuan!"


Sudah mendapatkan tujuan Rehan menyalakan mobil keluar dari basement, mobil meluncur ke Cafe.


BACK TO KASIH


"Muy bien, entonces Dilan y Miss Kasih, discúlpeme primero." (Baiklah kalau begitu Dilan dan Nona Kasih,saya permisi dulu) puas berbincang Alrico serta satu asisten wanitanya beranjak dari duduk, mereka menyalami Kasih dan Dilan.


"OK gracias." (Baiklah terimakasih) Dilan juga mewakili ucapan Kasih.


"perder Kasih,esta es mi tarjeta de presentación si tiene algo que preguntar, comuníquese con este número,. Mañana podemos filmar, encantados de trabajar contigo." (Nona Kasih, ini kartu nama saya jika ada yang ingin anda pertanyakan silahkan hubungi nomor ini, besok kita langsung syuting saja. Senang bekerjasama dengan anda) Alrico meletakkan sepotong kartu kecil untuk Kasih yang dia ambil dari dompet.

__ADS_1


"Thank you Thank you." Kasih mengangguk senang meraih kartu tersebut,kali ini hatinya berbunga-bunga.


BERSAMBUNG


__ADS_2