Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Beli Ponsel


__ADS_3

# RESTORAN..


Kasih duduk atas kursi sekaligus termenung di dapur tatapannya kosong menatap langit-langit seketika ia tertawa sendiri seperti orang tidak waras,di sepanjang waktu istirahat ia terus mengingat masa-masa weekend kemarin di tambah kelakuan Rehan yang ketakutan menaiki roller coaster


Rehan terlihat lucu kalau sedang ketakutan ia berharap jika ada waktu lagi ia ingin pergi lagi kesana bersama siapapun orang itu.


"Hehehe,Tuan sekertaris ternyata sangat lucu ya." tertawa terus membayangkan pria itu, Para koki melihatnya sedang tertawa hingga para koki merinding.


"Hayo siapa itu Tuan sekertaris.?" Sari tiba-tiba berada di belakang Kasih entah sejak kapan ia berada di situ dan entah kapan ia datang.


Kasih memutar tubuh kebelakang melihat sahabatnya itu. "Sejak kapan kamu disini.?" ia terbata saat menjawab.


Sari menggeser kursi seperti awal dan berhadapan. "Sejak tadi,kamu nya aja yang ngelamun terus sambil tertawa sendiri sampai di gosipin tuh sama mereka." Sari menunjuk para Koki dan Kasih mengikuti arah tunjukkan dari Sari.


Kasih memegang kedua pipinya merasa sangat malu. "Siapa itu Tuan sekertaris.?" Sari bertanya pelan seakan kepo. "Tidak ada.!" Kasih tak mau memberi tau ia beranjak dari tempat duduk meninggalkan Sari dari pada menjawab pertanyaan tersebut yang ada nanti semakin diperpanjang,tapi Sari semakin penasaran dan mengejar langkah Kasih untuk di beritahu siapa itu Tuan Sekertaris yang di maksud Kasih karena ia sangat ingin tau.


BELI PONSEL.

__ADS_1


Malam itu Nathan dan Rehan berada di sebuah gedung penjual ponsel terbesar di ibukota tempat itu menjadi salah satu tujuan masyarakat jika ingin membeli ponsel,ponsel yang di jual kebanyakan barang kelas atas dan memiliki kualitas bagus,mereka berkeliling ingin mencari sebuah ponsel Nathan bingung mau beli di toko yang mana karena semua produk sama para SPG cantik dan tampan terus saja mengejar dan berceloteh bagai di pasar ikan untuk menawarkan produk ponsel milik mereka.


Nathan memilih tempat penjualan yang ada di pojok belokan sebelah kanan di sana terdapat banyak merek dan pengunjung nya lebih ramai dari tempat yang lain, Nathan beridiri di situ ia memilih ponsel yang mana dan juga Meminta pendapat kepada Rehan karena pendapat Rehan sangat penting.


"Anda mau ponsel yang mana Tuan Nathaniel." seorang pria yang memiliki mata sipit berkulit putih seperti keturunan China menawarkan beberapa ponsel.


"Aku ingin ponsel yang sangat mahal dan berkualitas tinggi yang tak sanggup di beli orang karena harganya mahal." mendengar ucapan Nathan semua orang yang ada di situ menahan tawa, mereka tak mau tertawa karena siapa yang tak mengenal Nathan, si pria yang terkenal angkuh dan sombong.


Rehan menunjukkan sebuah ponsel kepada Nathan, ia melihat ponsel itu dan meminta sang penjual untuk menunjukkan padanya, sang penjual menaruh ponsel itu keatas steling untuk di pamerkan.


Nathan bertanya lagi kepada Rehan bagaimana pendapatnya dan ia menjawab "Itu sudah lebih dari cukup mahal Tuan." Begitu jawaban nya.


Kenapa ponselnya lebih mahal dari punyaku. "Bungkus lah." Nathan mengembalikan ponsel contohan dan meminta ponsel baru di kemas dengan rapi.


Nathan memberikan sebuah cek yang berisi no rekening beserta nama nya dan di berikan kepada pria itu agar mencantumkan nominal harga, setelah selesai transaksi mereka pergi berjalan keluar melewati beberapa eskalator sampai tiba di lantai bawah, karena tak ada yang ingin di beli lagi mereka memutuskan untuk keluar dari gedung.


Mereka tiba di luar gedung sebuah bag bewarna merah di tenteng oleh Nathan sesuai perintah papa ia terpaksa membelikan ponsel untuk si udik yang tentunya harganya lumayan mahal, sebenarnya Abdi tak memaksa ia untuk membeli ponsel mahal-mahal seperti yang ia beli berapapun harganya yang penting ikhlas, tapi entahlah. untuk istri jeleknya ia menghabiskan waktu 1 jam lebih karena memilih ponsel yang paling cantik sesuai selera Kasih namun tak tau juga Kasih akan menyukainya atau tidak, tapi yang jelas siapapun orang tak akan menolak jika di berikan ponsel gratis apalagi mahal dan Kasih akan senantiasa bersyukur menerima benda itu.

__ADS_1


Udara sangat sejuk malam ini hembusan angin begitu kencang meniup isi bumi sepertinya akan turun hujan.


"Re, aku pulang sendirian saja, Kau pulanglah naik taksi." mengulur tangan meminta kunci dari Rehan.


Rehan meraih kunci dari saku jas lalu memberikannya untuk Tuan. "Baik Tuan muda, saya akan pulang sendiri." menjawab dengan hormat.


Nathan segera masuk kedalam mobil meninggalkan Rehan begitu saja lalu ia pergi tanpa rasa peduli.


Ini untuk kedua kalinya Nathan meninggalkan dirinya di parkiran setelah meminta bantuan padanya biarlah Tuan muda seperti itu jika ditinggalkan dia juga tidak mati ia membuka aplikasi Taksi online dan memesan.


***


Nathan menyusuri jalanan yang tak begitu ramai jadi dia leluasa melajukan kecepatan mobil,ia berencana singgah sebentar ke tempat Kasih bekerja mungkin jam segini si udik itu sudah pulang,saat ia sampai disana dirinya tak mau turun jadi hanya menunggu di luar saja lampu di restoran itu sudah mati tapi belum ada satupun karyawan keluar mungkin masih ada kerjaan yang belum selesai.


Nathan memarkirkan mobil sejauh 40 meter dari area restoran ia tak lepas memandangi pintu itu sampai ada yang keluar,bosan sangat bosan tak sabar ia rasakan menunggu Kasih yang tak kunjung keluar ia merasa apa Kasih sudah pulang mau menelpon pak Tejo tapi ponselnya mati ia juga tak membawa charger jadi tunggu saja berapa menit sampai si udik itu keluar.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2