
"Jangan bersikap murahan seperti ini kepada ku." Rehan membisikkan kata itu hingga Yura terkaget.
Rehan berdiri dan Yura duduk disisi kasur. "Kamu kok ngomong-nya gitu Rehan.?" ia sangat merasa sedih.
Rehan mengancing kemeja nya yang terbuka gara-gara wanita tersebut. "Kamu gak sadar dengan perbuatan yang kau lakukan itu sudah menunjukkan bahwa kau sangat murahan." Kata-kata itu terdengar jelas menyakitkan.
Yura berdiri menerkam tubuhnya.. "Itu karena aku sangat mencintaimu, Ayolah kita rujuk dan hidup seperti dulu." memeluk tubuh seerat mungkin.
"Tapi aku tidak mau." Pelukan di lepas. "Berhenti menghubungiku jangan mengharapkan ku lagi aku mohon jangan temui aku lagi,karena sesungguhnya aku sangat membencimu dan kepengkhianatan mu." Rehan mundur secara perlahan saat selesai berbicara.
Yura menarik tangan kanan nya hingga ia berhenti melangkah. "Rehan tolonglah jangan tinggalkan aku,kita ulang semuanya kembali Rehan asal kau tau orangtuaku sudah menjodohkan aku dengan Dilan aku tidak mau dengannya aku hanya menginginkan dirimu." bermohon menangis-nangis.
"Aku tak perduli." Rehan melepaskan tarikan tangannya.
Dia berlari cepat keluar kamar lalu tapi Yura bagai tak tau malu tetap mengejar,Rehan berlari di sepanjang lorong kamar ingin segera menghilang andai ada Mimi peri ia ingin sekali meminta tolong agar di hilangkan seperti di film legenda.
Yura terus mengejar sembari berteriak-teriak memanggil nama Rehan namun sayang pria itu sudah duluan masuk ke dalam lift.
Yura kesal sendiri mendesis kesal sebelah kakinya menendang pintu lift dan tombol itu ia tekan-tekan agar terbuka namun tak bisa, beberapa staf pria melirik genit karena ia berpakaian seksi menyadari itu dia pun segera berlari kembali ke kamarnya.
Ffiiuhh.! Rehan menarik nafas lega saat sudah keluar dari lift langsung turun ke basement,ia mengelus dada sebentar menenangkan diri hampir saja dia bergelut dengan zombie mesum.
Dia masuk ke dalam mobil lalu pergi takutnya Yura mengejarnya lagi Perutnya mulai terasa lapar maka berinisiatif singgah menuju restoran tempat Kasih bekerja,mengisi perut disana juga tidak apa-apa kan sekalian lah melihat keadaan Kasih kalau sempat berbincang sedikit.
Dia melihat lehernya ke spion warna merah itu masih menempel lalu ia tutup menggunakan kerah kemeja agar tak terlihat, Kan malu jika ada satu berhasil menemukan aibnya.
RESTORAN
__ADS_1
Rehan sudah tiba di restoran tempat Kasih bekerja dia masuk kedalam mencari meja yang kosong,sebuah meja ia temukan tempatnya berada di paling pojok jendela dia pun duduk di situ,pas sekali Kasih sedang membersihkan piring pelanggan makan tadi.
"Tuan sekertaris.!" Kasih sedikit terkejut Rehan duduk di kursi menatap wajahnya Kasih berbicara lagi." Tuan Sekertaris mau apa kesini.?" pertanyaannya membuat Rehan terkekeh.
"Wek,Wek,Wek,memangnya saya tidak boleh datang kemari padahal saya ingin makan siang." jawaban Rehan membuat Kasih malu.
"Hehehe maaf Tuan sekertaris,anda ingin makan apa.?" Kasih menaruh book menu keatas meja.
Rehan mengambil book menu lalu ia baca. "Saya pesan jamon satu,Migas satu, dan hazpacho satu lalu minumannya sebotol Absinth." (Absinth merupakan minuman beralkohol yang berasal dari Prancis) Setelah memesan beberapa menu Rehan mengembalikan buku tersebut.
"Baik Tuan mohon menunggu sebentar." Kasih mengambil buku dan mengingat pesanan karena ia tak membawa nota seperti biasa jadi ia kali ini hanya menggunakan otak.
Ia berjalan menuju dapur membawa piring kotor menggunakan trolly,sambil menunggu makanan Rehan bermain game menggunakan ponsel sebentar.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Sudah melayani Rehan kasih memilih untuk pergi. "Nyonya mau kemana.?" Rehan bertanya saat Kasih sudah berjalan beberapa langkah.
Kasih mendengar ucapan Rehan memanggilnya Nyonya dengan kuat ia takut jika ada yang mendengar. "Ssttt jangan panggil saya Nyonya dengan nada sekuat itu, nanti jika ada yang dengar maka aku tidak akan tenang." Kasih membungkam mulut Rehan dengan kedua tangannya agar tak bersuara.
"Baiklah baik." Kasih melepaskan tangannya saat Rehan berbicara. "Nyonya mau kemana.?" ia mengulang kata dengan berbisik.
"Saya mau kedapur." Kasih menunjuk dapur.
"Bisakah nyonya menyediakan waktu untuk menemani saya makan sebentar.?" berharap. "Baiklah." Kasih menyetujuinya.
Kasih duduk di kursi berhadapan dengannya sambil menonton sekertaris itu makan begitu lahap tanpa menawarkannya,lagipula dia tak berharap di tawarkan toh dia juga sudah kenyang di tambah melihat Rehan makan semakin merasa kenyang.
__ADS_1
Rehan sudah berhenti makan ia bersendawa merasa sangat kenyang,piring itu di susun rapi agar tak terlalu berserakan.
"Apakah anda betah disini Nyonya.?" Rehan mengilap mulut dan tangan dengan tissue basah yang sudah disiapkan.
"Emmm." Kasih tersenyum sembari mengangguk.
"Jika ada masalah anda boleh bercerita kepada saya Nyonya." Rehan berbicara sambil meneguk segelas Absinth yang sudah ia tuang kedalam gelas. "Oke." Kasih membentuk logo oke keatas mengarah ke Rehan.
Kasih meraih ponsel di saku celananya dan menaruh ke atas meja. "berikan nomor ponsel anda Tuan." ia menyodorkan ponsel.
Rehan mengangguk kedua tangannya meraih ponsel itu dan segera mencatat nomornya lalu di simpan di WhatsApp,ponsel di kembalikan ke pada sang pemilik.
"Terimakasih.!" Kasih tersenyum menatap gambar wajah tampan Rehan di profil.
Rehan merasa tak ada yang ingin di ucapakan lagi selaku beranjak dari duduk. "Kalau begitu saya permisi nyonya muda." memberi salam hormat.
Kasih menepuk punggung Rehan agar tak melakukan itu di depan umum Rehan terkekeh dan berhenti melakukan salam hormat.
"Ya Tuan Sekertaris terimakasih atas kunjungannya berhati-hati lah dijalan semoga hari anda menyenangkan." kata perpisahan panjang itu ia lontarkan saat Rehan sudah berjalan jauh mencapai pintu.
Kasih melihat langkah Rehan sampai tak terlihat.
MALAM HARI
Malam ini Kasih pulang agak larut firasatnya mengatakan bahwa Tuan petir sudah pulang,dia masuk ke kamar dilihatnya Nathan sudah terbaring di kasur tertutupi oleh selimut tampaknya dia sudah tidur di dalam kegelapan, Kasih berjalan mengendap-endap agar si Tuan petir tak bangun segeralah dia berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,selang beberapa menit ia pun keluar menuju ruang ganti,dia memakai piyama setelah itu keluar lagi berjalan menuju sofa.
BERSAMBUNG
__ADS_1