
Nathan dan Rehan baru keluar dari kantor menuju mobil yang terparkir di depan,Rehan mempersilahkan Tuan Muda masuk setelah itu dia pun masuk di depan untuk mengemudi.
"Tuan Muda anda ingin pergi kemana.?" Rehan memalingkan wajah kebelakang menatap Nathan sebelum mobil melaju.
Nathan sedang melihat ponselnya pun menjawab tanpa melihat. "Kerumah sakit saja, Rasanya sudah lama sekali aku tak melihat istri ku." selesai berbicara ia langsung menyimpan ponsel.
"Baik Tuan muda." Dengan cepat Rehan menyalakan mobil agar sampai ke tujuan selanjutnya.
SESAMPAINYA
Nathan dan Rehan tiba di rumah sakit langsung masuk begitu saja berjalan mencari lift,diam di dalam lift sampai pintu terbuka dan pada akhirnya mereka sampai dan berjalan menuju ruang ICU.
Arnold sedang menyuntikkan satu jarum vitamin ke dalam botol infus,karena terlalu fokus bekerja ia dikagetkan oleh kedatangan dua pria yang tak di undang tapi sudah seperti Tuan rumah.
Arnold menghentikan aktivitas nya dan menoleh ke belakang. "Nathan kau datang." Pura-pura tidak kaget.
Nathan berjalan. "Ya,aku mau melihat istriku tercinta." Mengambil kursi untuk di tempati di pinggir tempat tidur kalau sekertaris Rehan berdiri di sebelah kiri kasur berhadapan dengan Nathan.
Arnold melepaskan sarung tangan seraya berjalan ke ujung kasur. "Sepertinya kau sudah lama tidak datang berkunjung biasanya setiap hari,apa kau sibuk.?" Pertanyaan yang lumayan panjang membuat Nathan harus menjawab.
"Ya aku sangat sibuk akhir-akhir ini." berhenti menjawab sambil mengelus kepala Sera.
Arnold menggeser pantat hingga mendekati Nathan. "Sibuk apa.?" berbisik dengan gaya genit.
" Pekerjaan." Nathan menjawab singkat.
__ADS_1
Arnold berbisik lagi. " Sibuk dengan pekerjaan atau sibuk dengan istri baru.?" berharap Nathan tak akan memukul kepalanya.
Nathan melirik Arnold saat mempertanyakan soal istri. "Istri baru apanya.?" Kembali bertanya seakan pura-pura tak tau.
Arnold memukul bahu Nathan sembari tertawa. "Wek, Wek, Wek,Nathan-Nathan kau pura-pura bodoh seakan tak mengerti apa yang aku maksud,kau itu parah sekali tak mau mengundang ku dalam pernikahan kedua mu." tertawa dengan rasa kesal akibat tak di undang.
Deg'jantung Nathan berdebar seketika membuat efek wajahnya memerah bagai tomat,dia cukup terkejut bahkan sekertaris Rehan juga tak kalah darinya mendengar hal yang sudah dianggap tabu oleh keluarga padahal pernikahan itu sudah dirahasiakan dan dipastikan tidak ada satu telinga pun yang mendengar.
Jadi dari mana Dokter ini tau.? satu pertanyaan muncul di dua benak antara Rehan dan Nathan.
Nathan gelagapan mau menjawab pertanyaan Arnold mau dijelaskan dari mana dulu,detik itu emosinya langsung membara sudah ia tebak pasti Kasih yang memberi tau walaupun ia belum percaya tapi ia yakin Kasih lah yang menjadi biang.
"Kau tau dari mana.?" bertanya lagi dengan raut panik untuk memastikan apa benar Kasih yang memberi tau.
Jadi dia mengatakan hal itu,berani sekali dia mengaku menjadi istriku.;;Batin Natha.
sekali lagi Arnold menepuk bahu Nathan dari depan. "Nathan dari mana kau mendapatkan istri seperti itu,? Wek, Wek." Tertawa sendiri seakan meledek. "Kau tau jiwa julidku meronta-ronta saat melihatnya dan aku berusaha menahan sampai dada ku sesak, Hahahaha." Arnold terkekeh gila membayangkan penampilan Kasih menimbulkan kebisingan di dalam ruangan.
Nathan merasa malu sekali tapi mau bagaimana lagi Arnold sudah keburu tau ia menatap Rehan dengan tajam melampiaskan kekesalan menggunakan tatapan,Rehan tak tau harus apa hanya bisa menggeleng kepala.
"Jangan tertawa.!" Nathan memukul kepala Arnold sekuat mungkin tak tahan dengan ledekan nya hingga terdiam membisu.
"Aku menikahinya karena terpaksa demi papa dan Billy." penjelasan nya membuat Arnold kembali terkekeh.
"Demi papa dan Billy,? dari dulu papa mu menyuruh kau menikah lagi tapi kau tak mau dan kau juga menolak beberapa wanita yang sudah aku perkenalkan padamu,aku fikir kau akan bertahan menunggu Sera ckckck ternyata tidak." Arnold semakin membuat Nathan emosi.
__ADS_1
Awas kau Pembantu udik akan aku beri pelajaran kau nanti malam,Aku sudah tak sabar ingin menghajarmu habis-habisan.;;Batin Nathan.
Arnold tak berhenti tertawa cekikikan seakan menyaksikan sebuah komedi,ada rasa malu,marah,benci,emosi terdapat di benak Nathan ia sudah tak sabar menunggu hari menjadi malam,sedangkan Rehan merasa bingung apa yang harus ia lakukan apa ia harus ikut tertawa.
**********
Tak terasa hari mulai gelap matahari perlahan-lahan terbenam ke asalnya membuat orang-orang yang tadinya beraktivitas kembali berpulang kerumah masing-masing,Nathan dan Rehan sudah berada di basement mencari mobil yang mereka parkiran,wajah Nathan terlihat merah akibat memendam emosi tidak seperti biasanya.
Nathan berjalan lebih cepat dari Rehan, Rehan paham apa yang membuat Tuan Muda begitu jengkel ini semua ulah Kasih,ia terus diam membisu takut melihat Nathan mangkanya dia menahan diri untuk sekedar bertanya bahkan mau batuk saja tak bisa, jika satu kata saja ia keluarkan dalam keadaan panas bisa-bisa pecah kepalanya,Nathan itu kalau sedang marah semua orang bisa terlibat akan kekesalannya dia sama sekali tak mampu mengendalikan emosinya.
Nathan masuk ke dalam mobil memilih duduk di kemudi mungkin dia mau menyetir sedangkan Rehan terdiam di samping Mobil belum mau masuk karena tempatnya di ambil alih oleh Nathan.
"Rehan kau pulanglah sendiri." sibuk memasang sabuk pengaman. "Naik ojol atau taksi saja kalau kau mau suruh saja Pak Tejo mengirimkan supir untuk menjemput mu.!" Akhirnya si Tuan Muda mau berbicara walaupun dengan suara petir
Rehan membungkuk kan tubuh menatap Nathan ke dalam mobil. "Baik Tuan muda." Rehan tak berani berbicara panjang bahkan dia enggan bertanya,anda mau pergi kemana Tuan,? dia langsung membayangkan bagaimana si Tuan akan membentaknya.
' Ngeng- Ngeng.'
Nathan menggas mesin mobil sekuat-kuatnya seperti layaknya pembalap yang ingin bersiap lomba balap,dirinya sudah berniat ingin menghajar si udik malam ini dengan kedua tangan nya mungkin dia mau melakukan KDRT atau sejenisnya tapi semoga saja tidak akan terjadi,Nathan melajukan mobil seperti orang ugal-ugalan di jalanan hingga memicu kekacauan.
Rehan tinggal sendirian di basement. "Apa Tuan muda ingin.?" ada sesuatu kejadian yang terlintas secara mendadak di otaknya perasaannya juga mulai terasa tak karuan.
Rehan memukul kepala agar ingatan sadis menghilang dari Fikirannya namun sampai kepala benjol juga tak hilang-hilang,Rehan memesan Taksi online saat ingatan aneh itu hilang matanya juga lumayan berat terasa mengantuk dan lelah berharap segera cepat sampai ke rumah lalu tidur habis itu bangun lagi.
BERSAMBUNG
__ADS_1