Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Hotel


__ADS_3

Kasih tiba di restoran ia berlari seperti anak-anak yang mendapatkan permen tentu saja dia bahagia dia kan baru mendapatkan ponsel baru.


Benda itu tak lepas dari tangannya dia melihat Sari yang sedang mengilap meja sambil goyang-goyang riang Kasih semakin tersenyum lalu mendekati temannya.


"Hay Sari selamat pagi.!" ia menyapa dengan secercah cahaya senyuman lebar.


"Hay juga Tuan putri tumben senyum-senyum biasanya juga sedih-sedih mulu.?" Sari sedikit usil melihat Kasih yang bersender di sisi meja.


Kasih menyelup tangan kedalam tas lalu mengambil sebuah ponsel. "Tarra,aku punya ponsel baru." ia mengangkat ponselnya keatas udara seraya memamerkan.


"Huaaaahhhh.." jangankan Sari yang terkejut beberapa karyawan yang sedang bertugas juga ikut terkejut melihat kasih memegang sebuah ponsel bling-bling orang itu mendekati dirinya.


"Inikan Ponsel terkenal mahal itu."


"Duh duh cantiknya."


"Aku iri sekali."


"Kamu dapat dari mana.?" mereka ingin memegang ponsel Kasih namun ia tahan takutnya pecah.


"Dari suamiku tercinta." Ia menjawab dengan bangga.


Salah satu karyawan bernama Risma mendekati nya. "Kau sudah menikah.?" Gadis itu bertanya ragu lalu Kasih menjawab. "Sudah."


Risma memandangi Kasih dari atas hingga bawah dengan penampilan seperti itu apa ada pria yang mau dengannya.? para karyawan berfikir sama menilai diri Kasih, mungkin mereka tak percaya Kasih sudah menikah tapi yang namanya jodoh itu pasti ada.

__ADS_1


"Siapa suamimu.? dan apa pekerjaannya kenapa suamimu sanggup membelikan kau ponsel semahal itu." Risma semakin tidak yakin maka dia berfikir kalau ponsel itu di dapatkan dengan cara yang tidak halal, contohnya seperti mencuri.


"Ayo katakan siapa suamimu.?"


"Ayo Kasih kami juga ingin tau."


"Katakan siapa suamimu,kalau kau memang benar-benar sudah menikah.?"


Mereka mewawancarai Kasih dengan beragam pertanyaan yang tak bisa ia jawab,jika ia buka mulut dan mengatakan siapa suaminya bisa-bisa dalam hitungan detik berita pengakuannya akan muncul di semua media lalu Tuan petir akan menghajarnya lebih parah dari malam hari itu dan bukan Nathan saja keluarga Wing juga akan memarahinya.Tidak. dia harus diam menyembunyikan pernikahannya sampai Sera kembali.


Kasih menyimpan ponsel itu kedalam tas ada rasa penyesalan ia rasakan harusnya dirinya tidak perlu memamerkan ponsel itu kepada semua orang, pasti dia tidak akan menjadi bahan pertanyaan Ia tersenyum menatap seluruh wajah yang memandangnya.


"Sudah ah sebaiknya kita bekerja,Kalau kita berkumpul terus Pak Bos akan marah nanti." Ia mengakhiri kata-kata penutup.


Ada rasa kecewa bagi para karyawan karena tak dapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan,sebagian sisi mereka iri karena Kasih memiliki ponsel baru impian semua kaum recehan,


PT WING GROUP


Nathan dan Rehan tengah berada di pantry Rehan tengah membuat kopi untuk Nathan, satu gelas kopi telah terhidang di atas meja Nathan menyeruput minuman buatan sekertaris rasanya sangat nikmat.


Rehan tidak menyukai kopi mangkanya di buat hanya satu saja mereka duduk berhadapan di sebuah meja yang tersedia di pantry Nathan termenung usai menyeruput dua teguk kopi ia memikirkan tentang kesalahannya waktu hari itu kepada Kasih, dia merasa dirinya terlalu kejam tapi satu sisi ia sangat senang bisa menyiksa si udik.


Drett,Drett.!


Ponsel Rehan bergetar di saku jasnya segera ia raih Ponsel dan dinyalakan ia melihat sebuah pesan masuk,Rehan membaca nama pengirim lalu menekan sebuah ikon lalu melihat isinya.

__ADS_1


( Sayang tolong temui aku di hotel xx,Aku Ingin berbicara dengan mu) Isi pesan.


Rehan menggeleng kepala tersenyum jijik membaca pesan Ia pun mematikan layarnya dan dikantongi kembali ke dalam jas,ia meneguk segelas air putih yang ada di meja lalu berdiri.


"Tuan muda saya ingin keluar sebentar." meminta izin secara hormat.


"Pergilah Aku juga mau pergi kerumah sakit." menjawab dengan nada pelan masih termenung.


"Mau saya antar Tuan." menawarkan diri. "Tidak usah." Nathan menjawab dengan singkat.


Rehan melihatnya seperti ada keganjalan di diri Tuan muda tapi ia tak mau bertanya. "Saya permisi dulu Tuan." Nathan hanya mengangguk Rehan pun segera keluar dari pantry berjalan menuju basement.


Ia mengambil mobil dan membawanya pergi begitu saja.


******


Ditengah perjalanan ponselnya berdering terus suara itu mengganggu konsentrasinya saat mengemudi,Rehan semakin menancap laju kendaraan agar cepat sampai untuk menyelesaikan urusan satu ini.


Akhirnya mobil itu tiba di depan hotel yang di janjikan ia keluar dari mobil lalu memasuki hotel berbintang lima,ia bertanya kepada seorang resepsionis soal kamar yang telah di pesan atas nama Yura Agnesia satu orang GRO menunjukkan jalan menuju kamar VVIP.


Sesudah sampai di kamar yang dituju mereka beridiri di depan pintu. "Terimakasih." Rehan memberikan ucapan hangat. "Sama-sama Tuan." GRO membungkuk di balut oleh senyuman umum.


GRO itu pergi usai mengerjakan tugasnya Rehan memandangi pria itu pergi sampai menghilang,sudah yakin menghilang Rehan masuk ke dalam kamar ia melangkah pelan-pelan.


Saat ia benar-benar sudah masuk kedalam seseorang langsung menyerangnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2