
Sebelum naik Rehan membayar karcis dulu baru setelahnya mereka naik tepat duduk di bagian paling depan semakin membuat nyali Rehan menciut.
Semua orang sudah tersusun rapi di belakang ada yang sibuk selfie-selfie ada yang bersorak tak sabaran dan ada juga yang histeris duluan,Rehan semakin berkeringat dingin tubuhnya mulai bergetar wajahnya terlihat pucat karena dia takut ketinggian sementara Kasih sudah tak sabaran ingin merasakan sensasi roller coaster itu bermain secara dia kan gak pernah naik.
Roller coaster mulai berjalan pelan jantung Rehan mulai berdetak tak karuan Ia berdoa sebelum benda itu berlalu kencang ia berharap ini bukan akhir dari hidupnya.
Satu,Dua,Tiga.! hitungan dimulai.
"Huaaaahhhh." Rehan berteriak untuk ronde pertama.
"Aaahhh." semua penumpang juga ikut berteriak dari suara wanita pria bahkan anak-anak termasuk Billy.
Kasih merasakan hembusan angin yang begitu kencang dan goncangan tubuh saat bergoyang di atas rel roller coaster,Rehan seperti orang yang tak berdaya terus menjerit.
"Ooohh Tuhan,jangan cabut nyawaku hari ini."
"Aku belum gajian.!"
"Aku belum mendapatkan istri kedua sebagai pengganti Yura.!"
"Huuaah siapapun itu tolong aku.!"
Teriakkan Rehan memecah di udara mengalahkan segala suara mahkluk hidup yang ada di muka bumi,ucapannya membuat para pendengar menjadi tertawa akan ketakutan nya yang berlebihan,Benar-benar dia merasa sedang berada di ambang kematian dia melihat ke atas langit memastikan tidak ada sosok malaikat maut yang sudah bersiap menjemputnya.
"Huaaaahhhh,Tuhan sebelum aku mati tolong ampuni segala dosa ku."
"Aku ikhlas jika hari ini aku mati konyol di sini."
__ADS_1
Rehan berteriak mengkatup kedua tangan ke wajah seraya berdoa sambil berteriak-teriak kenapa bisa ia berfikir bahwa hari ini dia akan mati Dia juga tidak memiliki riwayat penyakit jantung yang akan bisa menyebabkan ia meninggal.
"Tuan sekertaris berhentilah berteriak,suara anda sangat sumbang." Kasih berteriak ingin membungkam mulut Rehan.
"Saya akan mati, Nyonya tolong saya." Berteriak seperti anak kecil.
"Anda tidak akan mati Tuan sekertaris,jadi kumohon diamlah.!"
Kini mereka berdua berteriak menjadi-jadi menyakitkan telinga semua orang,Wahana itu berputar lama di atas ketinggian berliku-liku sangat menyenangkan tak lama roller coaster berhenti tepat waktu.
Rehan berjalan oleng saat sudah turun dari roller coaster dadanya sangat sesak langkahnya sangat berat tubuhnya gemetaran para penumpang yang sudah turun tertawa melihat aksi Rehan tadi saat di atas,Rehan tak perduli karena saat ini kondisinya sangat syok.
Ia memuntahkan semua isi perut keluar dari mulut makanan yang sudah ia makan kini menjadi keluar.
Kasih bertekuk menatap Rehan yang tengah duduk di atas batu berada dekat dengan roller coaster. "Anda baik-baik saja Tuan sekertaris.?" Dirinya sangat panik.
"Tidak nyonya." Ia menjawab lembut pertanyaan Kasih.
Rehan bangkit dari duduk tapi tubuhnya masih goyah ia memegang pinggang Kasih agar tak tumbang. "Ayo kita pulang."
Mereka berjalan perlahan menuju parkiran pelan-pelan Rehan masuk ke dalam mobil melihat keadaan Rehan yang drop kasih merasa tak enak hati telah mengajak pria itu bermain tadi, Ia juga tidak tau kalau Rehan takut ketinggian hari semakin gelap ini terakhir kalinya dia datang kesana dan sampai kapanpun dia tak akan mau berkunjung ke taman itu lagi.
Billy dan Kasih juga merasa sangat puas sudah bersenang-senang seharian walaupun tidak jadi berlibur dengan Nathan tapi dengan sekertaris Rehan saja sudah cukup kok.
******
Dalam perjalanan Billy dan Kasih sibuk melihat foto-foto dan video mereka tadi siang menggunakan ponsel Rehan,tiba-tiba Rehan menghentikan mobil di separuh jalan lalu mengambil ponselnya kembali lalu dia keluar
__ADS_1
Kasih melihat keluar jendela mobil ada Nathan yang menunggu tepat di mana tadi pagi mereka berhenti
Nathan masuk kedalam mobil sedangkan Rehan masuk kedalam mobil asal semula.
"Papa." Billy berteriak saat melihat papa sudah berada duduk di kemudi depan.
"Hay sayang, Gimana liburannya.?" Nathan memutar tubuh melihat kebelakang.
"Seru kan Bunda." Billy terlihat Senang memeluk Kasih begitu erat Kasih pun membalas pelukan,Nathan sedikit melirik Kasih.
Mobil melaju membelah jalanan di malam yang begitu ramai di hari minggu kepuasan terdapat dalam benak Kasih dan Billy selama mobil berjalan Billy tertidur di pelukan Kasih.
*******
Nathan duduk di sofa hanya mengenakan handuk sambil menunggu Kasih menyiapkan air mandi untuknya,sambil termenung sejenak memikirkan perihal tadi siang.
Kasih datang baru keluar dari kamar mandi dalam keadaan baju basah. "Airnya sudah siap Tuan." Kasih berdiri di sebelah Nathan pria itu beranjak dari duduk dan berjalan tak mau berbicara maupun menatapnya.
Kasih mengelus dada menghadapi suaminya mungkin Nathan masih marah dengan-nya jadi maka dari itu ia masih belum mau menegur,kasih mengambil piyama untuk Nathan yang masih berada di dalam lemari lalu meletakkan nya keatas kasur dengan rapi agar bisa di kenakan oleh Nathan,Kasih pun berjalan ke sofa sembari merebahkan diri sambil menunggu Nathan mandi.
Nathan sudah selesai mandi ia keluarkan mengenakan handuk tadi saat ia berjalan menuju kasur dia melihat Kasih sudah terkapar di atas sofa dia tidur begitu lelap seakan orang kecapean.
Nathan mendekat ke sofa lalu berdiri di situ. "Wah wah,lihatlah nyonya muda ini enak sekali dia tidur duluan." ia ingin sekali memukul bokong Kasih sampai wanita itu terbangun tapi ia teringat sesuatu. "Pasti dia kecapean,lihatlah gaya tidur nya jelek sekali seperti katak yang tertidur telentang." Nathan tertawa sendiri melihat wajah jelek Kasih Nathan membungkuk dan perlahan membuka kacamata yang masih melekat di wajah Kasih.
Dia cantik juga kalau tidak memakai kacamata jelek ini,emm Kasihan juga dia pasti lelah menjaga anakku seharian..;; Batin Nathan.ia merasa belum puas menatap wajah Kasih walaupun sudah berdekatan.
Nathan mulai merasa ngantuk melihat Kasih tertidur ia pun berjalan mendekati kasur walau hatinya sedikit kesal telah di tinggal tidur,piyama itu ia pakai ke badannya lalu ia merebahkan diri sambil menayangkan video yang di kirim Rehan tadi.
__ADS_1
Sedangkan Rehan dirumahnya sedang tertawa sendiri melihat hasil rekaman video liburan mereka,ia terbaring di atas kasur kepalanya masih dalam keadaan pusing segera ia mematikan lampu secepatnya beristirahat tidur besok ia harus bekerja lagi.
BERSAMBUNG